Follow Us :              

Jateng Masih Nihil Kasus Nipah, Gubernur Minta Masyarakat Tetap Waspada

  04 February 2026  |   09:00:00  |   dibaca : 310 
Kategori :
Bagikan :


Jateng Masih Nihil Kasus Nipah, Gubernur Minta Masyarakat Tetap Waspada

04 February 2026 | 09:00:00 | dibaca : 310
Kategori :
Bagikan :

Foto : Sigit (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Sigit (Humas Jateng)

SURAKARTA – Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., memastikan hingga saat ini tidak ditemukan kasus virus Nipah di wilayahnya. 

Meskipun demikian, ia meminta masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan, menjaga kesehatan, serta memeriksakan diri apabila mengalami gejala yang mengarah pada virus tersebut.

“Terkait dengan virus Nipah di Jawa Tengah masih zero (nihil), tetapi kita perlu antisipasi dengan pola hidup sehat. Kalau makan buah ya dicuci dulu, kalau mungkin ada gejala segera lakukan pemeriksaan,” ujar Gubernur di Surakarta pada Rabu, 4 Februari 2026.

Ia mengatakan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memiliki sistem pengawasan kesehatan hingga tingkat desa melalui program Dokter Spesialis Keliling (Speling). Dengan begitu, deteksi dan pencegahan penyakit dapat dilakukan sejak dini. Ia optimis sistem itu mampu menjaga wilayah Jateng tetap aman dari potensi terjangkit penyakit menular.

“Jawa Tengah kita punya program Speling sampai di tingkat desa. Saya yakin kita punya penjagaan yang luar biasa,” katanya.

Pada kesempatan itu, Gubernur juga mengimbau masyarakat yang melakukan perjalanan ke luar negeri maupun wilayah lain untuk lebih menjaga kesehatan. Ia mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam mengonsumsi makanan, khususnya buah-buahan yang berpotensi terpapar virus.

Sebagai informasi, virus Nipah merupakan penyakit zoonosis yang menular dari hewan ke manusia, dengan kelelawar buah sebagai inang alami. Penularan dapat terjadi melalui kontak dengan hewan terinfeksi, konsumsi makanan yang terkontaminasi, maupun kontak erat antarmanusia.

Hingga kini, belum tersedia vaksin khusus untuk virus nipah, sehingga pencegahan dan kewaspadaan dini menjadi langkah utama agar tidak tertular virus tersebut.


Bagikan :

SURAKARTA – Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., memastikan hingga saat ini tidak ditemukan kasus virus Nipah di wilayahnya. 

Meskipun demikian, ia meminta masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan, menjaga kesehatan, serta memeriksakan diri apabila mengalami gejala yang mengarah pada virus tersebut.

“Terkait dengan virus Nipah di Jawa Tengah masih zero (nihil), tetapi kita perlu antisipasi dengan pola hidup sehat. Kalau makan buah ya dicuci dulu, kalau mungkin ada gejala segera lakukan pemeriksaan,” ujar Gubernur di Surakarta pada Rabu, 4 Februari 2026.

Ia mengatakan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memiliki sistem pengawasan kesehatan hingga tingkat desa melalui program Dokter Spesialis Keliling (Speling). Dengan begitu, deteksi dan pencegahan penyakit dapat dilakukan sejak dini. Ia optimis sistem itu mampu menjaga wilayah Jateng tetap aman dari potensi terjangkit penyakit menular.

“Jawa Tengah kita punya program Speling sampai di tingkat desa. Saya yakin kita punya penjagaan yang luar biasa,” katanya.

Pada kesempatan itu, Gubernur juga mengimbau masyarakat yang melakukan perjalanan ke luar negeri maupun wilayah lain untuk lebih menjaga kesehatan. Ia mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam mengonsumsi makanan, khususnya buah-buahan yang berpotensi terpapar virus.

Sebagai informasi, virus Nipah merupakan penyakit zoonosis yang menular dari hewan ke manusia, dengan kelelawar buah sebagai inang alami. Penularan dapat terjadi melalui kontak dengan hewan terinfeksi, konsumsi makanan yang terkontaminasi, maupun kontak erat antarmanusia.

Hingga kini, belum tersedia vaksin khusus untuk virus nipah, sehingga pencegahan dan kewaspadaan dini menjadi langkah utama agar tidak tertular virus tersebut.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu