Follow Us :              

Antisipasi Dampak Cuaca Ekstrem, Gubernur Dorong Pengajuan Asuransi Gagal Panen

  14 January 2026  |   12:00:00  |   dibaca : 21 
Kategori :
Bagikan :


Antisipasi Dampak Cuaca Ekstrem, Gubernur Dorong Pengajuan Asuransi Gagal Panen

14 January 2026 | 12:00:00 | dibaca : 21
Kategori :
Bagikan :

Foto : Ebron (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Ebron (Humas Jateng)

SURAKARTA — Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., meminta bupati dan wali kota yang wilayahnya terdampak cuaca ekstrem, segera mengajukan asuransi gagal panen. Hal ini sebagai langkah perlindungan bagi para petani.

Arahan itu disampaikan dalam agenda Komitmen Bersama Pencapaian Target Kinerja Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah 2026 di The Sunan Hotel, Kota Surakarta pada Rabu, 14 Januari 2026.

Sejumlah daerah yang terdampak hujan ekstrem dalam beberapa hari terakhir, antara lain Kudus, Pati, dan Jepara. Tingginya curah hujan ini pun berdampak pada lahan pertanian warga.  

Maka dari itu, Gubernur meminta, pemerintah kabupaten/kota segera melaporkan luas lahan yang berpotensi gagal panen kepada Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Kadistanbun) Provinsi Jateng, Defransisco Dasilva Tavares.

“Pak Frans (Kadistanbun) nanti untuk Kudus, Pati, dan Jepara diminta segera ajukan terkait (asuransi) gagal panen,” ujarnya. 

Ia menegaskan, cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi tentu tidak bisa dihindari. Akan tetapi, dampaknya tetap bisa ditekan dengan mematangkan upaya mitigasi/pencegahan dan kesiapsiagaan bencana.

Gubernur menekankan pentingnya penguatan standart operational procedure (SOP) dalam penanganan bencana di kabupaten/kota, termasuk kesiapan pemerintah daerah dalam menetapkan status darurat, membentuk satuan tugas (satgas), serta memastikan terpenuhinya kebutuhan logistik dan layanan dasar bagi masyarakat terdampak.

Ia mengatakan, pencapaian target ketahanan pangan tidak dapat dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jateng secara mandiri, tetapi butuh kolaborasi lintas wilayah dan lintas instansi.

“Tidak bisa dilakukan oleh gubernur seorang. Harus dengan (dukungan) para bupati/wali kota,” katanya.

Sebagai informasi, kegiatan Komitmen Ketahanan Pangan ini menjadi bagian dari upaya Jawa Tengah dalam mewujudkan swasembada pangan pada tahun 2026, termasuk pencapaian target produksi padi 10,5 juta ton gabah kering giling (GKG).


Bagikan :

SURAKARTA — Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., meminta bupati dan wali kota yang wilayahnya terdampak cuaca ekstrem, segera mengajukan asuransi gagal panen. Hal ini sebagai langkah perlindungan bagi para petani.

Arahan itu disampaikan dalam agenda Komitmen Bersama Pencapaian Target Kinerja Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah 2026 di The Sunan Hotel, Kota Surakarta pada Rabu, 14 Januari 2026.

Sejumlah daerah yang terdampak hujan ekstrem dalam beberapa hari terakhir, antara lain Kudus, Pati, dan Jepara. Tingginya curah hujan ini pun berdampak pada lahan pertanian warga.  

Maka dari itu, Gubernur meminta, pemerintah kabupaten/kota segera melaporkan luas lahan yang berpotensi gagal panen kepada Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Kadistanbun) Provinsi Jateng, Defransisco Dasilva Tavares.

“Pak Frans (Kadistanbun) nanti untuk Kudus, Pati, dan Jepara diminta segera ajukan terkait (asuransi) gagal panen,” ujarnya. 

Ia menegaskan, cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi tentu tidak bisa dihindari. Akan tetapi, dampaknya tetap bisa ditekan dengan mematangkan upaya mitigasi/pencegahan dan kesiapsiagaan bencana.

Gubernur menekankan pentingnya penguatan standart operational procedure (SOP) dalam penanganan bencana di kabupaten/kota, termasuk kesiapan pemerintah daerah dalam menetapkan status darurat, membentuk satuan tugas (satgas), serta memastikan terpenuhinya kebutuhan logistik dan layanan dasar bagi masyarakat terdampak.

Ia mengatakan, pencapaian target ketahanan pangan tidak dapat dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jateng secara mandiri, tetapi butuh kolaborasi lintas wilayah dan lintas instansi.

“Tidak bisa dilakukan oleh gubernur seorang. Harus dengan (dukungan) para bupati/wali kota,” katanya.

Sebagai informasi, kegiatan Komitmen Ketahanan Pangan ini menjadi bagian dari upaya Jawa Tengah dalam mewujudkan swasembada pangan pada tahun 2026, termasuk pencapaian target produksi padi 10,5 juta ton gabah kering giling (GKG).


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu