Follow Us :              

Tanggulangi Banjir di Pati, Pemprov Jateng Upayakan Peninggian Tanggul hingga Pompanisasi

  21 January 2026  |   13:30:00  |   dibaca : 316 
Kategori :
Bagikan :


Tanggulangi Banjir di Pati, Pemprov Jateng Upayakan Peninggian Tanggul hingga Pompanisasi

21 January 2026 | 13:30:00 | dibaca : 316
Kategori :
Bagikan :

Foto : Adit (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Adit (Humas Jateng)

PATI – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menyampaikan, sejumlah upaya penanganan yang akan dilakukan untuk mengatasi banjir di Kabupaten Pati. 

Beberapa di antaranya dengan melakukan peninggian tanggul, rencana pemasangan bendungan karet di wilayah utara, hingga pompanisasi agar genangan air bisa segera dibuang.

“Dalam waktu cepat kita usulkan untuk penanggulangan banjir ini," ucapnya saat meninjau pengungsian di Kabupaten Pati pada Rabu, 21 Januari 2026.

Wagub menyampaikan, banjir terjadi karena adanya limpahan air sungai. Oleh karena itu, langkah pertama yang akan dilakukan adalah meninggikan tanggul untuk mengurangi limpahan air yang masuk ke permukiman. 

Ia menilai, air rob ikut memperparah banjir, sehingga diperlukan penanganan tambahan. Maka dari itu, pembuatan bendungan karet diupayakan untuk mencegah rob. 

Tak hanya itu, Pemprov Jateng juga akan melakukan pompanisasi sebagai upaya untuk mempercepat pembuangan air ke luar wilayah terdampak.

Wagub mengatakan, penanganan banjir akan dilakukan secara bertahap, karena pembuangan air di satu titik bisa berimbas pada wilayah lain. Ia menegaskan bahwa prioritas utamanya adalah permukiman warga.

“Yang penting permukiman selamat dulu,” ujarnya.

Banjir yang melanda Kabupaten Pati terjadi akibat tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir. Selain itu, banjir juga dipicu meluapnya sungai yang tidak mampu menampung besarnya debit air, tanggul yang jebol, serta aliran sungai yang tersumbat material.

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng, banjir di Kabupaten Pati berdampak pada 77 desa. Adapun jumlah warga terdampak mencapai 20.960 KK atau 62.892 jiwa. Hingga Selasa (20/1/2026) pukul 18.00 WIB, tercatat masih ada 650 jiwa atau 200 KK yang mengungsi.

Banjir juga menyebabkan kerusakan infrastruktur di 44 titik, meliputi talud, tanggul, bendungan, serta akses jalan. Tak hanya itu, sawah seluas 1.300 hektare pun turut terdampak.

Sebagai informasi, sejumlah titik pengungsian di Kecamatan Juwana, antara lain berada di Aula Kecamatan Juwana, Balai Desa Doropayung, Balai Desa Bumirejo, dan Balai Kemasyarakatan Desa Kudukeras.

Dalam kunjungannya di Kabupaten Pati, Wagub juga meninjau dapur umum dan posko logistik. Ia sempat berbincang dengan para relawan sekaligus memantau layanan kesehatan bagi warga terdampak banjir.


Bagikan :

PATI – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menyampaikan, sejumlah upaya penanganan yang akan dilakukan untuk mengatasi banjir di Kabupaten Pati. 

Beberapa di antaranya dengan melakukan peninggian tanggul, rencana pemasangan bendungan karet di wilayah utara, hingga pompanisasi agar genangan air bisa segera dibuang.

“Dalam waktu cepat kita usulkan untuk penanggulangan banjir ini," ucapnya saat meninjau pengungsian di Kabupaten Pati pada Rabu, 21 Januari 2026.

Wagub menyampaikan, banjir terjadi karena adanya limpahan air sungai. Oleh karena itu, langkah pertama yang akan dilakukan adalah meninggikan tanggul untuk mengurangi limpahan air yang masuk ke permukiman. 

Ia menilai, air rob ikut memperparah banjir, sehingga diperlukan penanganan tambahan. Maka dari itu, pembuatan bendungan karet diupayakan untuk mencegah rob. 

Tak hanya itu, Pemprov Jateng juga akan melakukan pompanisasi sebagai upaya untuk mempercepat pembuangan air ke luar wilayah terdampak.

Wagub mengatakan, penanganan banjir akan dilakukan secara bertahap, karena pembuangan air di satu titik bisa berimbas pada wilayah lain. Ia menegaskan bahwa prioritas utamanya adalah permukiman warga.

“Yang penting permukiman selamat dulu,” ujarnya.

Banjir yang melanda Kabupaten Pati terjadi akibat tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir. Selain itu, banjir juga dipicu meluapnya sungai yang tidak mampu menampung besarnya debit air, tanggul yang jebol, serta aliran sungai yang tersumbat material.

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng, banjir di Kabupaten Pati berdampak pada 77 desa. Adapun jumlah warga terdampak mencapai 20.960 KK atau 62.892 jiwa. Hingga Selasa (20/1/2026) pukul 18.00 WIB, tercatat masih ada 650 jiwa atau 200 KK yang mengungsi.

Banjir juga menyebabkan kerusakan infrastruktur di 44 titik, meliputi talud, tanggul, bendungan, serta akses jalan. Tak hanya itu, sawah seluas 1.300 hektare pun turut terdampak.

Sebagai informasi, sejumlah titik pengungsian di Kecamatan Juwana, antara lain berada di Aula Kecamatan Juwana, Balai Desa Doropayung, Balai Desa Bumirejo, dan Balai Kemasyarakatan Desa Kudukeras.

Dalam kunjungannya di Kabupaten Pati, Wagub juga meninjau dapur umum dan posko logistik. Ia sempat berbincang dengan para relawan sekaligus memantau layanan kesehatan bagi warga terdampak banjir.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu