Follow Us :              

Peringatan Hari Santri Nasional 2025, Gubernur dan Wagub Luncurkan Program Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren

  21 October 2025  |   20:00:00  |   dibaca : 896 
Kategori :
Bagikan :

Peringatan Hari Santri Nasional 2025, Gubernur dan Wagub Luncurkan Program Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren

21 October 2025 | 20:00:00 | dibaca : 896
Kategori :
Bagikan :

Foto : Tim Humas (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu
Peringatan Hari Santri Nasional 2025, Gubernur dan Wagub Luncurkan Program Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren
Peringatan Hari Santri Nasional 2025, Gubernur dan Wagub Luncurkan Program Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren
Peringatan Hari Santri Nasional 2025, Gubernur dan Wagub Luncurkan Program Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren
Peringatan Hari Santri Nasional 2025, Gubernur dan Wagub Luncurkan Program Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren
Peringatan Hari Santri Nasional 2025, Gubernur dan Wagub Luncurkan Program Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren

Foto : Tim Humas (Humas Jateng)

KUDUS - Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., dan Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen, meluncurkan program Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren Tahun 2026. Peluncuran ini dilakukan bersamaan dengan acara Jateng Bersholawat dalam rangka peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2025 di Alun-alun Kabupaten Kudus pada Selasa, 21 Oktober 2025 malam.

"Malam ini, dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, Provinsi Jawa Tengah me-launching program prioritas, bahwa santri pesantren berikut pengasuhnya akan mendapatkan beasiswa dari provinsi," ucap Gubernur didampingi Wagub saat meluncurkan program.

Sebagai informasi, program Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren merupakan bentuk komitmen Pemerintah Provinsi Jateng dalam meningkatkan kualitas sumber daya santri dan pengasuh pesantren, serta melahirkan santri profesional yang cakap dalam ilmu agama, sekaligus unggul dalam berbagai bidang strategis.

Program ini bekerja sama dengan Lembaga Fasilitasi dan Sinergitas Pesantren (LFSP), yakni lembaga yang beranggotakan para kiai, pengasuh pesantren, serta intelektual Islam yang memiliki kepedulian terhadap penguatan pendidikan pesantren. LFSP berperan penting dalam memfasilitasi berbagai program Pemprov Jateng yang berkaitan dengan dunia pesantren, termasuk seleksi dan pendampingan penerima beasiswa.

Jenis program beasiswa yang diberikan, antara lain beasiswa S1 dalam negeri berupa biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) semester 1-8 di universitas yang ada di Jawa Tengah. Adapun jurusan/bidangnya, meliputi kedokteran, pertanian, sains, teknologi, teknik, matematika, dan keislaman.

Berikutnya, beasiswa pendidikan vokasi dan S1 luar negeri di bidang sains dan teknologi (saintek). Negara tujuannya, antara lain Turki, India, Jepang, Korea Selatan, dan Cina. Fasilitas yang diberikan berupa biaya kuliah, biaya hidup, visa, asuransi, dan tiket pulang pergi (PP).

Selain itu, ada beasiswa S1 luar negeri untuk double degree jurusan saintek dan S1 luar negeri bidang keislaman. Kemudian, beasiswa S2 dalam Negeri untuk bidang keislaman, humaniora, dan saintek.

"Beasiswa tidak hanya (untuk) pendidikan formal di dalam negeri, tetapi (juga) di luar negeri. Dengan program yang namanya Pesantren Obah, 5.570 pesantren di Jawa Tengah akan kita openi (perhatikan)," ucap Gubernur.

Program beasiswa santri merupakan realisasi dari salah satu program prioritas Pemprov Jateng periode 2025–2030, yakni Pesantren Obah yang bertujuan untuk mendukung pesantren agar mereka bisa mandiri dan berdaya saing tinggi. Program Pesantren Obah membentuk pesantren tidak hanya sebagai pusat pendidikan akhlak dan spiritual, tetapi juga pusat inovasi, ilmu pengetahuan, dan kemandirian ekonomi umat.

"Pesantren Obah yang kita lakukan di Provinsi Jawa Tengah, akan memberikan berkah kepada para santri, karena pesantren tidak hanya tempat pendidikan, tetapi juga tempat untuk berdakwah. Pesantren juga mempunyai daya sosial dalam menciptakan santri yang bisa bermasyarakat, apalagi menjadi garda terdepan dalam rangka pembangunan," ujar Gubernur.

Terkait gelaran Jateng Bersholawat, kegiatan ini merupakan agenda rutin dari Pemprov Jateng. Khusus malam ini, acara ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2025 yang menghadirkan Habib Ali Zaenal Abidin Assegaf dan Muhammad Iqdam Kholid (Gus Iqdam).

Gubernur menilai, Hari Santri Nasional yang diperingati setiap tanggal 22 Oktober merupakan momentum dan penghargaan bagi para santri yang terus memberikan kontribusi serta menjadi garda terdepan dan benteng terakhir dalam membela Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Resolusi jihad tanggal 22 Oktober 1945, di mana para kiai dan para santri telah membela tanah air dengan tetesan darah dan perjuangan. Tidak salah kalau hari ini kita memperingati hari santri dengan berselawat," katanya.

Dalam acara Jateng Berselawat tersebut, Gubernur juga menyerahkan bantuan prestasi senilai Rp150 juta untuk kafilah Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) Provinsi Jawa Tengah yang meraih juara dua.

Adapun acara Jateng Bersholawat juga dihadiri oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jateng, Sumarno; Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jateng, dan seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Provinsi Jateng. Hadir pula sejumlah bupati, antara lain Bupati dan Wakil Bupati Kudus selaku tuan rumah, Bupati Pati, Bupati Jepara, Bupati Blora, Bupati Kendal, Bupati Sukoharjo, dan perwakilan dari bupati daerah lainnya.


Bagikan :

KUDUS - Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., dan Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen, meluncurkan program Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren Tahun 2026. Peluncuran ini dilakukan bersamaan dengan acara Jateng Bersholawat dalam rangka peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2025 di Alun-alun Kabupaten Kudus pada Selasa, 21 Oktober 2025 malam.

"Malam ini, dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, Provinsi Jawa Tengah me-launching program prioritas, bahwa santri pesantren berikut pengasuhnya akan mendapatkan beasiswa dari provinsi," ucap Gubernur didampingi Wagub saat meluncurkan program.

Sebagai informasi, program Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren merupakan bentuk komitmen Pemerintah Provinsi Jateng dalam meningkatkan kualitas sumber daya santri dan pengasuh pesantren, serta melahirkan santri profesional yang cakap dalam ilmu agama, sekaligus unggul dalam berbagai bidang strategis.

Program ini bekerja sama dengan Lembaga Fasilitasi dan Sinergitas Pesantren (LFSP), yakni lembaga yang beranggotakan para kiai, pengasuh pesantren, serta intelektual Islam yang memiliki kepedulian terhadap penguatan pendidikan pesantren. LFSP berperan penting dalam memfasilitasi berbagai program Pemprov Jateng yang berkaitan dengan dunia pesantren, termasuk seleksi dan pendampingan penerima beasiswa.

Jenis program beasiswa yang diberikan, antara lain beasiswa S1 dalam negeri berupa biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) semester 1-8 di universitas yang ada di Jawa Tengah. Adapun jurusan/bidangnya, meliputi kedokteran, pertanian, sains, teknologi, teknik, matematika, dan keislaman.

Berikutnya, beasiswa pendidikan vokasi dan S1 luar negeri di bidang sains dan teknologi (saintek). Negara tujuannya, antara lain Turki, India, Jepang, Korea Selatan, dan Cina. Fasilitas yang diberikan berupa biaya kuliah, biaya hidup, visa, asuransi, dan tiket pulang pergi (PP).

Selain itu, ada beasiswa S1 luar negeri untuk double degree jurusan saintek dan S1 luar negeri bidang keislaman. Kemudian, beasiswa S2 dalam Negeri untuk bidang keislaman, humaniora, dan saintek.

"Beasiswa tidak hanya (untuk) pendidikan formal di dalam negeri, tetapi (juga) di luar negeri. Dengan program yang namanya Pesantren Obah, 5.570 pesantren di Jawa Tengah akan kita openi (perhatikan)," ucap Gubernur.

Program beasiswa santri merupakan realisasi dari salah satu program prioritas Pemprov Jateng periode 2025–2030, yakni Pesantren Obah yang bertujuan untuk mendukung pesantren agar mereka bisa mandiri dan berdaya saing tinggi. Program Pesantren Obah membentuk pesantren tidak hanya sebagai pusat pendidikan akhlak dan spiritual, tetapi juga pusat inovasi, ilmu pengetahuan, dan kemandirian ekonomi umat.

"Pesantren Obah yang kita lakukan di Provinsi Jawa Tengah, akan memberikan berkah kepada para santri, karena pesantren tidak hanya tempat pendidikan, tetapi juga tempat untuk berdakwah. Pesantren juga mempunyai daya sosial dalam menciptakan santri yang bisa bermasyarakat, apalagi menjadi garda terdepan dalam rangka pembangunan," ujar Gubernur.

Terkait gelaran Jateng Bersholawat, kegiatan ini merupakan agenda rutin dari Pemprov Jateng. Khusus malam ini, acara ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2025 yang menghadirkan Habib Ali Zaenal Abidin Assegaf dan Muhammad Iqdam Kholid (Gus Iqdam).

Gubernur menilai, Hari Santri Nasional yang diperingati setiap tanggal 22 Oktober merupakan momentum dan penghargaan bagi para santri yang terus memberikan kontribusi serta menjadi garda terdepan dan benteng terakhir dalam membela Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Resolusi jihad tanggal 22 Oktober 1945, di mana para kiai dan para santri telah membela tanah air dengan tetesan darah dan perjuangan. Tidak salah kalau hari ini kita memperingati hari santri dengan berselawat," katanya.

Dalam acara Jateng Berselawat tersebut, Gubernur juga menyerahkan bantuan prestasi senilai Rp150 juta untuk kafilah Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) Provinsi Jawa Tengah yang meraih juara dua.

Adapun acara Jateng Bersholawat juga dihadiri oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jateng, Sumarno; Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jateng, dan seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Provinsi Jateng. Hadir pula sejumlah bupati, antara lain Bupati dan Wakil Bupati Kudus selaku tuan rumah, Bupati Pati, Bupati Jepara, Bupati Blora, Bupati Kendal, Bupati Sukoharjo, dan perwakilan dari bupati daerah lainnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu