Follow Us :              

Pemprov Jateng Matangkan Persiapan Program Mudik Gratis Lebaran 2026, Ratusan Armada Disiapkan

  07 January 2026  |   09:00:00  |   dibaca : 1443 
Kategori :
Bagikan :


Pemprov Jateng Matangkan Persiapan Program Mudik Gratis Lebaran 2026, Ratusan Armada Disiapkan

07 January 2026 | 09:00:00 | dibaca : 1443
Kategori :
Bagikan :

Foto : Adit (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Adit (Humas Jateng)

SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mematangkan persiapan penyelenggaraan program Mudik dan Balik Rantau Gratis pada Lebaran 2026. 

Hal ini dibahas dalam rapat koordinasi lanjutan yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, bersama perwakilan pihak-pihak terkait di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang pada Rabu, 7 Januari 2026. 

Sekda menyampaikan, rapat koordinasi ini bertujuan untuk memastikan kesiapan seluruh pihak dalam memfasilitasi masyarakat Jateng yang mengikuti program tersebut, agar mereka bisa pulang kampung dan kembali ke perantauan dengan nyaman. 

Menurutnya, program Mudik dan Balik Rantau Gratis merupakan agenda rutin tahunan yang terus dievaluasi dari tahun ke tahun.

“Yang kita lakukan ini untuk memudahkan saudara-saudara kita, agar bisa mudik dengan aman dan selamat. Berbagai permasalahan di tahun-tahun sebelumnya, tentu menjadi bahan evaluasi untuk kita perbaiki di tahun 2026,” ujar Sekda.

Pada kesempatan itu, ia mengapresiasi kontribusi seluruh pihak yang terlibat, mulai dari pemerintah kabupaten/kota, BUMN, BUMD, dan dunia usaha yang turut menyediakan armada transportasi.

Meskipun demikian, Sekda menegaskan pentingnya pemenuhan seluruh standar keselamatan dalam penyelenggaraan program tersebut.

Ia menekankan agar seluruh kendaraan dan kru yang bertugas benar-benar memenuhi instrumen persyaratan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Sekda mengingatkan, tidak boleh ada satu pun aspek keselamatan yang terabaikan dalam pelaksanaan program Mudik dan Balik Rantau.

Hingga saat ini, Pemprov Jateng telah menginventarisasi sedikitnya 349 unit bus dan 20 armada kereta api untuk melayani Mudik dan Balik Rantau 2026. Jumlah ini masih akan terus ditambah hingga menyamai periode sebelumnya, yakni sebanyak 383 unit bus.

"Sampai saat ini, kita masih punya pekerjaan rumah, karena jumlah armada yang ada masih di bawah tahun 2025 kemarin, tetapi kita berupaya untuk minimal sama dan syukur-syukur nanti ada tambahan armada," ujarnya. 

Selain penambahan armada, Sekda menyampaikan, masukan juga datang dari paguyuban peserta mudik dan balik rantau terkait penambahan titik pemberangkatan dan tujuan. 

Menanggapi hal tersebut, Pemprov Jateng akan melakukan pemetaan berdasarkan sebaran domisili peserta agar titik keberangkatan bisa diupayakan lokasinya semakin dekat dengan tempat tinggal warga.

“Dengan titik yang lebih dekat, masyarakat tidak perlu menambah biaya untuk menuju lokasi pemberangkatan. Ini juga bagian dari upaya kita memberikan pelayanan terbaik,” ucap Sekda.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah, Arief Djatmiko, menyampaikan, pihaknya akan melakukan peninjauan kembali untuk menetapkan titik-titik satelit atau lokasi penjemputan di daerah terdekat dalam program Mudik dan Balik Rantau Gratis 2026. 

"Pemetaan ulang sebetulnya telah kita lakukan, utamanya untuk peserta Balik Rantau Gratis," katanya. 

Ia mencontohkan, pemberangkatan dari Asrama Haji Donohudan, Kabupaten Boyolali memiliki titik satelit di Sragen, Karanganyar, Wonogiri, dan Klaten. Sementara dari Terminal Tipe A Mangkang, Semarang memiliki titik satelit di Jepara dan Blora.

Adapun, Terminal Tipe A Bulupitu Banyumas dilengkapi titik satelit di Kabupaten Cilacap, Kebumen, Banjarnegara, dan Purbalingga. 

Sebagai informasi, Mudik Gratis rencananya akan dilaksanakan pada 16-17 Maret 2026, di mana lokasi pemberangkatannya berada di Museum Purna Bhakti Pertiwi Jakarta Timur, PT. Dirgantara Indonesia Bandung, dan Stasiun Pasar Senen Jakarta. Adapun, Balik Rantau Gratis akan dilaksanakan pada 27-28 Maret 2026. 

Pendaftaran peserta Mudik Gratis via bus akan dibuka pada 4 Februari 2026, sementara untuk kereta api pada 11 Februari 2026.


Bagikan :

SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mematangkan persiapan penyelenggaraan program Mudik dan Balik Rantau Gratis pada Lebaran 2026. 

Hal ini dibahas dalam rapat koordinasi lanjutan yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, bersama perwakilan pihak-pihak terkait di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang pada Rabu, 7 Januari 2026. 

Sekda menyampaikan, rapat koordinasi ini bertujuan untuk memastikan kesiapan seluruh pihak dalam memfasilitasi masyarakat Jateng yang mengikuti program tersebut, agar mereka bisa pulang kampung dan kembali ke perantauan dengan nyaman. 

Menurutnya, program Mudik dan Balik Rantau Gratis merupakan agenda rutin tahunan yang terus dievaluasi dari tahun ke tahun.

“Yang kita lakukan ini untuk memudahkan saudara-saudara kita, agar bisa mudik dengan aman dan selamat. Berbagai permasalahan di tahun-tahun sebelumnya, tentu menjadi bahan evaluasi untuk kita perbaiki di tahun 2026,” ujar Sekda.

Pada kesempatan itu, ia mengapresiasi kontribusi seluruh pihak yang terlibat, mulai dari pemerintah kabupaten/kota, BUMN, BUMD, dan dunia usaha yang turut menyediakan armada transportasi.

Meskipun demikian, Sekda menegaskan pentingnya pemenuhan seluruh standar keselamatan dalam penyelenggaraan program tersebut.

Ia menekankan agar seluruh kendaraan dan kru yang bertugas benar-benar memenuhi instrumen persyaratan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Sekda mengingatkan, tidak boleh ada satu pun aspek keselamatan yang terabaikan dalam pelaksanaan program Mudik dan Balik Rantau.

Hingga saat ini, Pemprov Jateng telah menginventarisasi sedikitnya 349 unit bus dan 20 armada kereta api untuk melayani Mudik dan Balik Rantau 2026. Jumlah ini masih akan terus ditambah hingga menyamai periode sebelumnya, yakni sebanyak 383 unit bus.

"Sampai saat ini, kita masih punya pekerjaan rumah, karena jumlah armada yang ada masih di bawah tahun 2025 kemarin, tetapi kita berupaya untuk minimal sama dan syukur-syukur nanti ada tambahan armada," ujarnya. 

Selain penambahan armada, Sekda menyampaikan, masukan juga datang dari paguyuban peserta mudik dan balik rantau terkait penambahan titik pemberangkatan dan tujuan. 

Menanggapi hal tersebut, Pemprov Jateng akan melakukan pemetaan berdasarkan sebaran domisili peserta agar titik keberangkatan bisa diupayakan lokasinya semakin dekat dengan tempat tinggal warga.

“Dengan titik yang lebih dekat, masyarakat tidak perlu menambah biaya untuk menuju lokasi pemberangkatan. Ini juga bagian dari upaya kita memberikan pelayanan terbaik,” ucap Sekda.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah, Arief Djatmiko, menyampaikan, pihaknya akan melakukan peninjauan kembali untuk menetapkan titik-titik satelit atau lokasi penjemputan di daerah terdekat dalam program Mudik dan Balik Rantau Gratis 2026. 

"Pemetaan ulang sebetulnya telah kita lakukan, utamanya untuk peserta Balik Rantau Gratis," katanya. 

Ia mencontohkan, pemberangkatan dari Asrama Haji Donohudan, Kabupaten Boyolali memiliki titik satelit di Sragen, Karanganyar, Wonogiri, dan Klaten. Sementara dari Terminal Tipe A Mangkang, Semarang memiliki titik satelit di Jepara dan Blora.

Adapun, Terminal Tipe A Bulupitu Banyumas dilengkapi titik satelit di Kabupaten Cilacap, Kebumen, Banjarnegara, dan Purbalingga. 

Sebagai informasi, Mudik Gratis rencananya akan dilaksanakan pada 16-17 Maret 2026, di mana lokasi pemberangkatannya berada di Museum Purna Bhakti Pertiwi Jakarta Timur, PT. Dirgantara Indonesia Bandung, dan Stasiun Pasar Senen Jakarta. Adapun, Balik Rantau Gratis akan dilaksanakan pada 27-28 Maret 2026. 

Pendaftaran peserta Mudik Gratis via bus akan dibuka pada 4 Februari 2026, sementara untuk kereta api pada 11 Februari 2026.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu