Follow Us :              

Menghitung Hari! Jawa Tengah Siap Sambut 2.833 Kafilah MTQ Nasional 2026

  31 August 2026  |   00:00:00  |   dibaca : 389 
Kategori :
Bagikan :

Menghitung Hari! Jawa Tengah Siap Sambut 2.833 Kafilah MTQ Nasional 2026

31 August 2026 | 00:00:00 | dibaca : 389
Kategori :
Bagikan :

Foto : Bintoro (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu
Menghitung Hari! Jawa Tengah Siap Sambut 2.833 Kafilah MTQ Nasional 2026
Menghitung Hari! Jawa Tengah Siap Sambut 2.833 Kafilah MTQ Nasional 2026
Menghitung Hari! Jawa Tengah Siap Sambut 2.833 Kafilah MTQ Nasional 2026
Menghitung Hari! Jawa Tengah Siap Sambut 2.833 Kafilah MTQ Nasional 2026
Menghitung Hari! Jawa Tengah Siap Sambut 2.833 Kafilah MTQ Nasional 2026

Foto : Bintoro (Humas Jateng)

JAKARTA – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mematangkan persiapan sebagai tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Nasional XXXI Tahun 2026, yang akan berlangsung di Kota Semarang pada 11–20 September 2026.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Iwanuddin Iskandar, mengatakan, berbagai persiapan terus dikawal bersama untuk memastikan seluruh rangkaian MTQ berjalan lancar. 

Berbagai hal yang dipastikan, antara lain kesiapan venue, layanan kafilah, transportasi, layanan kesehatan, maupun kebutuhan lain yang diarahkan untuk memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh kafilah.

Adapun dari 12 venue yang dipersiapkan, terdapat 5 venue, termasuk lokasi utama di Lapangan Simpanglima Semarang, yang masih dalam proses penyelesaian.

“Kami secara berkelanjutan melakukan pemantauan di Lapangan Simpanglima Semarang yang akan menjadi venue utama,” ucapnya dalam acara Pemaparan Kesiapan Jawa Tengah sebagai Tuan Rumah MTQ Tingkat Nasional XXXI Tahun 2026 di Jakarta pada Senin, 31 Agustus 2026, 

Ia mengatakan, pihak ketiga yang telah ditetapkan menjadi penyedia, telah bekerja maksimal sesuai jadwal yang telah ditetapkan. 

Menurutnya, kesiapan venue menjadi salah satu bagian yang terus mendapat perhatian, karena pelaksanaan MTQ akan berlangsung di beberapa lokasi. Selain venue utama di Lapangan Simpanglima, lokasi lainnya ada di Convention Hall Masjid Agung Jawa Tengah, Auditorium Kampus 3 UIN Walisongo, Auditorium Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Tengah, serta sejumlah gedung di lingkungan Universitas Diponegoro.

Di sisi lain, kesiapan kedatangan peserta juga terus dimatangkan. Hasil koordinasi tim penghubung atau Liaison Officer (LO) dengan 37 provinsi memperkirakan sekitar 2.833 kafilah dan ofisial akan datang ke Jawa Tengah. Mereka akan datang beserta pendamping dan rombongan lainnya, sehingga jumlah yang terlibat dalam rangkaian MTQN diperkirakan mencapai 7.000 orang.

Terkait pelayanan tamu, pihaknya melibatkan berbagai stakeholder, mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD), tim penghubung, dan lainnya. Pelayanan kafilah diperkuat dengan melibatkan 190 ASN dari 38 perangkat daerah Provinsi Jawa Tengah sebagai tim penghubung. Mereka akan mendampingi kafilah mulai dari kedatangan, selama mengikuti rangkaian kegiatan, hingga kepulangan.

Guna mendukung mobilitas selama pelaksanaan acara, panitia menyiapkan 15 bus berkapasitas 50 penumpang, 5 truk box, 63 unit Toyota Hiace, dan 76 unit Innova Reborn. Armada tersebut akan digunakan untuk penjemputan, pengantaran, serta mobilitas kafilah, dewan hakim, panitera, dan panitia selama pelaksanaan MTQ.

Sementara itu, layanan kesehatan disiapkan selama 24 jam mulai dari 11-20 September 2026. Tim kesehatan akan ditempatkan di lokasi registrasi, venue utama, venue MTQ, lokasi pameran, sekretariat, serta hotel penginapan kafilah. Rumah sakit rujukan juga telah disiapkan, termasuk RSUP Dr. Kariadi, RS Nasional Diponegoro, RS K.R.M.T. Wongsonegoro, SMC RS Telogorejo, dan RSUD Dr. Adhyatma, MPH Tugurejo.

Selain agenda utama, rangkaian MTQ Nasional XXXI juga akan diisi berbagai kegiatan pendukung. Pameran MTQ di kawasan eks E-Plaza/Gama Plaza menghadirkan 150 booth yang akan diikuti kementerian/lembaga, 37 provinsi, 35 kabupaten/kota, serta UMKM Jawa Tengah. Selain itu, diselenggarakan Pawai Ta’aruf yang dijadwalkan pada 12 September 2026. 

Tak hanya itu, akan digelar pula Seminar Internasional bertema “Moderasi Beragama” di Universitas Negeri Semarang, Dugderan di Masjid Agung Semarang Kauman, Festival Rebana, Festival Kaligrafi, Expo dan Pameran Produk, serta Job Fair.

Seluruh persiapan acara dilakukan tidak hanya untuk memastikan pelaksanaan MTQ Nasional berjalan lancar, tetapi juga untuk memberikan kesan yang baik bagi seluruh peserta selama berada di Jawa Tengah.

“Kepada seluruh peserta, kepada seluruh provinsi se-Indonesia, kami melayani dengan sepenuh hati, dan kami juga memohon kepada pemerintah pusat untuk memberikan kontribusi yang terbaik pada MTQ Nasional XXXI, sehingga Jateng yang menjadi tuan rumah akan selalu ada di hati para peserta,” ucap Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Jateng.

Sebelumnya, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menekankan agar pelaksanaan MTQ Nasional tidak hanya berfokus pada perlombaan, tetapi juga harus memberikan dampak positif bagi masyarakat dan perekonomian daerah. Oleh karena itu, sejumlah sektor pendukung turut dipersiapkan, termasuk pariwisata ramah muslim dan keterlibatan pelaku UMKM.

Salah satu yang disiapkan adalah city tour bagi para kafilah untuk mengenal berbagai destinasi wisata di Jawa Tengah.

"Harapannya, (para kafilah dan) masyarakat (dari berbagai daerah) bisa mengunjungi (wisata di Jateng), bisa ada city tour untuk mempromosikan pariwisata-pariwisata kita," ujarnya.


Bagikan :

JAKARTA – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mematangkan persiapan sebagai tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Nasional XXXI Tahun 2026, yang akan berlangsung di Kota Semarang pada 11–20 September 2026.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Iwanuddin Iskandar, mengatakan, berbagai persiapan terus dikawal bersama untuk memastikan seluruh rangkaian MTQ berjalan lancar. 

Berbagai hal yang dipastikan, antara lain kesiapan venue, layanan kafilah, transportasi, layanan kesehatan, maupun kebutuhan lain yang diarahkan untuk memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh kafilah.

Adapun dari 12 venue yang dipersiapkan, terdapat 5 venue, termasuk lokasi utama di Lapangan Simpanglima Semarang, yang masih dalam proses penyelesaian.

“Kami secara berkelanjutan melakukan pemantauan di Lapangan Simpanglima Semarang yang akan menjadi venue utama,” ucapnya dalam acara Pemaparan Kesiapan Jawa Tengah sebagai Tuan Rumah MTQ Tingkat Nasional XXXI Tahun 2026 di Jakarta pada Senin, 31 Agustus 2026, 

Ia mengatakan, pihak ketiga yang telah ditetapkan menjadi penyedia, telah bekerja maksimal sesuai jadwal yang telah ditetapkan. 

Menurutnya, kesiapan venue menjadi salah satu bagian yang terus mendapat perhatian, karena pelaksanaan MTQ akan berlangsung di beberapa lokasi. Selain venue utama di Lapangan Simpanglima, lokasi lainnya ada di Convention Hall Masjid Agung Jawa Tengah, Auditorium Kampus 3 UIN Walisongo, Auditorium Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Tengah, serta sejumlah gedung di lingkungan Universitas Diponegoro.

Di sisi lain, kesiapan kedatangan peserta juga terus dimatangkan. Hasil koordinasi tim penghubung atau Liaison Officer (LO) dengan 37 provinsi memperkirakan sekitar 2.833 kafilah dan ofisial akan datang ke Jawa Tengah. Mereka akan datang beserta pendamping dan rombongan lainnya, sehingga jumlah yang terlibat dalam rangkaian MTQN diperkirakan mencapai 7.000 orang.

Terkait pelayanan tamu, pihaknya melibatkan berbagai stakeholder, mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD), tim penghubung, dan lainnya. Pelayanan kafilah diperkuat dengan melibatkan 190 ASN dari 38 perangkat daerah Provinsi Jawa Tengah sebagai tim penghubung. Mereka akan mendampingi kafilah mulai dari kedatangan, selama mengikuti rangkaian kegiatan, hingga kepulangan.

Guna mendukung mobilitas selama pelaksanaan acara, panitia menyiapkan 15 bus berkapasitas 50 penumpang, 5 truk box, 63 unit Toyota Hiace, dan 76 unit Innova Reborn. Armada tersebut akan digunakan untuk penjemputan, pengantaran, serta mobilitas kafilah, dewan hakim, panitera, dan panitia selama pelaksanaan MTQ.

Sementara itu, layanan kesehatan disiapkan selama 24 jam mulai dari 11-20 September 2026. Tim kesehatan akan ditempatkan di lokasi registrasi, venue utama, venue MTQ, lokasi pameran, sekretariat, serta hotel penginapan kafilah. Rumah sakit rujukan juga telah disiapkan, termasuk RSUP Dr. Kariadi, RS Nasional Diponegoro, RS K.R.M.T. Wongsonegoro, SMC RS Telogorejo, dan RSUD Dr. Adhyatma, MPH Tugurejo.

Selain agenda utama, rangkaian MTQ Nasional XXXI juga akan diisi berbagai kegiatan pendukung. Pameran MTQ di kawasan eks E-Plaza/Gama Plaza menghadirkan 150 booth yang akan diikuti kementerian/lembaga, 37 provinsi, 35 kabupaten/kota, serta UMKM Jawa Tengah. Selain itu, diselenggarakan Pawai Ta’aruf yang dijadwalkan pada 12 September 2026. 

Tak hanya itu, akan digelar pula Seminar Internasional bertema “Moderasi Beragama” di Universitas Negeri Semarang, Dugderan di Masjid Agung Semarang Kauman, Festival Rebana, Festival Kaligrafi, Expo dan Pameran Produk, serta Job Fair.

Seluruh persiapan acara dilakukan tidak hanya untuk memastikan pelaksanaan MTQ Nasional berjalan lancar, tetapi juga untuk memberikan kesan yang baik bagi seluruh peserta selama berada di Jawa Tengah.

“Kepada seluruh peserta, kepada seluruh provinsi se-Indonesia, kami melayani dengan sepenuh hati, dan kami juga memohon kepada pemerintah pusat untuk memberikan kontribusi yang terbaik pada MTQ Nasional XXXI, sehingga Jateng yang menjadi tuan rumah akan selalu ada di hati para peserta,” ucap Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Jateng.

Sebelumnya, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menekankan agar pelaksanaan MTQ Nasional tidak hanya berfokus pada perlombaan, tetapi juga harus memberikan dampak positif bagi masyarakat dan perekonomian daerah. Oleh karena itu, sejumlah sektor pendukung turut dipersiapkan, termasuk pariwisata ramah muslim dan keterlibatan pelaku UMKM.

Salah satu yang disiapkan adalah city tour bagi para kafilah untuk mengenal berbagai destinasi wisata di Jawa Tengah.

"Harapannya, (para kafilah dan) masyarakat (dari berbagai daerah) bisa mengunjungi (wisata di Jateng), bisa ada city tour untuk mempromosikan pariwisata-pariwisata kita," ujarnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu