Follow Us :              

D’Modifest 2026 Jadi Panggung Kolaborasi Desainer Lokal dan UMKM Jateng

  28 February 2026  |   14:00:00  |   dibaca : 254 
Kategori :
Bagikan :


D’Modifest 2026 Jadi Panggung Kolaborasi Desainer Lokal dan UMKM Jateng

28 February 2026 | 14:00:00 | dibaca : 254
Kategori :
Bagikan :

Foto : Vivi (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Vivi (Humas Jateng)

SEMARANG – Dekranasda Modest & Iftar Festival (D’Modifest) 2026 yang digelar di Atrium The Park Mall Kota Semarang, berlangsung meriah. 

Sejak hari pertama digelar, perhelatan itu mendapatkan antusiasme yang luar biasa dari publik. Sebab, ajang ini bukan hanya pameran busana dan kuliner, melainkan sebuah kolaborasi dari para desainer dan produk-produk UMKM. Nampak, para pengunjung meramaikan gerai-gerai yang ada dalam ajang tersebut. 
 
Pada Sabtu, 28 Februari 2026 atau hari kedua gelaran, Ketua Dewan Kerajinan Nasional (Dekranasda) dari kabupaten/kota di Jateng ikut meramaikan peragaan busana di panggung utama acara tersebut. Para Ketua Dekranasda yang juga istri bupati/wali kota, tampil memukau dalam balutan busana muslim yang desainnya menyesuaikan kearifan lokal masing-masing daerah. 

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimeon, berharap, gelaran D'Modifest 2026 dapat membuktikan bahwa desainer lokal tidak hanya bisa tampil di Jateng, tetapi juga bisa menembus pasar lokal bahkan internasional. 

Ia mengapresiasi antusiasme istri bupati dan wali kota di Jateng yang mengenakan busana karya desainer lokal dengan nuansa dan kekhasan daerahnya masing-masing. 

"Kami melihat ini adalah seni yang diangkat oleh masyarakat Jawa Tengah, dan dituangkan melalui UMKM," ujarnya. 

Pada kesempatan itu, Ketua Dekranasda Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, menyampaikan, pihaknya berharap D'Modifest 2026 bukan hanya ajang pameran, melainkan menjadi satu wahana untuk memberikan kepercayaan kepada masyarakat.

Ia menambahkan, event ini juga bisa menjadi tempat pembelajaran dan mencari inspirasi bagi para pegiat di bidang kreatif dan UMKM. 

Salah satu peserta peragaan busana, Gadis Sephi Febriana, mengaku sangat terkesan dengan pengalamannya hadir bersama Ketua Dekranasda se-Jawa Tengah. 

"Deg degan karena pengalaman baru dengan ibu-ibu Ketua Dekranasda seJawa Tengah," ungkap istri Wali Kota Tegal Dedy Yon, yang berlatar belakang sebagai model itu.


Ia berharap, ada lebih banyak kegiatan serupa yang diselenggarakan di masa mendatang. Menurutnya, event semacam ini dapat membantu UMKM untuk tumbuh dan berkembang. 

Salah satu peserta stan dari Akademi Komunitas BPPMNU Banat (Aknuba) Kudus, Ayumi Maesya Khoolidyyah, mengungkapkan bahwa ia bangga dapat terlibat dalam gelaran D'Modifest 2026. Dalam pameran ini, ia mengusung tema arcatura, yang terinspirasi dari arsitektur candi.  

"Jadi kami mengangkat tema nusantara, melalui ukiran dan bordir-bordir Nusantara," ucap siswa jurusan Tata Busana Aknuba itu.

Ia berharap, ke depannya lebih banyak sekolah dan akademi yang terlibat dalam ajang D'Modifest, sehingga bakat dan potensi yang dapat ditampilkan pun bisa lebih beragam.

Selain peragaan busana yang dilakukan oleh Ketua Dekranasda se-Jateng, gelaran hari kedua juga diramaikan dengan Lomba Band SMA/SMK. Selain itu, ada talkshow Opini (Obrolan Perempuan Terkini), Dari Hati ke Karya: “Spirit Ramadhan dan Produk Lokal". 

Talkshow menghadirkan Ketua Dekranasda Jawa Timur, Arumi Bachsin; Ketua Dekranasda Jateng, Nawal Arafah Yasin; Sekretaris Jenderal Dekranas Pusat, Reni Yanita; Ketua Dekranasda Jepara, Ella Witiarso; Ketua Dekranasda Bojonegoro, Cantika Wahono; dan Konsultan UMKM Indonesia, Prima Diah Yusuf.


Bagikan :

SEMARANG – Dekranasda Modest & Iftar Festival (D’Modifest) 2026 yang digelar di Atrium The Park Mall Kota Semarang, berlangsung meriah. 

Sejak hari pertama digelar, perhelatan itu mendapatkan antusiasme yang luar biasa dari publik. Sebab, ajang ini bukan hanya pameran busana dan kuliner, melainkan sebuah kolaborasi dari para desainer dan produk-produk UMKM. Nampak, para pengunjung meramaikan gerai-gerai yang ada dalam ajang tersebut. 
 
Pada Sabtu, 28 Februari 2026 atau hari kedua gelaran, Ketua Dewan Kerajinan Nasional (Dekranasda) dari kabupaten/kota di Jateng ikut meramaikan peragaan busana di panggung utama acara tersebut. Para Ketua Dekranasda yang juga istri bupati/wali kota, tampil memukau dalam balutan busana muslim yang desainnya menyesuaikan kearifan lokal masing-masing daerah. 

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimeon, berharap, gelaran D'Modifest 2026 dapat membuktikan bahwa desainer lokal tidak hanya bisa tampil di Jateng, tetapi juga bisa menembus pasar lokal bahkan internasional. 

Ia mengapresiasi antusiasme istri bupati dan wali kota di Jateng yang mengenakan busana karya desainer lokal dengan nuansa dan kekhasan daerahnya masing-masing. 

"Kami melihat ini adalah seni yang diangkat oleh masyarakat Jawa Tengah, dan dituangkan melalui UMKM," ujarnya. 

Pada kesempatan itu, Ketua Dekranasda Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, menyampaikan, pihaknya berharap D'Modifest 2026 bukan hanya ajang pameran, melainkan menjadi satu wahana untuk memberikan kepercayaan kepada masyarakat.

Ia menambahkan, event ini juga bisa menjadi tempat pembelajaran dan mencari inspirasi bagi para pegiat di bidang kreatif dan UMKM. 

Salah satu peserta peragaan busana, Gadis Sephi Febriana, mengaku sangat terkesan dengan pengalamannya hadir bersama Ketua Dekranasda se-Jawa Tengah. 

"Deg degan karena pengalaman baru dengan ibu-ibu Ketua Dekranasda seJawa Tengah," ungkap istri Wali Kota Tegal Dedy Yon, yang berlatar belakang sebagai model itu.


Ia berharap, ada lebih banyak kegiatan serupa yang diselenggarakan di masa mendatang. Menurutnya, event semacam ini dapat membantu UMKM untuk tumbuh dan berkembang. 

Salah satu peserta stan dari Akademi Komunitas BPPMNU Banat (Aknuba) Kudus, Ayumi Maesya Khoolidyyah, mengungkapkan bahwa ia bangga dapat terlibat dalam gelaran D'Modifest 2026. Dalam pameran ini, ia mengusung tema arcatura, yang terinspirasi dari arsitektur candi.  

"Jadi kami mengangkat tema nusantara, melalui ukiran dan bordir-bordir Nusantara," ucap siswa jurusan Tata Busana Aknuba itu.

Ia berharap, ke depannya lebih banyak sekolah dan akademi yang terlibat dalam ajang D'Modifest, sehingga bakat dan potensi yang dapat ditampilkan pun bisa lebih beragam.

Selain peragaan busana yang dilakukan oleh Ketua Dekranasda se-Jateng, gelaran hari kedua juga diramaikan dengan Lomba Band SMA/SMK. Selain itu, ada talkshow Opini (Obrolan Perempuan Terkini), Dari Hati ke Karya: “Spirit Ramadhan dan Produk Lokal". 

Talkshow menghadirkan Ketua Dekranasda Jawa Timur, Arumi Bachsin; Ketua Dekranasda Jateng, Nawal Arafah Yasin; Sekretaris Jenderal Dekranas Pusat, Reni Yanita; Ketua Dekranasda Jepara, Ella Witiarso; Ketua Dekranasda Bojonegoro, Cantika Wahono; dan Konsultan UMKM Indonesia, Prima Diah Yusuf.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu