Follow Us :              

Kolaborasi Pemprov Jateng dan SCU, Kembangkan Berbagai Inovasi dan Tuntaskan Masalah Kemiskinan

  22 September 2025  |   14:00:00  |   dibaca : 339 
Kategori :
Bagikan :

Kolaborasi Pemprov Jateng dan SCU, Kembangkan Berbagai Inovasi dan Tuntaskan Masalah Kemiskinan

22 September 2025 | 14:00:00 | dibaca : 339
Kategori :
Bagikan :

Foto : Gholib (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu
Kolaborasi Pemprov Jateng dan SCU, Kembangkan Berbagai Inovasi dan Tuntaskan Masalah Kemiskinan
Kolaborasi Pemprov Jateng dan SCU, Kembangkan Berbagai Inovasi dan Tuntaskan Masalah Kemiskinan
Kolaborasi Pemprov Jateng dan SCU, Kembangkan Berbagai Inovasi dan Tuntaskan Masalah Kemiskinan
Kolaborasi Pemprov Jateng dan SCU, Kembangkan Berbagai Inovasi dan Tuntaskan Masalah Kemiskinan
Kolaborasi Pemprov Jateng dan SCU, Kembangkan Berbagai Inovasi dan Tuntaskan Masalah Kemiskinan

Foto : Gholib (Humas Jateng)

SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berkomitmen untuk berkolaborasi dengan Soegijapranata Catholic University (SCU) guna menuntaskan persoalan kemiskinan di wilayahnya. 

Rektor SCU, Robertus Setiawan Aji Nugroho, mengatakan kerja sama antara kampusnya dengan Pemprov Jateng sudah terjalin sejak lama. Hal ini diwujudkan dalam bentuk pengabdian masyarakat, penelitian, pengembangan inovasi, hingga upaya penuntasan kemiskinan.

Tak hanya itu, SCU tentunya juga mendukung program-program prioritas yang digagas oleh Gubernur Jateng, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., dan Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen.

"Salah satunya KKN (Kuliah Kerja Nyata) yang rutin kami laksanakan, ada juga inovasi rumah apung di Demak untuk mengatasi rob, kemudian kami juga melakukan sensus RTLH (Rumah Tidak Layak Huni) dan stunting,” ucapnya saat beraudiensi dengan Gubernur di Kota Semarang pada Senin, 22 September 2025. 

Ia menyampaikan, berbagai program yang dilaksanakan merupakan bentuk dukungan dari SCU untuk Pemprov Jateng. Saat ini, sudah ada sebanyak 29 program yang siap diberikan SCU untuk Jawa Tengah. 

Terkait inovasi rumah apung, Robertus menjelaskan sudah ada 2 prototipe/model yang dimanfaatkan oleh masyarakat terdampak rob di Kabupaten Demak. Rencananya, unit rumah apung akan ditambah melalui kerja sama dengan Pemprov Jateng dan Pemerintah Kabupaten Demak.

"Prototipe yang sudah dihuni ada 2 unit, ini akan dikembangkan lagi. Kami yang buat desainnya, Bupati bilang akan mengembangkan menjadi 8 unit," jelasnya.

Selain itu, SCU juga memiliki beberapa program untuk mendukung program prioritas Gubernur dan Wagub Jateng, di antaranya desa binaan yang sudah ada di Demak, Limbangan Kendal, dan Kabupaten Semarang, serta program kerja sama dengan Gema Perhutanan Sosial di Jawa Tengah.

Nantinya, Pemprov Jateng dan SCU juga akan bekerja sama untuk memberikan beasiswa kepada anak-anak dari keluarga miskin dan miskin esktrem. Program itu dikemas dalam kegiatan Soegija Care yang akan segera diluncurkan dalam waktu dekat.

"Kami sangat menyambut baik apa yang menjadi komitmen Gubernur terkait dengan beasiswa bagi masyarakat miskin. Kami memiliki program beasiswa untuk masyarakat tidak mampu. Harapannya dapat menuntaskan kemiskinan mereka. Kami akan koordinasi dengan Pemprov. Ini sesuatu yang klik antara Pemprov Jateng dan kami di kampus SCU," ucap Rektor SCU.

Pada kesempatan itu, Gubernur Jateng, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., mengatakan, kerja sama antara perguruan tinggi dengan pemerintah provinsi merupakan bentuk collaborative governance atau tata kelola pemerintahan yang melibatkan semua pihak untuk mencapai tujuan bersama.

Saat ini, Pemprov Jateng sudah menggandeng perguruan tinggi di wilayahnya untuk mengeksplorasi pembangunan daerah, menyelesaikan banyak persoalan, mengembangkan berbagai inovasi, dan sebagainya.

Kolaborasi ini dibuktikan dengan adanya penandatanganan kerja sama antara Pemprov Jateng bersama 44 rektor perguruan tinggi di provinsi ini. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan jumlah perguruan tinggi yang bekerja sama akan bertambah, seiring dengan adanya komitmen dari perguruan tinggi untuk ikut memberikan sumbangsih dalam membangun Jawa Tengah.

"Kami rangkul semua untuk kegiatan eksplorasi dan inovasi. Salah satu yang bagus itu KKN tematik, karena bisa sesuai dengan kebutuhan daerah. Satu lagi lewat desa binaan untuk mengawal kemiskinan," kata Gubernur.


Bagikan :

SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berkomitmen untuk berkolaborasi dengan Soegijapranata Catholic University (SCU) guna menuntaskan persoalan kemiskinan di wilayahnya. 

Rektor SCU, Robertus Setiawan Aji Nugroho, mengatakan kerja sama antara kampusnya dengan Pemprov Jateng sudah terjalin sejak lama. Hal ini diwujudkan dalam bentuk pengabdian masyarakat, penelitian, pengembangan inovasi, hingga upaya penuntasan kemiskinan.

Tak hanya itu, SCU tentunya juga mendukung program-program prioritas yang digagas oleh Gubernur Jateng, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., dan Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen.

"Salah satunya KKN (Kuliah Kerja Nyata) yang rutin kami laksanakan, ada juga inovasi rumah apung di Demak untuk mengatasi rob, kemudian kami juga melakukan sensus RTLH (Rumah Tidak Layak Huni) dan stunting,” ucapnya saat beraudiensi dengan Gubernur di Kota Semarang pada Senin, 22 September 2025. 

Ia menyampaikan, berbagai program yang dilaksanakan merupakan bentuk dukungan dari SCU untuk Pemprov Jateng. Saat ini, sudah ada sebanyak 29 program yang siap diberikan SCU untuk Jawa Tengah. 

Terkait inovasi rumah apung, Robertus menjelaskan sudah ada 2 prototipe/model yang dimanfaatkan oleh masyarakat terdampak rob di Kabupaten Demak. Rencananya, unit rumah apung akan ditambah melalui kerja sama dengan Pemprov Jateng dan Pemerintah Kabupaten Demak.

"Prototipe yang sudah dihuni ada 2 unit, ini akan dikembangkan lagi. Kami yang buat desainnya, Bupati bilang akan mengembangkan menjadi 8 unit," jelasnya.

Selain itu, SCU juga memiliki beberapa program untuk mendukung program prioritas Gubernur dan Wagub Jateng, di antaranya desa binaan yang sudah ada di Demak, Limbangan Kendal, dan Kabupaten Semarang, serta program kerja sama dengan Gema Perhutanan Sosial di Jawa Tengah.

Nantinya, Pemprov Jateng dan SCU juga akan bekerja sama untuk memberikan beasiswa kepada anak-anak dari keluarga miskin dan miskin esktrem. Program itu dikemas dalam kegiatan Soegija Care yang akan segera diluncurkan dalam waktu dekat.

"Kami sangat menyambut baik apa yang menjadi komitmen Gubernur terkait dengan beasiswa bagi masyarakat miskin. Kami memiliki program beasiswa untuk masyarakat tidak mampu. Harapannya dapat menuntaskan kemiskinan mereka. Kami akan koordinasi dengan Pemprov. Ini sesuatu yang klik antara Pemprov Jateng dan kami di kampus SCU," ucap Rektor SCU.

Pada kesempatan itu, Gubernur Jateng, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., mengatakan, kerja sama antara perguruan tinggi dengan pemerintah provinsi merupakan bentuk collaborative governance atau tata kelola pemerintahan yang melibatkan semua pihak untuk mencapai tujuan bersama.

Saat ini, Pemprov Jateng sudah menggandeng perguruan tinggi di wilayahnya untuk mengeksplorasi pembangunan daerah, menyelesaikan banyak persoalan, mengembangkan berbagai inovasi, dan sebagainya.

Kolaborasi ini dibuktikan dengan adanya penandatanganan kerja sama antara Pemprov Jateng bersama 44 rektor perguruan tinggi di provinsi ini. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan jumlah perguruan tinggi yang bekerja sama akan bertambah, seiring dengan adanya komitmen dari perguruan tinggi untuk ikut memberikan sumbangsih dalam membangun Jawa Tengah.

"Kami rangkul semua untuk kegiatan eksplorasi dan inovasi. Salah satu yang bagus itu KKN tematik, karena bisa sesuai dengan kebutuhan daerah. Satu lagi lewat desa binaan untuk mengawal kemiskinan," kata Gubernur.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu