Follow Us :              

Wagub Sambut Baik Minar Connect Souq Ekspor Kopi ke Pasar Global

  02 December 2025  |   11:00:00  |   dibaca : 367 
Kategori :
Bagikan :


Wagub Sambut Baik Minar Connect Souq Ekspor Kopi ke Pasar Global

02 December 2025 | 11:00:00 | dibaca : 367
Kategori :
Bagikan :

Foto : Sigit (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Sigit (Humas Jateng)

SEMARANG - Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin, menerima Kunjungan delegasi Kamar Dagang Islam Tingkat Dunia (Connect Souq), di kantornya pada Selasa, 2 Desember 2025. 

Rombongan delegasi dipimpin oleh Chairman Abdullah Hassan (Kuwait), didampingi Vice Chairman Salmaan Dalvi (Inggris), Leadership Team Parvez Hamduley (Uni Emirat Arab), Head of Spice Business Franchise Noor Ahmed (India), Imran Ahmed serta perwakilan Indonesia Abdul Wahid Maktub.

Wagub mengatakan, Connect Souq tengah membuka peluang kerjasama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, dalam memasarkan produk lokal khususnya kopi dan rempah, ke pasar internasional. Organisasi tersebut memiliki jaringan pengusaha dan investor muslim di berbagai negara.

"(Pengusaha) dari beberapa negara ingin investasi ke Jawa Tengah. Tentang produk-produk seperti kopi, hingga (rempah) jahe," katanya.

Wagub menilai, kualitas biji kopi Jawa Tengah sangat bagus, namun masih memerlukan promosi yang lebih masif agar dikenal lebih luas. Para pengusaha Connect Souq juga dijadwalkan akan meninjau langsung lokasi produksi kopi di Jawa Tengah untuk kemudian diekspor ke Amerika Serikat.

Selain kopi dan rempah, Wagub juga menawarkan potensi komoditas kelapa dari Jawa Tengah untuk dipasarkan ke berbagai negara.
 
Chairman Connect Souq, Abdullah Hassan menilai peluang pasar kopi asal Indonesia, khususnya Jawa Tengah, sangat besar. Saat ini, Indonesia hanya menguasai 5% pasar dunia, meski merupakan produsen kopi terbesar keempat di dunia.

"Saya pikir ada peluang untuk meningkatkannya. Caranya adalah dengan membuka pasar baru. Dan Connect Souq ini ada di 40 negara," katanya.

Ia menegaskan keseriusannya untuk membawa komoditas kopi asal Jawa Tengah ke Amerika Serikat, serta memperluas pasar ke Inggris, Italia, hingga Jerman. Dengan semakin banyak membuka pasar baru, Pendapatan Domestik Bruto (PDB) Jawa Tengah juga ikut meningkat.

Perwakilan Connect Souq Indonesia, sekaligus mantan diplomat yang berpengalaman enam tahun di Timur Tengah, Abdul Wahid Maktub, mengatakan, tujuan kedatangan Connect Souq ingin menyampaikan besarnya potensi komoditas dari Indonesia. Salah satunya kopi.

"Kita hanya mengekspor bahan mentah, keuntungannya sedikit. Oleh karena itu, bagaimana kalau Indonesia itu lebih kreatif dan lebih produktif (pengolahannya)," katanya.

Rencananya, Connect Souq juga akan bekerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi di Jawa Tengah untuk pengembangan sumber daya manusia (SDM).


Bagikan :

SEMARANG - Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin, menerima Kunjungan delegasi Kamar Dagang Islam Tingkat Dunia (Connect Souq), di kantornya pada Selasa, 2 Desember 2025. 

Rombongan delegasi dipimpin oleh Chairman Abdullah Hassan (Kuwait), didampingi Vice Chairman Salmaan Dalvi (Inggris), Leadership Team Parvez Hamduley (Uni Emirat Arab), Head of Spice Business Franchise Noor Ahmed (India), Imran Ahmed serta perwakilan Indonesia Abdul Wahid Maktub.

Wagub mengatakan, Connect Souq tengah membuka peluang kerjasama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, dalam memasarkan produk lokal khususnya kopi dan rempah, ke pasar internasional. Organisasi tersebut memiliki jaringan pengusaha dan investor muslim di berbagai negara.

"(Pengusaha) dari beberapa negara ingin investasi ke Jawa Tengah. Tentang produk-produk seperti kopi, hingga (rempah) jahe," katanya.

Wagub menilai, kualitas biji kopi Jawa Tengah sangat bagus, namun masih memerlukan promosi yang lebih masif agar dikenal lebih luas. Para pengusaha Connect Souq juga dijadwalkan akan meninjau langsung lokasi produksi kopi di Jawa Tengah untuk kemudian diekspor ke Amerika Serikat.

Selain kopi dan rempah, Wagub juga menawarkan potensi komoditas kelapa dari Jawa Tengah untuk dipasarkan ke berbagai negara.
 
Chairman Connect Souq, Abdullah Hassan menilai peluang pasar kopi asal Indonesia, khususnya Jawa Tengah, sangat besar. Saat ini, Indonesia hanya menguasai 5% pasar dunia, meski merupakan produsen kopi terbesar keempat di dunia.

"Saya pikir ada peluang untuk meningkatkannya. Caranya adalah dengan membuka pasar baru. Dan Connect Souq ini ada di 40 negara," katanya.

Ia menegaskan keseriusannya untuk membawa komoditas kopi asal Jawa Tengah ke Amerika Serikat, serta memperluas pasar ke Inggris, Italia, hingga Jerman. Dengan semakin banyak membuka pasar baru, Pendapatan Domestik Bruto (PDB) Jawa Tengah juga ikut meningkat.

Perwakilan Connect Souq Indonesia, sekaligus mantan diplomat yang berpengalaman enam tahun di Timur Tengah, Abdul Wahid Maktub, mengatakan, tujuan kedatangan Connect Souq ingin menyampaikan besarnya potensi komoditas dari Indonesia. Salah satunya kopi.

"Kita hanya mengekspor bahan mentah, keuntungannya sedikit. Oleh karena itu, bagaimana kalau Indonesia itu lebih kreatif dan lebih produktif (pengolahannya)," katanya.

Rencananya, Connect Souq juga akan bekerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi di Jawa Tengah untuk pengembangan sumber daya manusia (SDM).


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu