Follow Us :              

Dorong Ekonomi Hijau, Pabrik Pengelolaan Sampah Senilai USD 200 Juta Akan Dibangun di KEK Batang

  07 November 2025  |   18:30:00  |   dibaca : 1420 
Kategori :
Bagikan :

Dorong Ekonomi Hijau, Pabrik Pengelolaan Sampah Senilai USD 200 Juta Akan Dibangun di KEK Batang

07 November 2025 | 18:30:00 | dibaca : 1420
Kategori :
Bagikan :

Foto : Medianto (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu
Dorong Ekonomi Hijau, Pabrik Pengelolaan Sampah Senilai USD 200 Juta Akan Dibangun di KEK Batang
Dorong Ekonomi Hijau, Pabrik Pengelolaan Sampah Senilai USD 200 Juta Akan Dibangun di KEK Batang
Dorong Ekonomi Hijau, Pabrik Pengelolaan Sampah Senilai USD 200 Juta Akan Dibangun di KEK Batang
Dorong Ekonomi Hijau, Pabrik Pengelolaan Sampah Senilai USD 200 Juta Akan Dibangun di KEK Batang
Dorong Ekonomi Hijau, Pabrik Pengelolaan Sampah Senilai USD 200 Juta Akan Dibangun di KEK Batang

Foto : Medianto (Humas Jateng)

SEMARANG - Pabrik pengolahan sampah limbah plastik dan elektronik dengan nilai investasi mencapai USD 200 juta bakal dibangun di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang pada akhir tahun 2025. 

Rencana tersebut terungkap usai acara penandatanganan kerja sama PT Green Java Solution (Malaysia) dengan PT Maju Selaras Sejahtera (Indonesia) yang disaksikan langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, di Hotel Padma, Kota Semarang pada Jumat, 7 November 2025 malam.

Nantinya, kedua perusahaan akan berkolaborasi untuk membangun pabrik di atas lahan seluas 80 hektare di KEK Batang. 

Sekda menyampaikan, Pemprov Jateng menyambut baik adanya rencana tersebut. Menurutnya, hal ini akan menjadi pemicu bagi investor lain untuk menanamkan modal di Jawa Tengah, termasuk investor dari Malaysia. Terlebih, sudah ada fasilitas penerbangan langsung dari Kuala Lumpur ke Kota Semarang.

Harapannya, keberadaan industri pengelolaan sampah ini mampu membuat lingkungan lebih terjaga.  

"Kami juga berharap bisa menyerap banyak tenaga kerja," katanya.

Director PT Green Java Solution, Nicholas, mengatakan, pabrik tersebut akan mulai dibangun pada Desember 2025, sedangkan target operasionalnya dimulai pada Juni 2026. Pabrik ini diperkirakan mampu menyerap hingga 3.500 tenaga kerja.

Terkait kapasitas pengolahan, pihaknya terus menjalin komunikasi, khususnya dengan Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K. Harapannya, pabrik ini mampu mengelola limbah sampai 100 juta ton per tahunnya. 

"Kami berharap dapat dukungan dari Pak Gubernur Jawa Tengah," katanya.

Komisaris Utama PT Maju Selaras Sejahtera, Kukrit Suryo Wicaksono, mengatakan, hadirnya investasi dari perusahaan Malaysia tersebut bertujuan untuk menjalankan instruksi Gubernur Jateng usai dibukanya penerbangan langsung Kuala Lumpur-Semarang, serta rencana pembukaan rute penerbangan Semarang-Singapura.

"Tugas kita semaksimal mungkin ikut memajukan investasi, perdagangan dan juga tourism (pariwisata) di Jawa Tengah," ucapnya.

Adanya investasi dari Malaysia ini diharapkan mampu menopang pertumbuhan ekonomi Jateng, membuka lapangan pekerjaan, serta menarik investor lain untuk ikut berinvestasi di provinsi ini. 

Adapun dalam kerja sama tersebut, para pihak sepakat untuk mengembangkan langkah strategis jangka panjang dalam perencanaan induk, pembiayaan, konstruksi, operasional, dan penempatan PT Green Java Solution di Indonesia.

Kerja sama ini bertujuan untuk memposisikan kawasan industri sebagai pusat keunggulan daerah, terkait dengan teknologi lingkungan, pengurangan dan penghilangan karbon, pemulihan sumber daya, serta infrastruktur hijau yang selaras dengan konsep ESG (environmental, social, and governance), sekaligus berkontribusi pada tujuan pengelolaan sampah, dekarbonisasi, dan ekonomi sirkular nasional di Indonesia.


Bagikan :

SEMARANG - Pabrik pengolahan sampah limbah plastik dan elektronik dengan nilai investasi mencapai USD 200 juta bakal dibangun di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang pada akhir tahun 2025. 

Rencana tersebut terungkap usai acara penandatanganan kerja sama PT Green Java Solution (Malaysia) dengan PT Maju Selaras Sejahtera (Indonesia) yang disaksikan langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, di Hotel Padma, Kota Semarang pada Jumat, 7 November 2025 malam.

Nantinya, kedua perusahaan akan berkolaborasi untuk membangun pabrik di atas lahan seluas 80 hektare di KEK Batang. 

Sekda menyampaikan, Pemprov Jateng menyambut baik adanya rencana tersebut. Menurutnya, hal ini akan menjadi pemicu bagi investor lain untuk menanamkan modal di Jawa Tengah, termasuk investor dari Malaysia. Terlebih, sudah ada fasilitas penerbangan langsung dari Kuala Lumpur ke Kota Semarang.

Harapannya, keberadaan industri pengelolaan sampah ini mampu membuat lingkungan lebih terjaga.  

"Kami juga berharap bisa menyerap banyak tenaga kerja," katanya.

Director PT Green Java Solution, Nicholas, mengatakan, pabrik tersebut akan mulai dibangun pada Desember 2025, sedangkan target operasionalnya dimulai pada Juni 2026. Pabrik ini diperkirakan mampu menyerap hingga 3.500 tenaga kerja.

Terkait kapasitas pengolahan, pihaknya terus menjalin komunikasi, khususnya dengan Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K. Harapannya, pabrik ini mampu mengelola limbah sampai 100 juta ton per tahunnya. 

"Kami berharap dapat dukungan dari Pak Gubernur Jawa Tengah," katanya.

Komisaris Utama PT Maju Selaras Sejahtera, Kukrit Suryo Wicaksono, mengatakan, hadirnya investasi dari perusahaan Malaysia tersebut bertujuan untuk menjalankan instruksi Gubernur Jateng usai dibukanya penerbangan langsung Kuala Lumpur-Semarang, serta rencana pembukaan rute penerbangan Semarang-Singapura.

"Tugas kita semaksimal mungkin ikut memajukan investasi, perdagangan dan juga tourism (pariwisata) di Jawa Tengah," ucapnya.

Adanya investasi dari Malaysia ini diharapkan mampu menopang pertumbuhan ekonomi Jateng, membuka lapangan pekerjaan, serta menarik investor lain untuk ikut berinvestasi di provinsi ini. 

Adapun dalam kerja sama tersebut, para pihak sepakat untuk mengembangkan langkah strategis jangka panjang dalam perencanaan induk, pembiayaan, konstruksi, operasional, dan penempatan PT Green Java Solution di Indonesia.

Kerja sama ini bertujuan untuk memposisikan kawasan industri sebagai pusat keunggulan daerah, terkait dengan teknologi lingkungan, pengurangan dan penghilangan karbon, pemulihan sumber daya, serta infrastruktur hijau yang selaras dengan konsep ESG (environmental, social, and governance), sekaligus berkontribusi pada tujuan pengelolaan sampah, dekarbonisasi, dan ekonomi sirkular nasional di Indonesia.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu