Follow Us :              

Kemenkes Apresiasi Capaian CKG Jateng, Speling Jadi Penguat Layanan Kesehatan

  10 June 2026  |   00:00:00  |   dibaca : 133 
Kategori :
Bagikan :


Kemenkes Apresiasi Capaian CKG Jateng, Speling Jadi Penguat Layanan Kesehatan

10 June 2026 | 00:00:00 | dibaca : 133
Kategori :
Bagikan :

Foto : Tim Humas (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Tim Humas (Humas Jateng)

SEMARANG — Provinsi Jawa Tengah kembali mendapatkan apresiasi dari Kementerian Kesehatan terkait capaian program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di wilayahnya. Sebagai provinsi dengan tingkat kepesertaan CKG tertinggi nasional, Jawa Tengah dapat dijadikan sebagai role model edukasi kesehatan bagi masyarakat.

Hal itu disampaikan oleh Wakil Menteri Kesehatan, Benjamin Paulus Octavianus, dalam Rapat Kerja Bersama Komisi IX DPR RI yang disiarkan melalui kanal YouTube TVR Parlemen pada Selasa, 9 Juni 2026. 

Ia mengatakan, program CKG telah menjangkau hampir 42,3 juta penduduk di 38 provinsi. Adapun dari total pendaftar sebanyak 43.660.900 orang, jumlah yang hadir dan dilayani mencapai 42.291.657 orang.

"Saya perhatikan jumlah tertinggi tetap di Jawa Tengah. Artinya edukasi ke masyarakat di Jawa Tengah sudah cukup baik, karena sudah 10 juta orang lebih terlayani," ucapnya.

Benjamin juga sempat membandingkan keberhasilan Jateng dengan provinsi besar lainnya di Pulau Jawa.

"Artinya, CKG di Jawa Tengah berjalan dengan baik," ucapnya.

Ditemui secara terpisah, Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., menyatakan, komitmen penuh untuk mendukung program CKG. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan program Dokter Spesialis Keliling (Speling) di wilayahnya.

Speling menjadi salah satu program prioritas yang dicanangkan oleh Gubernur Jateng dan Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen, untuk memberikan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat dengan menerjunkan dokter-dokter spesialis langsung ke pelosok-pelosok desa. Dalam pelaksanaannya, Speling juga diintegrasikan dengan program CKG dari pusat.

Program Speling melibatkan seluruh rumah sakit yang ada di Jateng, baik RSUD milik provinsi maupun kabupaten/kota. Tidak hanya itu, Pemprov Jateng  juga menggandeng rumah sakit swasta untuk ikut menerjunkan dokter spesialisnya.

Pelayanan kesehatan yang ditawarkan, meliputi cek kesehatan secara umum dan pemeriksaan penyakit tertentu yang dilakukan oleh dokter spesialis, di antaranya tuberkulosis (TBC), kanker serviks, termasuk pemeriksaan rutin antenatal care (ANC) terhadap ibu hamil, dan pemeriksaan gratis untuk penyandang disabilitas. Bahkan, ada pemeriksaan kesehatan jiwa oleh dokter spesialis jiwa.

"Secara tidak langsung, dokter spesialis bisa mendeteksi dan mengantisipasi sejak dini. Layanan itu tidak dipungut biaya alias gratis. Ini akan terus kita lakukan dan jadikan role model pelayanan kesehatan berbasis desa," ucap Gubernur di Kota Semarang pada Rabu, 10 Juni 2026. 

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah pada 10 Juni 2026, program Speling sudah dilaksanakan sebanyak 1.249 kali di 1.138 desa yang tersebar di 454 kecamatan. Tercatat, sasarannya sudah mencapai 107.674 jiwa.


Bagikan :

SEMARANG — Provinsi Jawa Tengah kembali mendapatkan apresiasi dari Kementerian Kesehatan terkait capaian program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di wilayahnya. Sebagai provinsi dengan tingkat kepesertaan CKG tertinggi nasional, Jawa Tengah dapat dijadikan sebagai role model edukasi kesehatan bagi masyarakat.

Hal itu disampaikan oleh Wakil Menteri Kesehatan, Benjamin Paulus Octavianus, dalam Rapat Kerja Bersama Komisi IX DPR RI yang disiarkan melalui kanal YouTube TVR Parlemen pada Selasa, 9 Juni 2026. 

Ia mengatakan, program CKG telah menjangkau hampir 42,3 juta penduduk di 38 provinsi. Adapun dari total pendaftar sebanyak 43.660.900 orang, jumlah yang hadir dan dilayani mencapai 42.291.657 orang.

"Saya perhatikan jumlah tertinggi tetap di Jawa Tengah. Artinya edukasi ke masyarakat di Jawa Tengah sudah cukup baik, karena sudah 10 juta orang lebih terlayani," ucapnya.

Benjamin juga sempat membandingkan keberhasilan Jateng dengan provinsi besar lainnya di Pulau Jawa.

"Artinya, CKG di Jawa Tengah berjalan dengan baik," ucapnya.

Ditemui secara terpisah, Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., menyatakan, komitmen penuh untuk mendukung program CKG. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan program Dokter Spesialis Keliling (Speling) di wilayahnya.

Speling menjadi salah satu program prioritas yang dicanangkan oleh Gubernur Jateng dan Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen, untuk memberikan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat dengan menerjunkan dokter-dokter spesialis langsung ke pelosok-pelosok desa. Dalam pelaksanaannya, Speling juga diintegrasikan dengan program CKG dari pusat.

Program Speling melibatkan seluruh rumah sakit yang ada di Jateng, baik RSUD milik provinsi maupun kabupaten/kota. Tidak hanya itu, Pemprov Jateng  juga menggandeng rumah sakit swasta untuk ikut menerjunkan dokter spesialisnya.

Pelayanan kesehatan yang ditawarkan, meliputi cek kesehatan secara umum dan pemeriksaan penyakit tertentu yang dilakukan oleh dokter spesialis, di antaranya tuberkulosis (TBC), kanker serviks, termasuk pemeriksaan rutin antenatal care (ANC) terhadap ibu hamil, dan pemeriksaan gratis untuk penyandang disabilitas. Bahkan, ada pemeriksaan kesehatan jiwa oleh dokter spesialis jiwa.

"Secara tidak langsung, dokter spesialis bisa mendeteksi dan mengantisipasi sejak dini. Layanan itu tidak dipungut biaya alias gratis. Ini akan terus kita lakukan dan jadikan role model pelayanan kesehatan berbasis desa," ucap Gubernur di Kota Semarang pada Rabu, 10 Juni 2026. 

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah pada 10 Juni 2026, program Speling sudah dilaksanakan sebanyak 1.249 kali di 1.138 desa yang tersebar di 454 kecamatan. Tercatat, sasarannya sudah mencapai 107.674 jiwa.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu