Follow Us :              

4,2 Juta UMKM di Jateng Jadi Tulang Punggung Ekonomi Daerah

  09 March 2026  |   17:00:00  |   dibaca : 96 
Kategori :
Bagikan :


4,2 Juta UMKM di Jateng Jadi Tulang Punggung Ekonomi Daerah

09 March 2026 | 17:00:00 | dibaca : 96
Kategori :
Bagikan :

Foto : Sigit (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Sigit (Humas Jateng)

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., menegaskan bahwa usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayahnya memiliki peran penting sebagai tulang punggung ekonomi daerah. Sebab, sektor tersebut mampu menyerap banyak tenaga kerja. 

“UMKM ini merupakan urat nadi perekonomian Jawa Tengah. Tugas kita bersama adalah mendorong agar mereka bisa naik kelas,” ucapnya saat membuka Pasar Takjil Ramadan 2026 di Wisma Perdamaian, Kota Semarang pada Senin, 9 Maret 2026. Acara ini melibatkan pelaku UMKM kuliner serta berbagai organisasi usaha dan komunitas.

Gubernur menyampaikan, jumlah UMKM di Jateng mencapai sekitar 4,2 juta usaha, sehingga keberadaannya memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat.

Ia menilai, usaha kecil tidak boleh dipandang sebelah mata, karena usaha itu pun menjadi sumber penghidupan bagi banyak keluarga. Oleh karena itu, keberadaannya perlu terus didukung dengan berbagai macam program. 

Selain menjadi penggerak ekonomi masyarakat, UMKM juga berperan dalam menekan angka pengangguran serta mengurangi kemiskinan ekstrem.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menambahkan, Pasar Takjil Ramadan merupakan kolaborasi antara Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Jateng dengan Asosiasi Pengusaha Jasaboga Indonesia (APJI). Kegiatan ini memfasilitasi pelaku UMKM untuk memasarkan produknya kepada masyarakat.

“Mudah-mudahan ini menjadi trigger (pemacu) untuk mempertemukan yang memproduksi dengan yang membutuhkan. Harapannya, transaksi tidak hanya terjadi selama kegiatan ini, tetapi juga berlanjut setelah Ramadan,” ucapnya.

Pada kesempatan itu, Ketua Umum APJI Pusat, Tashya Megananda Yukki, mengatakan, kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat ekosistem usaha kuliner, sekaligus memberikan ruang bagi para pelaku usaha untuk mempromosikan produk-produknya.

“Anggota APJI saat ini sudah lebih dari 3.000 orang, yang tersebar di 28 Provinsi, bahkan sebagian di antaranya berada di United Kingdom, Netherlands, dan Australia,” katanya.

Selain aktivitas ekonomi, kegiatan tersebut juga menghadirkan berbagai layanan sosial bagi masyarakat, seperti potong rambut gratis, layanan kesehatan gratis, serta penyaluran santunan bagi anak yatim melalui Baznas Jateng.

Dalam kegiatan itu juga dilakukan peresmian sekretariat dan creative hub bagi sejumlah organisasi, antara lain APJI Jateng, Gekrafs Jateng, dan Zilenial Jateng yang diharapkan menjadi ruang kolaborasi bagi pengembangan ekonomi kreatif di daerah.


Bagikan :

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., menegaskan bahwa usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayahnya memiliki peran penting sebagai tulang punggung ekonomi daerah. Sebab, sektor tersebut mampu menyerap banyak tenaga kerja. 

“UMKM ini merupakan urat nadi perekonomian Jawa Tengah. Tugas kita bersama adalah mendorong agar mereka bisa naik kelas,” ucapnya saat membuka Pasar Takjil Ramadan 2026 di Wisma Perdamaian, Kota Semarang pada Senin, 9 Maret 2026. Acara ini melibatkan pelaku UMKM kuliner serta berbagai organisasi usaha dan komunitas.

Gubernur menyampaikan, jumlah UMKM di Jateng mencapai sekitar 4,2 juta usaha, sehingga keberadaannya memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat.

Ia menilai, usaha kecil tidak boleh dipandang sebelah mata, karena usaha itu pun menjadi sumber penghidupan bagi banyak keluarga. Oleh karena itu, keberadaannya perlu terus didukung dengan berbagai macam program. 

Selain menjadi penggerak ekonomi masyarakat, UMKM juga berperan dalam menekan angka pengangguran serta mengurangi kemiskinan ekstrem.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menambahkan, Pasar Takjil Ramadan merupakan kolaborasi antara Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Jateng dengan Asosiasi Pengusaha Jasaboga Indonesia (APJI). Kegiatan ini memfasilitasi pelaku UMKM untuk memasarkan produknya kepada masyarakat.

“Mudah-mudahan ini menjadi trigger (pemacu) untuk mempertemukan yang memproduksi dengan yang membutuhkan. Harapannya, transaksi tidak hanya terjadi selama kegiatan ini, tetapi juga berlanjut setelah Ramadan,” ucapnya.

Pada kesempatan itu, Ketua Umum APJI Pusat, Tashya Megananda Yukki, mengatakan, kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat ekosistem usaha kuliner, sekaligus memberikan ruang bagi para pelaku usaha untuk mempromosikan produk-produknya.

“Anggota APJI saat ini sudah lebih dari 3.000 orang, yang tersebar di 28 Provinsi, bahkan sebagian di antaranya berada di United Kingdom, Netherlands, dan Australia,” katanya.

Selain aktivitas ekonomi, kegiatan tersebut juga menghadirkan berbagai layanan sosial bagi masyarakat, seperti potong rambut gratis, layanan kesehatan gratis, serta penyaluran santunan bagi anak yatim melalui Baznas Jateng.

Dalam kegiatan itu juga dilakukan peresmian sekretariat dan creative hub bagi sejumlah organisasi, antara lain APJI Jateng, Gekrafs Jateng, dan Zilenial Jateng yang diharapkan menjadi ruang kolaborasi bagi pengembangan ekonomi kreatif di daerah.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu