Follow Us :              

Perusahaan Asal Cina Bakal Tanam Investasi Air Minum di Jateng, Nilainya Mencapai Rp160 Miliar

  15 January 2026  |   09:00:00  |   dibaca : 30 
Kategori :
Bagikan :


Perusahaan Asal Cina Bakal Tanam Investasi Air Minum di Jateng, Nilainya Mencapai Rp160 Miliar

15 January 2026 | 09:00:00 | dibaca : 30
Kategori :
Bagikan :

Foto : Mizan (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Mizan (Humas Jateng)

SEMARANG – Perusahaan asal Cina, PT Foshan Jinke bakal menanamkan investasi proyek air minum di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Adapun total nilai investasinya mencapai Rp160 miliar. 

Hal itu mengemuka saat perwakilan PT Foshan Jinke beraudiensi dengan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, di Kota Semarang pada Kamis, 15 Januari 2026. 

Rencana investasi tersebut sudah memasuki tahap pematangan. Sebelumnya, PT Foshan Jinke bersama PT Tirta Utama Jawa Tengah (Perseroda) telah meninjau sejumlah titik sumber mata air di Jateng. Adapun dari 6 lokasi yang disurvei, Boyolali menjadi salah satu titik yang paling diminati, karena sumber mata airnya dinilai ideal dan jauh dari kawasan permukiman.

Dalam kesempatan itu, Wagub mengatakan, investasi ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Ia mengungkapkan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah pada prinsipnya mendukung penuh investasi yang akan dilakukan oleh PT Foshan Jinke, selama seluruh prosesnya mematuhi aturan-aturan yang berlaku.

“Yang penting sesuai dengan regulasi. Selain itu, kami juga menekankan agar lokasi usaha benar-benar aman dan tidak menabrak lahan persawahan,” tegasnya. 

Wagub menambahkan, salah satu pertimbangan utama pemilihan lokasi di Boyolali adalah jarak sumber mata air yang relatif jauh dari permukiman warga. 

“Minimal, 1-5 kilometer dari sumber mata air tidak ada permukiman. Lokasi di Boyolali ini sudah memenuhi kriteria tersebut,” ujarnya. 

Sementara itu, Perwakilan PT Foshan Jinke, William Yeoh, mengungkapkan, ketertarikan perusahaannya untuk berinvestasi di Jateng didasarkan pada hasil riset terhadap kualitas sumber mata air di wilayah tersebut. 

Menurutnya, kondisi sumber mata air di provinsi ini sangat bersih dan sesuai dengan standar yang dibutuhkan perusahaan.

“Kami sudah melakukan riset dan melihat langsung. Para investor sangat puas dengan kualitas sumber mata air di sini. Airnya sangat bersih,” jelasnya.

William menyebut, nilai investasi yang disiapkan perusahaannya berkisar 7-10 juta dolar AS atau sekitar Rp160 miliar. 

Harapannya, investasi ini tidak hanya memperkuat industri air minum di Jateng, tetapi juga memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah dan penyerapan tenaga kerja lokal.


Bagikan :

SEMARANG – Perusahaan asal Cina, PT Foshan Jinke bakal menanamkan investasi proyek air minum di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Adapun total nilai investasinya mencapai Rp160 miliar. 

Hal itu mengemuka saat perwakilan PT Foshan Jinke beraudiensi dengan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, di Kota Semarang pada Kamis, 15 Januari 2026. 

Rencana investasi tersebut sudah memasuki tahap pematangan. Sebelumnya, PT Foshan Jinke bersama PT Tirta Utama Jawa Tengah (Perseroda) telah meninjau sejumlah titik sumber mata air di Jateng. Adapun dari 6 lokasi yang disurvei, Boyolali menjadi salah satu titik yang paling diminati, karena sumber mata airnya dinilai ideal dan jauh dari kawasan permukiman.

Dalam kesempatan itu, Wagub mengatakan, investasi ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Ia mengungkapkan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah pada prinsipnya mendukung penuh investasi yang akan dilakukan oleh PT Foshan Jinke, selama seluruh prosesnya mematuhi aturan-aturan yang berlaku.

“Yang penting sesuai dengan regulasi. Selain itu, kami juga menekankan agar lokasi usaha benar-benar aman dan tidak menabrak lahan persawahan,” tegasnya. 

Wagub menambahkan, salah satu pertimbangan utama pemilihan lokasi di Boyolali adalah jarak sumber mata air yang relatif jauh dari permukiman warga. 

“Minimal, 1-5 kilometer dari sumber mata air tidak ada permukiman. Lokasi di Boyolali ini sudah memenuhi kriteria tersebut,” ujarnya. 

Sementara itu, Perwakilan PT Foshan Jinke, William Yeoh, mengungkapkan, ketertarikan perusahaannya untuk berinvestasi di Jateng didasarkan pada hasil riset terhadap kualitas sumber mata air di wilayah tersebut. 

Menurutnya, kondisi sumber mata air di provinsi ini sangat bersih dan sesuai dengan standar yang dibutuhkan perusahaan.

“Kami sudah melakukan riset dan melihat langsung. Para investor sangat puas dengan kualitas sumber mata air di sini. Airnya sangat bersih,” jelasnya.

William menyebut, nilai investasi yang disiapkan perusahaannya berkisar 7-10 juta dolar AS atau sekitar Rp160 miliar. 

Harapannya, investasi ini tidak hanya memperkuat industri air minum di Jateng, tetapi juga memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah dan penyerapan tenaga kerja lokal.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu