Foto : Fajar (Humas Jateng)
Foto : Fajar (Humas Jateng)
SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., resmi membuka gelaran Jateng Fair 2026 di Kawasan PRPP Semarang pada Jumat, 26 Juni 2026.
Jateng Fair digelar untuk memperingati Hari Jadi Jawa Tengah ke-81 dengan tema "Action for Transformation". Pemilihan tema ini bertujuan untuk memberikan semangat transformasi yang diwujudkan melalui berbagai aksi nyata.
Gubernur mengatakan, Jateng Fair merupakan etalase untuk memamerkan berbagai hasil pembangunan maupun inovasi di Jawa Tengah, sehingga bisa dilihat, diamati, dan dikembangkan.
Sebagai sebuah etalase, konsep yang dihadirkan dalam Jateng Fair 2026 lebih lengkap. Tidak hanya menjadi ruang promosi pembangunan dan produk unggulan daerah, tetapi beragam inovasi, peluang investasi, kekayaan budaya, wahana edukasi, hiburan, hingga ruang kolaborasi disuguhkan untuk para pengunjung.
Salah satu pembeda Jateng Fair 2026 dengan gelaran tahun sebelumnya adalah kolaborasi dengan Pameran Produk Inovasi Jawa Tengah 2026. Untuk pertama kalinya, hasil-hasil riset, teknologi, dan inovasi karya masyarakat maupun pemerintah, dihadirkan dalam satu panggung bersama produk unggulan daerah.
Melalui gelaran ini, Gubernur berharap, pemerintah, inovator, pengusaha, dan masyarakat bisa terus membangun kebersamaan.
Maka dari itu, ia mengajak seluruh bupati dan wali kota untuk ikut merasa memiliki acara Jateng Fair. Harapannya, hal ini bisa menjadi pemicu kemajuan dan pertumbuhan wilayah bersama-sama.
"Bupati dan wali kota harus ikut mempromosikan potensi Jawa Tengah dan masing-masing daerahnya, sehingga dapat menarik investasi. Diharapkan produk inovasi dan UMKM dapat ikut berkembang, sehingga ekonomi menggeliat," jelasnya.
Direktur Umum PT PRPP Jawa Tengah, Shafigh Pahlevi Lontoh, mengatakan, Jateng Fair 2026 digelar selama 10 hari mulai dari 26 Juni–5 Juli 2026. Pengunjung tidak dipungut biaya alias gratis untuk masuk ke lokasi pameran. Sementara untuk panggung konser yang menghadirkan banyak bintang tamu tetap berbayar.
Pameran produk dan inovasi diikuti oleh kurang lebih 26 stan OPD Pemprov Jateng, 15 stan kabupaten/kota, 8 stan BUMD Jawa Tengah, dan 1 stan BUMN. Selain itu, juga ada stan produk UMKM, Asosiasi Taman Wisata, stan dari kementerian dan lembaga keuangan, serta berbagai perusahaan.
"Kami juga berkolaborasi dengan beberapa komunitas, seperti Konco EO Semarang, ada juga Kids Wonderland untuk taman bermain anak-anak dan keluarga. Ada juga kerja sama dengan TVRI untuk nonton bareng piala dunia 2026," katanya.
Seorang pengunjung Jateng Fair 2026 asal Semarang, Ilham, mengaku setiap tahun selalu berkunjung ke Jateng Fair. Tahun ini, ia melihat acaranya lebih ramai daripada tahun sebelumnya. Selain itu, stan-stan yang ditampilkan juga lebih menarik ditambah dengan line up artis atau bintang tamu yang akan tampil.
"Saya lihat inovasi daerah juga bagus-bagus," ucapnya yang datang bersama keluarga.
SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., resmi membuka gelaran Jateng Fair 2026 di Kawasan PRPP Semarang pada Jumat, 26 Juni 2026.
Jateng Fair digelar untuk memperingati Hari Jadi Jawa Tengah ke-81 dengan tema "Action for Transformation". Pemilihan tema ini bertujuan untuk memberikan semangat transformasi yang diwujudkan melalui berbagai aksi nyata.
Gubernur mengatakan, Jateng Fair merupakan etalase untuk memamerkan berbagai hasil pembangunan maupun inovasi di Jawa Tengah, sehingga bisa dilihat, diamati, dan dikembangkan.
Sebagai sebuah etalase, konsep yang dihadirkan dalam Jateng Fair 2026 lebih lengkap. Tidak hanya menjadi ruang promosi pembangunan dan produk unggulan daerah, tetapi beragam inovasi, peluang investasi, kekayaan budaya, wahana edukasi, hiburan, hingga ruang kolaborasi disuguhkan untuk para pengunjung.
Salah satu pembeda Jateng Fair 2026 dengan gelaran tahun sebelumnya adalah kolaborasi dengan Pameran Produk Inovasi Jawa Tengah 2026. Untuk pertama kalinya, hasil-hasil riset, teknologi, dan inovasi karya masyarakat maupun pemerintah, dihadirkan dalam satu panggung bersama produk unggulan daerah.
Melalui gelaran ini, Gubernur berharap, pemerintah, inovator, pengusaha, dan masyarakat bisa terus membangun kebersamaan.
Maka dari itu, ia mengajak seluruh bupati dan wali kota untuk ikut merasa memiliki acara Jateng Fair. Harapannya, hal ini bisa menjadi pemicu kemajuan dan pertumbuhan wilayah bersama-sama.
"Bupati dan wali kota harus ikut mempromosikan potensi Jawa Tengah dan masing-masing daerahnya, sehingga dapat menarik investasi. Diharapkan produk inovasi dan UMKM dapat ikut berkembang, sehingga ekonomi menggeliat," jelasnya.
Direktur Umum PT PRPP Jawa Tengah, Shafigh Pahlevi Lontoh, mengatakan, Jateng Fair 2026 digelar selama 10 hari mulai dari 26 Juni–5 Juli 2026. Pengunjung tidak dipungut biaya alias gratis untuk masuk ke lokasi pameran. Sementara untuk panggung konser yang menghadirkan banyak bintang tamu tetap berbayar.
Pameran produk dan inovasi diikuti oleh kurang lebih 26 stan OPD Pemprov Jateng, 15 stan kabupaten/kota, 8 stan BUMD Jawa Tengah, dan 1 stan BUMN. Selain itu, juga ada stan produk UMKM, Asosiasi Taman Wisata, stan dari kementerian dan lembaga keuangan, serta berbagai perusahaan.
"Kami juga berkolaborasi dengan beberapa komunitas, seperti Konco EO Semarang, ada juga Kids Wonderland untuk taman bermain anak-anak dan keluarga. Ada juga kerja sama dengan TVRI untuk nonton bareng piala dunia 2026," katanya.
Seorang pengunjung Jateng Fair 2026 asal Semarang, Ilham, mengaku setiap tahun selalu berkunjung ke Jateng Fair. Tahun ini, ia melihat acaranya lebih ramai daripada tahun sebelumnya. Selain itu, stan-stan yang ditampilkan juga lebih menarik ditambah dengan line up artis atau bintang tamu yang akan tampil.
"Saya lihat inovasi daerah juga bagus-bagus," ucapnya yang datang bersama keluarga.
Berita Terbaru