Follow Us :              

Sinergi dengan Pemprov Jateng, KKN Undip Bantu Verifikasi Data Penerima Bansos

  28 August 2025  |   13:00:00  |   dibaca : 293 
Kategori :
Bagikan :


Sinergi dengan Pemprov Jateng, KKN Undip Bantu Verifikasi Data Penerima Bansos

28 August 2025 | 13:00:00 | dibaca : 293
Kategori :
Bagikan :

Foto : Medianto (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Medianto (Humas Jateng)

SEMARANG - Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, memberikan kepercayaan kepada 4 ribu mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Diponegoro (Undip) Semarang untuk memantau data sosial di desa-desa.  

Dalam pelaksanaannya, para mahasiswa akan melakukan pemetaan dan pengecekan daftar penerima bantuan yang ada di Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dengan kondisi masyarakat yang sebenarnya. Kegiatan ini sebagai salah satu upaya untuk memastikan penerima manfaat program sosial sudah tepat sasaran.

"Kami masih butuh anak-anak muda yang melek dengan teknologi. Salah satunya untuk melakukan pendataan,” ucap Wagub dalam acara Gelar Karya Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Tahun Akademik 2024/2025 di Gedung Muladi Dome, Universitas Diponegoro Semarang pada Kamis, 28 Agustus 2025. 

Diketahui, data yang ada di DTSEN setiap bulannya bisa diubah. Maka dari itu, apabila ditemukan warga yang sudah tidak dalam kondisi miskin, maka bisa dikeluarkan dari data tersebut. Dalam hal ini, mahasiswa berperan untuk membantu verifikasi dan validasi data di kantor pemerintah desa setempat.

“(Warga) yang belum masuk (pendataan) juga harus dimasukkan. Nah, ini kita butuh orang-orang yang melek teknologi dan itu banyak dari kampus," ujar Wagub.

Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan terima kasih kepada Undip yang sudah bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Jateng dalam merealisasikan program KKN Tematik. 

Rektor Undip, Suharnomo, mengatakan bahwa program KKN Tematik merupakan salah satu bentuk komitmen dari kampusnya untuk mendukung program-program Pemprov Jateng. 

"Untuk tema KKN Tematik, kami sesuaikan dengan kebutuhan lokal yang ada di pemerintahan kabupaten/kota dengan keahlian yang kami miliki. Jadi, kombinasi antara dosen, guru besar, dan mahasiswa. Mudah-mudahan keahlian lintas ilmu ini bisa lebih baik implementasinya," katanya.

Ia menyampaikan, pemilihan tema KKN Tematik disesuaikan dengan kebutuhan daerah yang dituju. Ada yang berfokus pada tema kesehatan, seperti stunting, kemudian ada perencanaan wilayah kota, pendidikan, isu sampah, dan lainnya. 

"Saya rasa, kita mulai (dengan) hal-hal yang lebih spesifik, yang dibutuhkan oleh masyarakat," ucapnya.


Bagikan :

SEMARANG - Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, memberikan kepercayaan kepada 4 ribu mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Diponegoro (Undip) Semarang untuk memantau data sosial di desa-desa.  

Dalam pelaksanaannya, para mahasiswa akan melakukan pemetaan dan pengecekan daftar penerima bantuan yang ada di Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dengan kondisi masyarakat yang sebenarnya. Kegiatan ini sebagai salah satu upaya untuk memastikan penerima manfaat program sosial sudah tepat sasaran.

"Kami masih butuh anak-anak muda yang melek dengan teknologi. Salah satunya untuk melakukan pendataan,” ucap Wagub dalam acara Gelar Karya Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Tahun Akademik 2024/2025 di Gedung Muladi Dome, Universitas Diponegoro Semarang pada Kamis, 28 Agustus 2025. 

Diketahui, data yang ada di DTSEN setiap bulannya bisa diubah. Maka dari itu, apabila ditemukan warga yang sudah tidak dalam kondisi miskin, maka bisa dikeluarkan dari data tersebut. Dalam hal ini, mahasiswa berperan untuk membantu verifikasi dan validasi data di kantor pemerintah desa setempat.

“(Warga) yang belum masuk (pendataan) juga harus dimasukkan. Nah, ini kita butuh orang-orang yang melek teknologi dan itu banyak dari kampus," ujar Wagub.

Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan terima kasih kepada Undip yang sudah bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Jateng dalam merealisasikan program KKN Tematik. 

Rektor Undip, Suharnomo, mengatakan bahwa program KKN Tematik merupakan salah satu bentuk komitmen dari kampusnya untuk mendukung program-program Pemprov Jateng. 

"Untuk tema KKN Tematik, kami sesuaikan dengan kebutuhan lokal yang ada di pemerintahan kabupaten/kota dengan keahlian yang kami miliki. Jadi, kombinasi antara dosen, guru besar, dan mahasiswa. Mudah-mudahan keahlian lintas ilmu ini bisa lebih baik implementasinya," katanya.

Ia menyampaikan, pemilihan tema KKN Tematik disesuaikan dengan kebutuhan daerah yang dituju. Ada yang berfokus pada tema kesehatan, seperti stunting, kemudian ada perencanaan wilayah kota, pendidikan, isu sampah, dan lainnya. 

"Saya rasa, kita mulai (dengan) hal-hal yang lebih spesifik, yang dibutuhkan oleh masyarakat," ucapnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu