Follow Us :              

Berbaur dengan Ribuan Warga, Gubernur: Idulfitri Jadi Momen Kembali ke Fitrah dan Peduli Sesama

  21 March 2026  |   06:15:00  |   dibaca : 272 
Kategori :
Bagikan :


Berbaur dengan Ribuan Warga, Gubernur: Idulfitri Jadi Momen Kembali ke Fitrah dan Peduli Sesama

21 March 2026 | 06:15:00 | dibaca : 272
Kategori :
Bagikan :

Foto : Fajar (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Fajar (Humas Jateng)

SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., bersama ribuan warga melaksanakan salat Idulfitri 1447 Hijriah di Lapangan Pancasila Simpanglima, Kota Semarang pada Sabtu, 21 Maret 2026. 

Pagi itu, Gubernur tiba di lokasi sekitar pukul 06.15 WIB bersama putra bungsunya, Mohammad Alif Daffa. Mengenakan baju putih dan berpeci hitam, ia berjalan menuju lokasi sembari mendorong kursi roda milik Daffa. Ia langsung mengambil tempat di barisan paling depan berdampingan dengan putranya.

Salat Idulfitri dimulai sekira pukul 06.30 WIB. Bertindak sebagai imam salat adalah K.H. Zaenuri Ahmad. Beliau adalah imam Masjid Raya Baiturrahman dan Masjid Agung Jawa Tengah sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Nurul Qur'ani. Sementara Ketua Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Jateng, Saiful Mujab sebagai khatib.

Setelah salat selesai, Gubernur sempat menyapa masyarakat. Ia juga melayani masyarakat yang meminta berjabat tangan dan berfoto.

"Hari ini kita merayakan Lebaran 1447 H. Selamat Idulfitri, dengan fitri kita kembali ke yang suci, kita harus menatap masa depan dengan rasa persatuan dan kesatuan secara optimis," ucap Gubernur.

Ia mengatakan, Lebaran merupakan momentum refleksi bersama dalam rangka menyucikan diri dan kembali ke fitrah. Artinya seluruh elemen masyarakat harus memilik rasa persatuan dan kesatuan dalam rangka membangun wilayah, dalam hal ini Jawa Tengah dan Indonesia.

"Tentu saja dengan cara saling peduli sesama, karena dengan membangun suatu wilayah dibutuhkan suatu kolaborasi, peduli satu dengan yang lain, untuk tidak saling dengki iri apalagi berghibah," katanya.

Selain Gubernur, tampak Sekretaris Daerah Jateng, Sumarno, beserta istri, dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) juga ikut menunaikan salat Idulfitri di Lapangan Simpanglima. 

Berdasarkan pantauan sementara, perayaan Idulfitri di Jateng berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Bahkan, sampai saat ini belum ada peristiwa menonjol.

Terkait pantauan lalu lintas selama arus mudik, tercatat lebih dari 1,3 juta kendaraan masuk ke wilayah Jateng. Sementara untuk kendaraan yang keluar Jateng ada sekitar 700-an ribu unit. Jumlah ini mengalami peningkatan dibandingkan Lebaran tahun 2025.

"Arus mudik sudah selesai, nanti arus balik kita sudah siapkan untuk pelayanan. Silakan istirahat di rest area biar nggak capek. Silakan berwisata dan berbelanja UMKM di Jawa Tengah," ucap Gubernur.


Bagikan :

SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., bersama ribuan warga melaksanakan salat Idulfitri 1447 Hijriah di Lapangan Pancasila Simpanglima, Kota Semarang pada Sabtu, 21 Maret 2026. 

Pagi itu, Gubernur tiba di lokasi sekitar pukul 06.15 WIB bersama putra bungsunya, Mohammad Alif Daffa. Mengenakan baju putih dan berpeci hitam, ia berjalan menuju lokasi sembari mendorong kursi roda milik Daffa. Ia langsung mengambil tempat di barisan paling depan berdampingan dengan putranya.

Salat Idulfitri dimulai sekira pukul 06.30 WIB. Bertindak sebagai imam salat adalah K.H. Zaenuri Ahmad. Beliau adalah imam Masjid Raya Baiturrahman dan Masjid Agung Jawa Tengah sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Nurul Qur'ani. Sementara Ketua Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Jateng, Saiful Mujab sebagai khatib.

Setelah salat selesai, Gubernur sempat menyapa masyarakat. Ia juga melayani masyarakat yang meminta berjabat tangan dan berfoto.

"Hari ini kita merayakan Lebaran 1447 H. Selamat Idulfitri, dengan fitri kita kembali ke yang suci, kita harus menatap masa depan dengan rasa persatuan dan kesatuan secara optimis," ucap Gubernur.

Ia mengatakan, Lebaran merupakan momentum refleksi bersama dalam rangka menyucikan diri dan kembali ke fitrah. Artinya seluruh elemen masyarakat harus memilik rasa persatuan dan kesatuan dalam rangka membangun wilayah, dalam hal ini Jawa Tengah dan Indonesia.

"Tentu saja dengan cara saling peduli sesama, karena dengan membangun suatu wilayah dibutuhkan suatu kolaborasi, peduli satu dengan yang lain, untuk tidak saling dengki iri apalagi berghibah," katanya.

Selain Gubernur, tampak Sekretaris Daerah Jateng, Sumarno, beserta istri, dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) juga ikut menunaikan salat Idulfitri di Lapangan Simpanglima. 

Berdasarkan pantauan sementara, perayaan Idulfitri di Jateng berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Bahkan, sampai saat ini belum ada peristiwa menonjol.

Terkait pantauan lalu lintas selama arus mudik, tercatat lebih dari 1,3 juta kendaraan masuk ke wilayah Jateng. Sementara untuk kendaraan yang keluar Jateng ada sekitar 700-an ribu unit. Jumlah ini mengalami peningkatan dibandingkan Lebaran tahun 2025.

"Arus mudik sudah selesai, nanti arus balik kita sudah siapkan untuk pelayanan. Silakan istirahat di rest area biar nggak capek. Silakan berwisata dan berbelanja UMKM di Jawa Tengah," ucap Gubernur.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu