Follow Us :              

Pemprov Jateng Kembali Pulangkan Warganya dari Aceh

  29 December 2025  |   14:30:00  |   dibaca : 249 
Kategori :
Bagikan :


Pemprov Jateng Kembali Pulangkan Warganya dari Aceh

29 December 2025 | 14:30:00 | dibaca : 249
Kategori :
Bagikan :

Foto : Fajar (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Fajar (Humas Jateng)

JAKARTA - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kembali memulangkan warganya yang terdampak bencana banjir di Sumatera ke kampung halamannya masing-masing, pada Senin, 29 Desember 2025. 

Pada hari ini, ada sebanyak 18 orang warga Jateng yang dipulangkan dari wilayah Aceh Tengah, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Selama ini, mereka bekerja sebagai penderes getah pinus di daerah tersebut. 

Pemulangan warga ini difasilitasi oleh Pemprov Jateng bekerja sama dengan pemerintah pusat, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah.

Belasan warga asal Jawa Tengah itu dipulangkan menggunakan pesawat Hercules bersama 8 warga asal Jawa Barat. Mereka tiba di Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta sekitar pukul 14.05 WIB.

Pada kesempatan itu, Kepala Badan Penghubung (Banhub) Provinsi Jawa Tengah, Sarido, menyampaikan, 18 orang warga Jateng itu terdiri dari 16 orang warga Cilacap, 1 warga Brebes, dan 1 warga Pemalang. 

Sebanyak 17 orang langsung diberangkatkan ke kampung halamannya di Cilacap dan Brebes. Sementara itu, 1 orang warga asal Pemalang akan dijemput keluarganya yang ada di Cileungsi.

Sama seperti pemulangan gelombang pertama pekan lalu, para warga tidak hanya mendapatkan bantuan transportasi sampai ke daerah asal, tetapi juga bantuan sembako dari BNPB dan uang saku atau uang modal usaha dari Pemprov Jateng.

"Secara umum warganya sehat, mudah-mudahan nanti perjalanan juga lancar dan segera sampai di kampung halaman masing-masing," ucap Ka Banhub Jateng saat ditemui di Lanud Halim Perdanakusuma.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., menyampaikan bahwa Pemprov Jateng berkomitmen untuk memberikan perlindungan kepada warganya di mana pun mereka berada, termasuk warga yang berada di perantauan dan terdampak bencana. 

"Semuanya kita bantu. Dari segi transportasi kita bantu, bahkan nanti kembali ke daerahnya kita kasih modal usaha biar nanti bisa berusaha. Minimal mereka nanti pulang ke kampung bisa _recovery_ di wilayah masing-masing," ucapnya beberapa waktu lalu.

Di antara belasan warga terdampak banjir itu, ada pasangan suami istri asal Majenang Cilacap, Cardianto dan Yanti. Keduanya menyampaikan rasa terima kasih kepada Gubernur Jateng yang telah memberikan perhatian kepada warganya.

"Alhamdulillah kami dipulangkan dengan selamat. Di pengungsian, kami makan cukup,” kata Yanti. 

Cardianto menambahkan, ia sudah tujuh tahun bekerja sebagai penderes getah pinus di Aceh Tengah. Ia mengaku bersyukur dan berterima kasih kepada Pemprov Jateng dan pihak semua yang sudah membantu, sehingga ia dan istrinya bisa pulang ke kampung halaman.


Bagikan :

JAKARTA - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kembali memulangkan warganya yang terdampak bencana banjir di Sumatera ke kampung halamannya masing-masing, pada Senin, 29 Desember 2025. 

Pada hari ini, ada sebanyak 18 orang warga Jateng yang dipulangkan dari wilayah Aceh Tengah, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Selama ini, mereka bekerja sebagai penderes getah pinus di daerah tersebut. 

Pemulangan warga ini difasilitasi oleh Pemprov Jateng bekerja sama dengan pemerintah pusat, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah.

Belasan warga asal Jawa Tengah itu dipulangkan menggunakan pesawat Hercules bersama 8 warga asal Jawa Barat. Mereka tiba di Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta sekitar pukul 14.05 WIB.

Pada kesempatan itu, Kepala Badan Penghubung (Banhub) Provinsi Jawa Tengah, Sarido, menyampaikan, 18 orang warga Jateng itu terdiri dari 16 orang warga Cilacap, 1 warga Brebes, dan 1 warga Pemalang. 

Sebanyak 17 orang langsung diberangkatkan ke kampung halamannya di Cilacap dan Brebes. Sementara itu, 1 orang warga asal Pemalang akan dijemput keluarganya yang ada di Cileungsi.

Sama seperti pemulangan gelombang pertama pekan lalu, para warga tidak hanya mendapatkan bantuan transportasi sampai ke daerah asal, tetapi juga bantuan sembako dari BNPB dan uang saku atau uang modal usaha dari Pemprov Jateng.

"Secara umum warganya sehat, mudah-mudahan nanti perjalanan juga lancar dan segera sampai di kampung halaman masing-masing," ucap Ka Banhub Jateng saat ditemui di Lanud Halim Perdanakusuma.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., menyampaikan bahwa Pemprov Jateng berkomitmen untuk memberikan perlindungan kepada warganya di mana pun mereka berada, termasuk warga yang berada di perantauan dan terdampak bencana. 

"Semuanya kita bantu. Dari segi transportasi kita bantu, bahkan nanti kembali ke daerahnya kita kasih modal usaha biar nanti bisa berusaha. Minimal mereka nanti pulang ke kampung bisa _recovery_ di wilayah masing-masing," ucapnya beberapa waktu lalu.

Di antara belasan warga terdampak banjir itu, ada pasangan suami istri asal Majenang Cilacap, Cardianto dan Yanti. Keduanya menyampaikan rasa terima kasih kepada Gubernur Jateng yang telah memberikan perhatian kepada warganya.

"Alhamdulillah kami dipulangkan dengan selamat. Di pengungsian, kami makan cukup,” kata Yanti. 

Cardianto menambahkan, ia sudah tujuh tahun bekerja sebagai penderes getah pinus di Aceh Tengah. Ia mengaku bersyukur dan berterima kasih kepada Pemprov Jateng dan pihak semua yang sudah membantu, sehingga ia dan istrinya bisa pulang ke kampung halaman.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu