Follow Us :              

Haul Akbar di Grobogan, Ibadah Menggema Ekonomi Berdaya

  12 July 2026  |   18:30:00  |   dibaca : 144 
Kategori :
Bagikan :

Haul Akbar di Grobogan, Ibadah Menggema Ekonomi Berdaya

12 July 2026 | 18:30:00 | dibaca : 144
Kategori :
Bagikan :

Foto : Sigit (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu
Haul Akbar di Grobogan, Ibadah Menggema Ekonomi Berdaya
Haul Akbar di Grobogan, Ibadah Menggema Ekonomi Berdaya
Haul Akbar di Grobogan, Ibadah Menggema Ekonomi Berdaya
Haul Akbar di Grobogan, Ibadah Menggema Ekonomi Berdaya
Haul Akbar di Grobogan, Ibadah Menggema Ekonomi Berdaya

Foto : Sigit (Humas Jateng)

GROBOGAN – Haul Akbar Kyai Ageng Kafiluddin K. Munawar Kholil ke-20 dan Masyayikh digelar di Pondok Pesantren Al Marom Menduran, Purwodadi, Kabupaten Grobogan pada Minggu, 12 Juli 2026. Acara ini bukan sekadar ibadah, silaturahmi, dan menimba ilmu agama, melainkan salah satu upaya untuk memberdayakan ekonomi warga sekitar.

Berdasarkan pantauan, puluhan lapak pedagang berjajar sepanjang sekitar 100 m di akses masuk menuju lokasi majelis. Beragam produk mulai dari kuliner, sandal, pakaian hingga kebutuhan sehari-hari laris diburu para pengunjung yang datang dari berbagai daerah.

Salah satu pedagang, Andi, mengaku sengaja datang dari Kaligawe, Kota Semarang, untuk berjualan di acara haul yang rutin digelar setiap tahun tersebut. Menurutnya, momentum haul selalu menjadi kesempatan yang dinanti karena bisa meningkatkan penjualan.

"Pasti buka dagangan kalau ada haul di sini, setahun sekali. Hasilnya lumayan," ujarnya.

Ia mengatakan, dirinya bersama rekan-rekan sesama pedagang kerap berpindah-pindah mengikuti berbagai kegiatan keagamaan dan pusat keramaian.

Berkah serupa dirasakan Widi, penjual lontong pecel khas Menduran, Kabupaten Grobogan. Bersama ibunya, ia membuka lapak di area haul dengan tetap mempertahankan harga normal, yakni Rp5.000 per porsi. Meskipun tidak menaikkan harga, omzet yang diperoleh meningkat tajam dibandingkan hari biasa.

"Alhamdulillah bisa dua sampai tiga kali lipat dari hari biasa," katanya.

Tak hanya pedagang, para pengunjung dari luar daerah juga menikmati suasana haul yang dipadukan dengan beragam kuliner khas daerah.

Asih, pengunjung asal Jakarta, mengaku sengaja membeli berbagai makanan khas Menduran yang sulit ditemui di daerah asalnya. 

Menurutnya, kegiatan haul tidak hanya memberikan manfaat spiritual, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.

"Haul ini bisa membantu warga daerah Menduran bisa berjualan. Pengunjung dari luar datang untuk mencoba membeli jajanan," ujarnya.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, yang hadir dalam kegiatan tersebut menilai, acara keagamaan seperti haul memiliki dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat.

"Ini tadi saya lihat selama perjalanan panjang jalan itu dagangan laris semua," katanya.

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, menurutnya, kegiatan keagamaan yang melibatkan masyarakat dalam jumlah besar mampu menjadi penggerak ekonomi lokal.

Ia menegaskan, manfaat ekonomi dari penyelenggaraan haul tidak hanya dirasakan oleh pondok pesantren, tetapi juga oleh para pedagang kecil yang menggantungkan penghasilannya dari kegiatan tersebut.

Haul Akbar Ponpes Al Marom yang berlangsung dari 9-12 Juli 2026 itu diikuti ribuan jemaah dari berbagai daerah, di antaranya Jawa Tengah, seperti Demak, Rembang, Semarang, hingga jemaah dari luar provinsi, seperti Jawa Barat dan Jakarta.

Ramainya jemaah yang hadir menjadikan haul tidak hanya menjadi momentum untuk mempererat ukhuwah dan meneladani para ulama, tetapi juga menjadi pengungkit perputaran ekonomi masyarakat di sekitar Pondok Pesantren Al Marom Menduran.


Bagikan :

GROBOGAN – Haul Akbar Kyai Ageng Kafiluddin K. Munawar Kholil ke-20 dan Masyayikh digelar di Pondok Pesantren Al Marom Menduran, Purwodadi, Kabupaten Grobogan pada Minggu, 12 Juli 2026. Acara ini bukan sekadar ibadah, silaturahmi, dan menimba ilmu agama, melainkan salah satu upaya untuk memberdayakan ekonomi warga sekitar.

Berdasarkan pantauan, puluhan lapak pedagang berjajar sepanjang sekitar 100 m di akses masuk menuju lokasi majelis. Beragam produk mulai dari kuliner, sandal, pakaian hingga kebutuhan sehari-hari laris diburu para pengunjung yang datang dari berbagai daerah.

Salah satu pedagang, Andi, mengaku sengaja datang dari Kaligawe, Kota Semarang, untuk berjualan di acara haul yang rutin digelar setiap tahun tersebut. Menurutnya, momentum haul selalu menjadi kesempatan yang dinanti karena bisa meningkatkan penjualan.

"Pasti buka dagangan kalau ada haul di sini, setahun sekali. Hasilnya lumayan," ujarnya.

Ia mengatakan, dirinya bersama rekan-rekan sesama pedagang kerap berpindah-pindah mengikuti berbagai kegiatan keagamaan dan pusat keramaian.

Berkah serupa dirasakan Widi, penjual lontong pecel khas Menduran, Kabupaten Grobogan. Bersama ibunya, ia membuka lapak di area haul dengan tetap mempertahankan harga normal, yakni Rp5.000 per porsi. Meskipun tidak menaikkan harga, omzet yang diperoleh meningkat tajam dibandingkan hari biasa.

"Alhamdulillah bisa dua sampai tiga kali lipat dari hari biasa," katanya.

Tak hanya pedagang, para pengunjung dari luar daerah juga menikmati suasana haul yang dipadukan dengan beragam kuliner khas daerah.

Asih, pengunjung asal Jakarta, mengaku sengaja membeli berbagai makanan khas Menduran yang sulit ditemui di daerah asalnya. 

Menurutnya, kegiatan haul tidak hanya memberikan manfaat spiritual, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.

"Haul ini bisa membantu warga daerah Menduran bisa berjualan. Pengunjung dari luar datang untuk mencoba membeli jajanan," ujarnya.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, yang hadir dalam kegiatan tersebut menilai, acara keagamaan seperti haul memiliki dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat.

"Ini tadi saya lihat selama perjalanan panjang jalan itu dagangan laris semua," katanya.

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, menurutnya, kegiatan keagamaan yang melibatkan masyarakat dalam jumlah besar mampu menjadi penggerak ekonomi lokal.

Ia menegaskan, manfaat ekonomi dari penyelenggaraan haul tidak hanya dirasakan oleh pondok pesantren, tetapi juga oleh para pedagang kecil yang menggantungkan penghasilannya dari kegiatan tersebut.

Haul Akbar Ponpes Al Marom yang berlangsung dari 9-12 Juli 2026 itu diikuti ribuan jemaah dari berbagai daerah, di antaranya Jawa Tengah, seperti Demak, Rembang, Semarang, hingga jemaah dari luar provinsi, seperti Jawa Barat dan Jakarta.

Ramainya jemaah yang hadir menjadikan haul tidak hanya menjadi momentum untuk mempererat ukhuwah dan meneladani para ulama, tetapi juga menjadi pengungkit perputaran ekonomi masyarakat di sekitar Pondok Pesantren Al Marom Menduran.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu