Follow Us :              

Jawa Tengah jadi Lokasi Perdana Peluncuran Campus Immigration Point

  01 December 2025  |   10:00:00  |   dibaca : 282 
Kategori :
Bagikan :


Jawa Tengah jadi Lokasi Perdana Peluncuran Campus Immigration Point

01 December 2025 | 10:00:00 | dibaca : 282
Kategori :
Bagikan :

Foto : Sigit (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Sigit (Humas Jateng)

SEMARANG - Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno menghadiri acara persemian Campus Immigratiom Point, kampus Universitas Diponegoro Semarang, Senin, 1 Desember 2025.

Dengan peresmian ini, Jawa Tengah menjadi provinsi pertama yang memiliki Campus Immigration Point, sebuah layanan yang diinisiasi oleh Kementerian Imigrasi dan Permasyarakatan (Imipas).

"Alhamdulillah ini untuk pertama kalinya di Indonesia. Kita resmikan kampus Immigration Point yang hadir di Universitas Diponegoro," kata Menteri Imipas, Agus Andrianto di sela acara peresmian. 
 
Ia menjelaskan, Campus Immigration Point memiliki cakupan layanan seperti pembuatan paspor baru, pergantian paspor, penanganan paspor hilang atau rusak, serta layanan perpanjangan izin tinggal kepada warga negara asing (WNA) dalam satu atap.

Keberadaan layanan ini, diharapkan dapat mendekatkan akses imigrasi kepada masyarakat, khususnya di Jawa Tengah. 

"Selain itu saya berharap dengan adanya Campus Immigration Point dapat mendukung penuh cita-cita Universitas Diponegoro menuju World Class University," katanya.

Agus mengatakan, saat ini Kementerian Imipas dan Kementerian Pendidikan, Sains, dan Teknologi (Kemensaintek), serta Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tengah menyusun  perubahan peraturan pemerintah terkait dengan tarif khusus Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan izin tinggal untuk mahasiswa asing.

"Kami juga sedang menyusun peraturan menteri terkait dengan kemudahan layanan imigrasi bagi mahasiswa dan dosen asing," ucapnya.

Langkah ini dilakukan untuk menarik minat mahasiswa asing melanjutkan studi di Indonesia sekaligus memperkuat upaya meningkatkan peringkat universitas yang ada di Indonesia. Agus berharap momentum kerja sama itu menjadi pintu pembuka perluasan kolaborasi antarperguruan tinggi. 

Rektor Undip Semarang, Suharnomo, menyambut baik kehadiran layanan imigrasi di lingkungan kampus, mengingat Undip juga memiliki jaringan kemitraan dengan banyak universitas luar negeri.


Bagikan :

SEMARANG - Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno menghadiri acara persemian Campus Immigratiom Point, kampus Universitas Diponegoro Semarang, Senin, 1 Desember 2025.

Dengan peresmian ini, Jawa Tengah menjadi provinsi pertama yang memiliki Campus Immigration Point, sebuah layanan yang diinisiasi oleh Kementerian Imigrasi dan Permasyarakatan (Imipas).

"Alhamdulillah ini untuk pertama kalinya di Indonesia. Kita resmikan kampus Immigration Point yang hadir di Universitas Diponegoro," kata Menteri Imipas, Agus Andrianto di sela acara peresmian. 
 
Ia menjelaskan, Campus Immigration Point memiliki cakupan layanan seperti pembuatan paspor baru, pergantian paspor, penanganan paspor hilang atau rusak, serta layanan perpanjangan izin tinggal kepada warga negara asing (WNA) dalam satu atap.

Keberadaan layanan ini, diharapkan dapat mendekatkan akses imigrasi kepada masyarakat, khususnya di Jawa Tengah. 

"Selain itu saya berharap dengan adanya Campus Immigration Point dapat mendukung penuh cita-cita Universitas Diponegoro menuju World Class University," katanya.

Agus mengatakan, saat ini Kementerian Imipas dan Kementerian Pendidikan, Sains, dan Teknologi (Kemensaintek), serta Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tengah menyusun  perubahan peraturan pemerintah terkait dengan tarif khusus Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan izin tinggal untuk mahasiswa asing.

"Kami juga sedang menyusun peraturan menteri terkait dengan kemudahan layanan imigrasi bagi mahasiswa dan dosen asing," ucapnya.

Langkah ini dilakukan untuk menarik minat mahasiswa asing melanjutkan studi di Indonesia sekaligus memperkuat upaya meningkatkan peringkat universitas yang ada di Indonesia. Agus berharap momentum kerja sama itu menjadi pintu pembuka perluasan kolaborasi antarperguruan tinggi. 

Rektor Undip Semarang, Suharnomo, menyambut baik kehadiran layanan imigrasi di lingkungan kampus, mengingat Undip juga memiliki jaringan kemitraan dengan banyak universitas luar negeri.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu