Follow Us :              

Kinerja Pemprov Jateng 2025 Tunjukkan Tren Positif, Gubernur Minta ASN Genjot Kinerja 2026

  29 December 2025  |   07:00:00  |   dibaca : 748 
Kategori :
Bagikan :


Kinerja Pemprov Jateng 2025 Tunjukkan Tren Positif, Gubernur Minta ASN Genjot Kinerja 2026

29 December 2025 | 07:00:00 | dibaca : 748
Kategori :
Bagikan :

Foto : Fajar (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Fajar (Humas Jateng)

SEMARANG - Kinerja Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sepanjang tahun 2025 menunjukkan tren positif. Selama 10 bulan kepemimpinan Gubernur Jateng, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., dan Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen, ada berbagai capaian yang berhasil diraih.  

Meskipun demikian, Gubernur meminta aparatur sipil negara (ASN) di wilayahnya untuk terus menggenjot kinerja pada tahun 2026.  

"Sepuluh bulan kemarin kita lalui, harus kita syukuri dengan cara meningkatkan kinerja, sekaligus harus siap menghadapi tantangan 2026 yang akan datang," ucapnya saat memimpin apel pagi di halaman kantornya pada Senin, 29 Desember 2025.

Pada tahun 2025, Gubernur memiliki tiga prioritas utama. Pertama, tingkat kemiskinan dan kemiskinan ekstrem. Kedua, jaminan terkait dengan kesempatan sekolah. Ketiga adalah infrastruktur.

Tercatat, angka kemiskinan di Jateng mengalami penurunan dari 9,58% menjadi 9,48%. Pertumbuhan ekonominya sebesar 5,37% secara year on year (yoy) atau berada di atas rata-rata nasional. 

Sementara itu, realisasi investasi di Jateng hingga triwulan III 2025 mencapai Rp66,1 triliun. Nilai investasi itu, bahkan mampu menyerap sebanyak 326.462 tenaga kerja. Adapun, tingkat pengangguran terbuka (TPT) Jateng turun 0,12% menjadi 4,66% pada Agustus 2025.

Pada sektor pendidikan, Gubernur menyampaikan, ada sekitar 1.100 anak putus sekolah sudah kembali memiliki akses untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Selain itu, ribuan anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem bisa mengenyam bangku pendidikan melalui program Sekolah Kemitraan.

Sementara untuk layanan dasar kesehatan, program Dokter Spesialis Keliling (Speling) telah dilaksanakan sebanyak 876 kali hingga Desember 2025. Program ini sudah menjangkau 738 desa di 388 kecamatan dengan total sasaran sebanyak 83.137 jiwa. Capaian ini mengantarkan Provinsi Jawa Tengah meraih penghargaan terkait akselerasi di bidang kesehatan.

"Seluruh capaian itu membuktikan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah kerja dengan ikhlas dan tulus. Jadi nafasnya kolaborasi, yaitu kerja-kerja bersama antara seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), bupati dan wali kota, serta stakeholder terkait," ucapnya. 

Gubernur menegaskan, prioritas kerja pada tahun 2026 adalah mewujudkan swasembada pangan di wilayahnya. Ia mengatakan, program pembangunan infrastruktur tahun 2025 juga sudah selaras untuk menunjang swasembada pangan serta meneguhkan posisi Jateng sebagai lumbung pangan nasional.

Harapannya, kerja-kerja berjenjang dan berkelanjutan itu bisa diimplementasikan dengan baik dari tingkat provinsi, kabupaten/kota, sampai ke desa-desa.


Bagikan :

SEMARANG - Kinerja Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sepanjang tahun 2025 menunjukkan tren positif. Selama 10 bulan kepemimpinan Gubernur Jateng, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., dan Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen, ada berbagai capaian yang berhasil diraih.  

Meskipun demikian, Gubernur meminta aparatur sipil negara (ASN) di wilayahnya untuk terus menggenjot kinerja pada tahun 2026.  

"Sepuluh bulan kemarin kita lalui, harus kita syukuri dengan cara meningkatkan kinerja, sekaligus harus siap menghadapi tantangan 2026 yang akan datang," ucapnya saat memimpin apel pagi di halaman kantornya pada Senin, 29 Desember 2025.

Pada tahun 2025, Gubernur memiliki tiga prioritas utama. Pertama, tingkat kemiskinan dan kemiskinan ekstrem. Kedua, jaminan terkait dengan kesempatan sekolah. Ketiga adalah infrastruktur.

Tercatat, angka kemiskinan di Jateng mengalami penurunan dari 9,58% menjadi 9,48%. Pertumbuhan ekonominya sebesar 5,37% secara year on year (yoy) atau berada di atas rata-rata nasional. 

Sementara itu, realisasi investasi di Jateng hingga triwulan III 2025 mencapai Rp66,1 triliun. Nilai investasi itu, bahkan mampu menyerap sebanyak 326.462 tenaga kerja. Adapun, tingkat pengangguran terbuka (TPT) Jateng turun 0,12% menjadi 4,66% pada Agustus 2025.

Pada sektor pendidikan, Gubernur menyampaikan, ada sekitar 1.100 anak putus sekolah sudah kembali memiliki akses untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Selain itu, ribuan anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem bisa mengenyam bangku pendidikan melalui program Sekolah Kemitraan.

Sementara untuk layanan dasar kesehatan, program Dokter Spesialis Keliling (Speling) telah dilaksanakan sebanyak 876 kali hingga Desember 2025. Program ini sudah menjangkau 738 desa di 388 kecamatan dengan total sasaran sebanyak 83.137 jiwa. Capaian ini mengantarkan Provinsi Jawa Tengah meraih penghargaan terkait akselerasi di bidang kesehatan.

"Seluruh capaian itu membuktikan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah kerja dengan ikhlas dan tulus. Jadi nafasnya kolaborasi, yaitu kerja-kerja bersama antara seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), bupati dan wali kota, serta stakeholder terkait," ucapnya. 

Gubernur menegaskan, prioritas kerja pada tahun 2026 adalah mewujudkan swasembada pangan di wilayahnya. Ia mengatakan, program pembangunan infrastruktur tahun 2025 juga sudah selaras untuk menunjang swasembada pangan serta meneguhkan posisi Jateng sebagai lumbung pangan nasional.

Harapannya, kerja-kerja berjenjang dan berkelanjutan itu bisa diimplementasikan dengan baik dari tingkat provinsi, kabupaten/kota, sampai ke desa-desa.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu