Follow Us :              

Peraih Medali Olimpiade Beijing Ramaikan Gelaran Bank Jateng Borobudur Marathon 2025

  15 November 2025  |   13:30:00  |   dibaca : 802 
Kategori :
Bagikan :

Peraih Medali Olimpiade Beijing Ramaikan Gelaran Bank Jateng Borobudur Marathon 2025

15 November 2025 | 13:30:00 | dibaca : 802
Kategori :
Bagikan :

Foto : Medianto (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu
Peraih Medali Olimpiade Beijing Ramaikan Gelaran Bank Jateng Borobudur Marathon 2025
Peraih Medali Olimpiade Beijing Ramaikan Gelaran Bank Jateng Borobudur Marathon 2025
Peraih Medali Olimpiade Beijing Ramaikan Gelaran Bank Jateng Borobudur Marathon 2025
Peraih Medali Olimpiade Beijing Ramaikan Gelaran Bank Jateng Borobudur Marathon 2025
Peraih Medali Olimpiade Beijing Ramaikan Gelaran Bank Jateng Borobudur Marathon 2025

Foto : Medianto (Humas Jateng)

MAGELANG – Gelaran Bank Jateng Borobudur Marathon 2025 akan dimeriahkan dengan kehadiran atlet lari maraton kelas dunia. Salah satunya pelari asal Kenya, Edwin Cheruiyot Soi, peraih medali perunggu nomor 5.000 meter pada Olimpiade Beijing 2008.

Edwin mengaku, ikut serta dalam gelaran Borobudur Marathon merupakan salah satu impiannya. Apalagi, ajang lari kebanggaan Jateng ini, sudah resmi menyandang status Elite Label dari World Athletics.

“Pertama-tama saya ingin mengucapkan terima kasih kepada organisasi yang telah mengundang saya ke sini. Sebenarnya, sudah menjadi impian saya untuk datang dan berkompetisi di sini,” ucapnya dalam konferensi pers di Hotel Artos, Kabupaten Magelang pada Sabtu, 15 November 2025 sore.

Selain berkompetisi, ia memang sudah lama ingin mengunjungi Indonesia. Kedatangannya ini menjadi yang pertama di sepanjang kariernya.

“Saya sudah berkeliling dunia. Akan tetapi saya belum pernah ke Indonesia, dan saya sangat menghargainya” ujarnya.

Edwin menyebut, berlari bersama para peserta Borobudur Marathon adalah sebuah kehormatan. Moment ini juga diyakininya akan menjadi pengalaman berharga dalam hidupnya.

“Saya senang diundang kesini, untuk berkompetisi bersama kalian. Ini merupakan suatu kehormatan. Saya pikir, berlari di sini akan menjadi salah satu hal terbaik dalam hidup saya,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan kekagumannya terhadap masyarakat Kabupaten Magelang, daerah yang menjadi rumah bagi Candi Borobudur—salah satu keajaiban dunia.

“Saya yakin kalian semua akan berlari bersamaku besok,” ucap pelari berusia 39 tahun itu.

Edwin mengaku sudah menyiapkan diri selama enam bulan terakhir. Sejak pertama kali mengetahui informasi tentang ajang ini, ia bahkan menargetkan untuk memecahkan rekor lintasan.

“Itu impian saya. Saya sangat siap dan berharap Insya Allah bisa menang besok. Meskipun menantang, saya akan mencoba,” katanya.

Menurutnya, rute berliku dan berbukit dalam ajang ini memberikan tantangan tersendiri, terutama pada bagian yang dikenal sebagai tanjakan cinta. Selama ini, spot itu menjadi daya tarik bagi para pelari.

Sementara itu, salah satu pelari muda Indonesia, Jingga, yang berusia 17 tahun, juga tak kalah antusias menyambut lomba besok. Baginya, ajang ini bukan sekadar kompetisi, melainkan kesempatan belajar dari para senior.

“Ini tentang menyebarkan energi positif untuk teman-teman muda lainnya di luar sana,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menyampaikan bahwa gelaran Borobudur Marathon 2025 sudah memasuki tahun penyelenggaraan yang ke-9. Pada tahun ini, ada peningkatan jumlah peserta dibandingkan tahun 2024.

“Ada 11.500 pelari yang berpartisipasi, dan diikuti peserta dari 38 negara,” bebernya.


Bagikan :

MAGELANG – Gelaran Bank Jateng Borobudur Marathon 2025 akan dimeriahkan dengan kehadiran atlet lari maraton kelas dunia. Salah satunya pelari asal Kenya, Edwin Cheruiyot Soi, peraih medali perunggu nomor 5.000 meter pada Olimpiade Beijing 2008.

Edwin mengaku, ikut serta dalam gelaran Borobudur Marathon merupakan salah satu impiannya. Apalagi, ajang lari kebanggaan Jateng ini, sudah resmi menyandang status Elite Label dari World Athletics.

“Pertama-tama saya ingin mengucapkan terima kasih kepada organisasi yang telah mengundang saya ke sini. Sebenarnya, sudah menjadi impian saya untuk datang dan berkompetisi di sini,” ucapnya dalam konferensi pers di Hotel Artos, Kabupaten Magelang pada Sabtu, 15 November 2025 sore.

Selain berkompetisi, ia memang sudah lama ingin mengunjungi Indonesia. Kedatangannya ini menjadi yang pertama di sepanjang kariernya.

“Saya sudah berkeliling dunia. Akan tetapi saya belum pernah ke Indonesia, dan saya sangat menghargainya” ujarnya.

Edwin menyebut, berlari bersama para peserta Borobudur Marathon adalah sebuah kehormatan. Moment ini juga diyakininya akan menjadi pengalaman berharga dalam hidupnya.

“Saya senang diundang kesini, untuk berkompetisi bersama kalian. Ini merupakan suatu kehormatan. Saya pikir, berlari di sini akan menjadi salah satu hal terbaik dalam hidup saya,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan kekagumannya terhadap masyarakat Kabupaten Magelang, daerah yang menjadi rumah bagi Candi Borobudur—salah satu keajaiban dunia.

“Saya yakin kalian semua akan berlari bersamaku besok,” ucap pelari berusia 39 tahun itu.

Edwin mengaku sudah menyiapkan diri selama enam bulan terakhir. Sejak pertama kali mengetahui informasi tentang ajang ini, ia bahkan menargetkan untuk memecahkan rekor lintasan.

“Itu impian saya. Saya sangat siap dan berharap Insya Allah bisa menang besok. Meskipun menantang, saya akan mencoba,” katanya.

Menurutnya, rute berliku dan berbukit dalam ajang ini memberikan tantangan tersendiri, terutama pada bagian yang dikenal sebagai tanjakan cinta. Selama ini, spot itu menjadi daya tarik bagi para pelari.

Sementara itu, salah satu pelari muda Indonesia, Jingga, yang berusia 17 tahun, juga tak kalah antusias menyambut lomba besok. Baginya, ajang ini bukan sekadar kompetisi, melainkan kesempatan belajar dari para senior.

“Ini tentang menyebarkan energi positif untuk teman-teman muda lainnya di luar sana,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menyampaikan bahwa gelaran Borobudur Marathon 2025 sudah memasuki tahun penyelenggaraan yang ke-9. Pada tahun ini, ada peningkatan jumlah peserta dibandingkan tahun 2024.

“Ada 11.500 pelari yang berpartisipasi, dan diikuti peserta dari 38 negara,” bebernya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu