Follow Us :              

Gencarkan Konsumsi Susu Lokal, Ribuan Pelari Ramaikan Susu Run Boyolali 2025 

  09 November 2025  |   05:00:00  |   dibaca : 391 
Kategori :
Bagikan :


Gencarkan Konsumsi Susu Lokal, Ribuan Pelari Ramaikan Susu Run Boyolali 2025 

09 November 2025 | 05:00:00 | dibaca : 391
Kategori :
Bagikan :

Foto : Sigit (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Sigit (Humas Jateng)

BOYOLALI – Sebanyak 1.600 pelari (runners) dari berbagai daerah turut meramaikan ajang lari bertajuk Susu Run Boyolali 2025 di Kabupaten Boyolali pada Minggu, 9 November 2025.

Kompetisi ini memiliki dua kategori, yaitu 5K dan 10K. Para peserta melewati rute-rute dengan pemandangan alam yang memesona dan menunjukkan ikon Boyolali, seperti Tugu Susu Tumpah, Tugu Jagung, Tugu Boulevard Soekarno, dan lainnya.

Gelaran Susu Run Boyolali 2025 memadukan pariwisata olahraga (sport tourism), sekaligus menggemakan kembali kejayaan susu sapi produksi peternak lokal.

Pada kesempatan itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, mengatakan, produk susu sapi lokal sudah menjadi merek dagang (trademark) Kabupaten Boyolali. Oleh karena itu, produk khas Boyolali itu perlu terus diperkenalkan dan dipertahankan.

"Mudah-mudahan dengan event seperti ini akan mengembalikan kejayaan susu Boyolali,” ucap Sekda yang turut ambil bagian pada kategori lari 10K.

Apalagi, susu sapi yang diproduksi oleh peternak di Boyolali memiliki kualitas yang bagus. Buktinya, produk tersebut memiliki banyak peminat. 

Dalam kesempatan itu, Sekda juga berharap, susu sapi dari Boyolali bisa masuk dalam menu Makan Bergizi Gratis (MBG). 

"Karena potensi kebutuhan MBG ini banyak. Tentu saja menjadi pasar potensial untuk menyerap produksi susu sapi peternak di Boyolali," katanya.

Ia menyampaikan, Pemerintah Provinsi Jateng selalu mendorong agar program MBG mampu merangkul semua instrumen perekonomian, baik dari usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM); petani; peternak; nelayan; dan elemen masyarakat lainnya.

Salah seorang peserta lari kategori 10K asal Kota Surakarta, Muhammad Alting, mengaku senang mengikuti gelaran tersebut. Selain disuguhi rute yang menarik, kegiatan ini juga menjadi ajang untuk menyemarakkan kembali konsumsi susu sapi dari peternak lokal. 

"Karena Boyolali terkenal dengan kota susu. Ya, pokoknya minum susu setiap hari, badan sehat selalu. Harapannya, semoga Boyolali semakin maju dan berkembang," ucapnya.


Bagikan :

BOYOLALI – Sebanyak 1.600 pelari (runners) dari berbagai daerah turut meramaikan ajang lari bertajuk Susu Run Boyolali 2025 di Kabupaten Boyolali pada Minggu, 9 November 2025.

Kompetisi ini memiliki dua kategori, yaitu 5K dan 10K. Para peserta melewati rute-rute dengan pemandangan alam yang memesona dan menunjukkan ikon Boyolali, seperti Tugu Susu Tumpah, Tugu Jagung, Tugu Boulevard Soekarno, dan lainnya.

Gelaran Susu Run Boyolali 2025 memadukan pariwisata olahraga (sport tourism), sekaligus menggemakan kembali kejayaan susu sapi produksi peternak lokal.

Pada kesempatan itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, mengatakan, produk susu sapi lokal sudah menjadi merek dagang (trademark) Kabupaten Boyolali. Oleh karena itu, produk khas Boyolali itu perlu terus diperkenalkan dan dipertahankan.

"Mudah-mudahan dengan event seperti ini akan mengembalikan kejayaan susu Boyolali,” ucap Sekda yang turut ambil bagian pada kategori lari 10K.

Apalagi, susu sapi yang diproduksi oleh peternak di Boyolali memiliki kualitas yang bagus. Buktinya, produk tersebut memiliki banyak peminat. 

Dalam kesempatan itu, Sekda juga berharap, susu sapi dari Boyolali bisa masuk dalam menu Makan Bergizi Gratis (MBG). 

"Karena potensi kebutuhan MBG ini banyak. Tentu saja menjadi pasar potensial untuk menyerap produksi susu sapi peternak di Boyolali," katanya.

Ia menyampaikan, Pemerintah Provinsi Jateng selalu mendorong agar program MBG mampu merangkul semua instrumen perekonomian, baik dari usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM); petani; peternak; nelayan; dan elemen masyarakat lainnya.

Salah seorang peserta lari kategori 10K asal Kota Surakarta, Muhammad Alting, mengaku senang mengikuti gelaran tersebut. Selain disuguhi rute yang menarik, kegiatan ini juga menjadi ajang untuk menyemarakkan kembali konsumsi susu sapi dari peternak lokal. 

"Karena Boyolali terkenal dengan kota susu. Ya, pokoknya minum susu setiap hari, badan sehat selalu. Harapannya, semoga Boyolali semakin maju dan berkembang," ucapnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu