Follow Us :              

6.000 Pelari Bakal Ramaikan Purwokerto Half Marathon, Ungkit Sport Tourism dan Ekonomi Lokal

  16 May 2026  |   19:00:00  |   dibaca : 305 
Kategori :
Bagikan :


6.000 Pelari Bakal Ramaikan Purwokerto Half Marathon, Ungkit Sport Tourism dan Ekonomi Lokal

16 May 2026 | 19:00:00 | dibaca : 305
Kategori :
Bagikan :

Foto : Sigit (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Sigit (Humas Jateng)

BANYUMAS — Sebanyak 6.000 pelari akan meramaikan ajang Purwokerto Half Marathon 2026 pada Minggu, 17 Mei 2026 pagi. Ajang lari yang digelar di Kabupaten Banyumas itu juga diproyeksikan menjadi pengungkit sport tourism (pariwisata olahraga) dan ekonomi lokal.

Bahkan, gelaran tersebut membidik dua rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), yaitu ajang lari dengan cheering terbanyak dan edukasi pelari terbanyak tentang perlindungan konsumen melalui kampanye Run From Scam.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, mengatakan, Purwokerto Half Marathon tidak hanya menjadi agenda olahraga, tetapi juga bagian dari pengembangan sport tourism di Jateng.

“Kegiatan ini bagian dari sport tourism yang dikembangkan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah,” ucapnya dalam konferensi pers di Purwokerto pada Sabtu, 16 Mei 2026 malam.

Ia mengatakan, event lari juga menjadi sarana untuk mengajak masyarakat hidup sehat. Di sisi lain, kehadiran pelari dari luar daerah diharapkan mampu meningkatkan kunjungan ke Purwokerto.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Jateng, salah satunya ditopang sektor konsumsi. Oleh karena itu, kegiatan yang mampu mendatangkan orang dari luar daerah dinilai penting untuk mendorong perputaran ekonomi wilayah.

“Minimal mereka menginap di hotel, makan, dan harapannya berbelanja untuk UMKM di Purwokerto,” ujarnya.

Ia berharap, momentum long weekend (libur panjang) ini membuat pelari dan pendampingnya tidak hanya tinggal sehari di Purwokerto, tetapi bisa beberapa hari tinggal. Dengan demikian, dampak terhadap hunian hotel, kuliner, UMKM, dan destinasi wisata bisa lebih besar.

Terkait target rekor MURI cheering terbanyak, Sekda menyambut baik konsep tersebut. Ia mengatakan, salah satu daya tarik event lari bagi pelari adalah respons masyarakat di sepanjang rute.

Menurutnya, keramahan warga dan sambutan yang meriah akan memberi kesan kuat bagi peserta. Oleh karena itu, pelibatan masyarakat dalam cheering menjadi bagian penting dari pengalaman Purwokerto Half Marathon.

Dengan banyaknya titik cheering, Sekda berharap masyarakat merasa memiliki Purwokerto Half Marathon. Event tersebut tidak hanya menjadi milik panitia dan pelari, tetapi juga menjadi gawe bersama warga Purwokerto.

Selain rekor cheering terbanyak, penyelenggara juga menyiapkan pemecahan rekor MURI edukasi pelari terbanyak tentang perlindungan konsumen. Edukasi tersebut dikemas melalui kampanye Run From Scam.

Sekda mengatakan, edukasi perlindungan konsumen penting, karena transaksi masyarakat saat ini semakin banyak menggunakan layanan digital. Tak hanya itu, risiko penipuan atau scam juga terus meningkat.

“Sekarang transaksi perbankan sudah menggunakan digitalisasi. Berbagai scam banyak terjadi. Edukasi ini sangat penting agar masyarakat tidak mudah merespons komunikasi yang masuk ke handphone,” ujarnya.

Ia mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati ketika menerima telepon atau pesan dari nomor tidak dikenal. Menurutnya, penipuan digital kerap terjadi saat korban lengah.

“Kadang masyarakat terlalu mudah dibujuk karena tidak paham. Biasanya juga terjadi di momentum kita lagi blank, jam 12 malam atau jam 1 malam,” katanya.

Sementara dari sisi ekonomi, Pemprov Jateng berharap perputaran uang dari Purwokerto Half Marathon 2026 meningkat dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya. Pada tahun 2024, perputaran ekonomi mencapai sekitar Rp6,4 miliar, lalu naik menjadi Rp8,5 miliar pada 2025.

“Tahun 2026 ini harapannya menjadi Rp10 miliar. Mudah-mudahan berhasil, bahkan lebih dari itu,” ucap Sekda.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata Kabupaten Banyumas, Junaidi, mengatakan Banyumas bangga karena Purwokerto Half Marathon akhirnya kembali terselenggara untuk ketiga kalinya.

“Kami berharap half marathon bisa memberikan manfaat bagi Kabupaten Banyumas,” katanya.

Menurutnya, penyelenggaraan tahun ini disiapkan melalui kolaborasi berbagai pihak, baik pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, panitia, maupun stakeholder terkait.

Race Director Purwokerto Half Marathon 2026, Ronny Yuliananto Kurniawan, mengatakan bahwa kesiapan penyelenggaraan acara berjalan baik berkat dukungan dari berbagai pihak.

“Kesiapan semuanya berjalan dengan baik berkat dukungan seluruh stakeholder dari provinsi maupun kabupaten, termasuk dukungan pengamanan,” katanya.

Harapannya, Purwokerto Half Marathon 2026 memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. Salah satunya melalui rencana pemecahan rekor MURI cheering terbanyak.

“Harapannya, event ini dapat memberi manfaat maksimal bagi masyarakat, termasuk nanti insyaallah ada pemecahan rekor MURI untuk cheering terbanyak,” ujarnya.

Ia menyebut, saat ini sudah ada 70 kelompok cheering yang terdaftar untuk memeriahkan rute Purwokerto Half Marathon. Jumlah itu belum termasuk masyarakat umum yang akan menonton di sepanjang lintasan.

Peserta tahun ini totalnya sebanyak 6.000 orang, terdiri dari 2.000 pelari kategori half marathon 21K, 1.750 pelari 10K, 2.000 pelari 5K, dan 250 peserta 3K fun run.

Dengan target dua rekor MURI tersebut, Purwokerto Half Marathon 2026 diharapkan tidak hanya menjadi kompetisi lari, tetapi juga ruang promosi sport tourism, budaya, edukasi digital, dan penggerak ekonomi lokal Banyumas.


Bagikan :

BANYUMAS — Sebanyak 6.000 pelari akan meramaikan ajang Purwokerto Half Marathon 2026 pada Minggu, 17 Mei 2026 pagi. Ajang lari yang digelar di Kabupaten Banyumas itu juga diproyeksikan menjadi pengungkit sport tourism (pariwisata olahraga) dan ekonomi lokal.

Bahkan, gelaran tersebut membidik dua rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), yaitu ajang lari dengan cheering terbanyak dan edukasi pelari terbanyak tentang perlindungan konsumen melalui kampanye Run From Scam.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, mengatakan, Purwokerto Half Marathon tidak hanya menjadi agenda olahraga, tetapi juga bagian dari pengembangan sport tourism di Jateng.

“Kegiatan ini bagian dari sport tourism yang dikembangkan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah,” ucapnya dalam konferensi pers di Purwokerto pada Sabtu, 16 Mei 2026 malam.

Ia mengatakan, event lari juga menjadi sarana untuk mengajak masyarakat hidup sehat. Di sisi lain, kehadiran pelari dari luar daerah diharapkan mampu meningkatkan kunjungan ke Purwokerto.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Jateng, salah satunya ditopang sektor konsumsi. Oleh karena itu, kegiatan yang mampu mendatangkan orang dari luar daerah dinilai penting untuk mendorong perputaran ekonomi wilayah.

“Minimal mereka menginap di hotel, makan, dan harapannya berbelanja untuk UMKM di Purwokerto,” ujarnya.

Ia berharap, momentum long weekend (libur panjang) ini membuat pelari dan pendampingnya tidak hanya tinggal sehari di Purwokerto, tetapi bisa beberapa hari tinggal. Dengan demikian, dampak terhadap hunian hotel, kuliner, UMKM, dan destinasi wisata bisa lebih besar.

Terkait target rekor MURI cheering terbanyak, Sekda menyambut baik konsep tersebut. Ia mengatakan, salah satu daya tarik event lari bagi pelari adalah respons masyarakat di sepanjang rute.

Menurutnya, keramahan warga dan sambutan yang meriah akan memberi kesan kuat bagi peserta. Oleh karena itu, pelibatan masyarakat dalam cheering menjadi bagian penting dari pengalaman Purwokerto Half Marathon.

Dengan banyaknya titik cheering, Sekda berharap masyarakat merasa memiliki Purwokerto Half Marathon. Event tersebut tidak hanya menjadi milik panitia dan pelari, tetapi juga menjadi gawe bersama warga Purwokerto.

Selain rekor cheering terbanyak, penyelenggara juga menyiapkan pemecahan rekor MURI edukasi pelari terbanyak tentang perlindungan konsumen. Edukasi tersebut dikemas melalui kampanye Run From Scam.

Sekda mengatakan, edukasi perlindungan konsumen penting, karena transaksi masyarakat saat ini semakin banyak menggunakan layanan digital. Tak hanya itu, risiko penipuan atau scam juga terus meningkat.

“Sekarang transaksi perbankan sudah menggunakan digitalisasi. Berbagai scam banyak terjadi. Edukasi ini sangat penting agar masyarakat tidak mudah merespons komunikasi yang masuk ke handphone,” ujarnya.

Ia mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati ketika menerima telepon atau pesan dari nomor tidak dikenal. Menurutnya, penipuan digital kerap terjadi saat korban lengah.

“Kadang masyarakat terlalu mudah dibujuk karena tidak paham. Biasanya juga terjadi di momentum kita lagi blank, jam 12 malam atau jam 1 malam,” katanya.

Sementara dari sisi ekonomi, Pemprov Jateng berharap perputaran uang dari Purwokerto Half Marathon 2026 meningkat dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya. Pada tahun 2024, perputaran ekonomi mencapai sekitar Rp6,4 miliar, lalu naik menjadi Rp8,5 miliar pada 2025.

“Tahun 2026 ini harapannya menjadi Rp10 miliar. Mudah-mudahan berhasil, bahkan lebih dari itu,” ucap Sekda.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata Kabupaten Banyumas, Junaidi, mengatakan Banyumas bangga karena Purwokerto Half Marathon akhirnya kembali terselenggara untuk ketiga kalinya.

“Kami berharap half marathon bisa memberikan manfaat bagi Kabupaten Banyumas,” katanya.

Menurutnya, penyelenggaraan tahun ini disiapkan melalui kolaborasi berbagai pihak, baik pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, panitia, maupun stakeholder terkait.

Race Director Purwokerto Half Marathon 2026, Ronny Yuliananto Kurniawan, mengatakan bahwa kesiapan penyelenggaraan acara berjalan baik berkat dukungan dari berbagai pihak.

“Kesiapan semuanya berjalan dengan baik berkat dukungan seluruh stakeholder dari provinsi maupun kabupaten, termasuk dukungan pengamanan,” katanya.

Harapannya, Purwokerto Half Marathon 2026 memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. Salah satunya melalui rencana pemecahan rekor MURI cheering terbanyak.

“Harapannya, event ini dapat memberi manfaat maksimal bagi masyarakat, termasuk nanti insyaallah ada pemecahan rekor MURI untuk cheering terbanyak,” ujarnya.

Ia menyebut, saat ini sudah ada 70 kelompok cheering yang terdaftar untuk memeriahkan rute Purwokerto Half Marathon. Jumlah itu belum termasuk masyarakat umum yang akan menonton di sepanjang lintasan.

Peserta tahun ini totalnya sebanyak 6.000 orang, terdiri dari 2.000 pelari kategori half marathon 21K, 1.750 pelari 10K, 2.000 pelari 5K, dan 250 peserta 3K fun run.

Dengan target dua rekor MURI tersebut, Purwokerto Half Marathon 2026 diharapkan tidak hanya menjadi kompetisi lari, tetapi juga ruang promosi sport tourism, budaya, edukasi digital, dan penggerak ekonomi lokal Banyumas.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu