Follow Us :              

Terima Semua Aduan Masyarakat, Gubernur Luncurkan Rumah Rakyat di Tiga Daerah 

  30 October 2025  |   13:30:00  |   dibaca : 583 
Kategori :
Bagikan :


Terima Semua Aduan Masyarakat, Gubernur Luncurkan Rumah Rakyat di Tiga Daerah 

30 October 2025 | 13:30:00 | dibaca : 583
Kategori :
Bagikan :

Foto : Fajar (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Fajar (Humas Jateng)

SURAKARTA – Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., meluncurkan program Rumah Rakyat dan Aplikasi Super Apps Jateng Ngopeni Nglakoni (JNN) di Kantor Cabang Dinas Pendidikan VII, Pasar Kliwon, Surakarta pada Kamis, 30 Oktober 2025.

Sebelumnya, Kantor Gubernur Jateng yang berada di Jalan Pahlawan Kota Semarang sudah lebih dulu diluncurkan sebagai Rumah Rakyat. Kini, Rumah Rakyat ditambah di tiga daerah, yakni di Eks Kantor Badan Koordinasi Wilayah Pemerintahan dan Pembangunan (Bakorwil) Pati, Surakarta, dan Banyumas.  

Peluncuran dilakukan bersamaan dengan kegiatan “Gubernur Menyapa” yang digelar serentak di 3 Eks Bakorwil Surakarta, Pati, dan Banyumas yang mengikuti acara secara daring. 

Gubernur mengatakan, saat ini masyarakat bisa datang langsung menyampaikan aduan ke Rumah Rakyat tanpa harus jauh-jauh ke Semarang.

“Kantor Gubernur itu di Jalan Pahlawan Nomor 9, Semarang. Silakan datang bagi masyarakat sekitar Semarang, tetapi kalau yang di Solo, Sragen, Karanganyar, Boyolali, silakan ke Bakorwil sini. Mengadu apa saja boleh,” katanya. 

Ia menjelaskan, Rumah Rakyat dan aplikasi JNN menjadi wujud nyata kehadiran pemerintah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Kini, setiap bakorwil difungsikan sebagai pusat pengaduan masyarakat yang dibuka selama 1x24 jam, di mana setiap laporan wajib ditindaklanjuti.

“Kita buka selebar-lebarnya. Ini barometer pelayanan kita. Aduan yang masuk harus ditindaklanjuti dalam 24 jam,” tegasnya.

Program ini dirancang agar masyarakat di seluruh Jateng bisa mengakses layanan publik secara cepat dan terintegrasi.

Selain itu, Pemprov Jateng juga meluncurkan Aplikasi Super Jateng Ngopeni Nglakoni (JNN) atau sistem digital terintegrasi yang memuat kanal pengaduan, informasi publik, dan panggilan darurat 24 jam. Melalui aplikasi ini, warga bisa memantau status laporan, berkomunikasi dengan petugas, serta mengakses berbagai layanan publik dalam satu platform.

Sejak diluncurkan pada Mei-Oktober 2025, sistem JNN sudah mencatat lebih dari 9.300 aduan, dengan sebanyak kurang lebih 5.900 laporan sudah terselesaikan.

Gubernur menegaskan, semangat “Ngopeni–Nglakoni” harus menjadi budaya kerja seluruh aparatur sipil Negara (ASN) di Jateng.

“Pelayanan publik itu bukan cuma administrasi, tetapi soal empati. Pemerintah harus hadir, mendengarkan, dan menyelesaikan. Itulah makna ngopeni sekaligus nglakoni,” ujarnya.

Ia juga meminta seluruh ASN menjaga keterbukaan informasi agar masyarakat bisa memantau jalannya pemerintahan.

“Sekarang ini semua harus terbuka. Masyarakat bisa ngecek langsung, baik anggaran maupun program, karena birokrasi kita itu dari masyarakat, untuk masyarakat, demi kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Program Rumah Rakyat dan JNN dikembangkan secara kolaboratif oleh sejumlah perangkat daerah, bekerja sama dengan Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Jawa Tengah sebagai mitra strategis peningkatan pelayanan publik.

“Silakan datang. Rumah kalian yang di Solo ada di Bakorwil Surakarta, yang di Pati ada di Bakorwil Pati, yang di Cilacap dan sekitarnya di Banyumas. Pemerintah siap melayani kapan saja,” ucap Gubernur.


Bagikan :

SURAKARTA – Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., meluncurkan program Rumah Rakyat dan Aplikasi Super Apps Jateng Ngopeni Nglakoni (JNN) di Kantor Cabang Dinas Pendidikan VII, Pasar Kliwon, Surakarta pada Kamis, 30 Oktober 2025.

Sebelumnya, Kantor Gubernur Jateng yang berada di Jalan Pahlawan Kota Semarang sudah lebih dulu diluncurkan sebagai Rumah Rakyat. Kini, Rumah Rakyat ditambah di tiga daerah, yakni di Eks Kantor Badan Koordinasi Wilayah Pemerintahan dan Pembangunan (Bakorwil) Pati, Surakarta, dan Banyumas.  

Peluncuran dilakukan bersamaan dengan kegiatan “Gubernur Menyapa” yang digelar serentak di 3 Eks Bakorwil Surakarta, Pati, dan Banyumas yang mengikuti acara secara daring. 

Gubernur mengatakan, saat ini masyarakat bisa datang langsung menyampaikan aduan ke Rumah Rakyat tanpa harus jauh-jauh ke Semarang.

“Kantor Gubernur itu di Jalan Pahlawan Nomor 9, Semarang. Silakan datang bagi masyarakat sekitar Semarang, tetapi kalau yang di Solo, Sragen, Karanganyar, Boyolali, silakan ke Bakorwil sini. Mengadu apa saja boleh,” katanya. 

Ia menjelaskan, Rumah Rakyat dan aplikasi JNN menjadi wujud nyata kehadiran pemerintah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Kini, setiap bakorwil difungsikan sebagai pusat pengaduan masyarakat yang dibuka selama 1x24 jam, di mana setiap laporan wajib ditindaklanjuti.

“Kita buka selebar-lebarnya. Ini barometer pelayanan kita. Aduan yang masuk harus ditindaklanjuti dalam 24 jam,” tegasnya.

Program ini dirancang agar masyarakat di seluruh Jateng bisa mengakses layanan publik secara cepat dan terintegrasi.

Selain itu, Pemprov Jateng juga meluncurkan Aplikasi Super Jateng Ngopeni Nglakoni (JNN) atau sistem digital terintegrasi yang memuat kanal pengaduan, informasi publik, dan panggilan darurat 24 jam. Melalui aplikasi ini, warga bisa memantau status laporan, berkomunikasi dengan petugas, serta mengakses berbagai layanan publik dalam satu platform.

Sejak diluncurkan pada Mei-Oktober 2025, sistem JNN sudah mencatat lebih dari 9.300 aduan, dengan sebanyak kurang lebih 5.900 laporan sudah terselesaikan.

Gubernur menegaskan, semangat “Ngopeni–Nglakoni” harus menjadi budaya kerja seluruh aparatur sipil Negara (ASN) di Jateng.

“Pelayanan publik itu bukan cuma administrasi, tetapi soal empati. Pemerintah harus hadir, mendengarkan, dan menyelesaikan. Itulah makna ngopeni sekaligus nglakoni,” ujarnya.

Ia juga meminta seluruh ASN menjaga keterbukaan informasi agar masyarakat bisa memantau jalannya pemerintahan.

“Sekarang ini semua harus terbuka. Masyarakat bisa ngecek langsung, baik anggaran maupun program, karena birokrasi kita itu dari masyarakat, untuk masyarakat, demi kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Program Rumah Rakyat dan JNN dikembangkan secara kolaboratif oleh sejumlah perangkat daerah, bekerja sama dengan Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Jawa Tengah sebagai mitra strategis peningkatan pelayanan publik.

“Silakan datang. Rumah kalian yang di Solo ada di Bakorwil Surakarta, yang di Pati ada di Bakorwil Pati, yang di Cilacap dan sekitarnya di Banyumas. Pemerintah siap melayani kapan saja,” ucap Gubernur.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu