Foto : Fajar (Humas Jateng)
Foto : Fajar (Humas Jateng)
SEMARANG — Tak hanya sukses sebagai tuan rumah dan mencetak prestasi, gelaran Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Jawa Tengah juga mampu memberikan dampak positif bagi warga.
"Sembilan hari kita telah bersama dalam suasana penuh khidmat, yaitu mengagungkan kalam ilahi di seluruh pelosok Kota Semarang, Jawa Tengah, sehingga terasa tenteram, aman, dan damai,” ucap Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., dalam penutupan MTQ Nasional XXXI di Lapangan Pancasila, Simpanglima, Kota Semarang pada Sabtu, 19 September 2026.
Ia mengungkapkan, dunia maya juga ramai bersisi narasi-narasi positif selama penyelenggaraan MTQ.
Selain hal itu, Gubernur juga menegaskan bahwa MTQ Nasional XXXI bukan hanya ajang perlombaan untuk melahirkan para juara, melainkan wadah yang mampu memberikan dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat dan perekonomian di Jawa Tengah dan Kota Semarang.
Dari sisi ekonomi, salah satu dampak nyata terlihat dari pameran produk UMKM. Tercatat, nilai total transaksi di tempat pameran maupun e-commerce mencapai sekitar Rp2,41 miliar. Secara keseluruhan, event MTQ Nasional dihadiri 250 ribu pengunjung dengan total nilai ekonomi mencapai Rp1,32 triliun.
"Ini menandakan bahwa MTQ memberikan berkah lahir dan batin bagi kita semua. Terima kasih kepada seluruh masyarakat, kafilah, dan panitia. Ceritakan hal menyejukkan (kepada masyarakat di daerah masing-masing)," katanya.
Adapun dalam MTQ Nasional XXXI, Kalimantan Timur kembali menjadi juara umum. Tuan rumah Jawa Tengah menjadi juara kedua (runner-up), disusul DKI Jakarta di tempat ketiga, Aceh dan Jawa Timur meraih peringkat keempat, serta Jawa Barat di peringkat kelima.
Gubernur menyampaikan, capaian yang diraih oleh para kafilah merupakan hasil dari jerih payah, usaha, dan latihan terus-menerus.
Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, memberikan apresiasi kepada Gubernur Jawa Tengah dan Wakil Gubernur sekaligus Ketua LPTQ Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, yang telah membimbing hingga sukses menjadi tuan rumah MTQ Nasional XXXI.
"Setelah ini seluruh kafilah akan kembali ke daerah masing-masing. Tugas kita tidak selesai setelah MTQ ini selesai, tetapi ada tugas yang lebih mulia, yaitu membawa cahaya Al-Qur'an ke dalam kehidupan nyata," ucapnya.
SEMARANG — Tak hanya sukses sebagai tuan rumah dan mencetak prestasi, gelaran Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Jawa Tengah juga mampu memberikan dampak positif bagi warga.
"Sembilan hari kita telah bersama dalam suasana penuh khidmat, yaitu mengagungkan kalam ilahi di seluruh pelosok Kota Semarang, Jawa Tengah, sehingga terasa tenteram, aman, dan damai,” ucap Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., dalam penutupan MTQ Nasional XXXI di Lapangan Pancasila, Simpanglima, Kota Semarang pada Sabtu, 19 September 2026.
Ia mengungkapkan, dunia maya juga ramai bersisi narasi-narasi positif selama penyelenggaraan MTQ.
Selain hal itu, Gubernur juga menegaskan bahwa MTQ Nasional XXXI bukan hanya ajang perlombaan untuk melahirkan para juara, melainkan wadah yang mampu memberikan dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat dan perekonomian di Jawa Tengah dan Kota Semarang.
Dari sisi ekonomi, salah satu dampak nyata terlihat dari pameran produk UMKM. Tercatat, nilai total transaksi di tempat pameran maupun e-commerce mencapai sekitar Rp2,41 miliar. Secara keseluruhan, event MTQ Nasional dihadiri 250 ribu pengunjung dengan total nilai ekonomi mencapai Rp1,32 triliun.
"Ini menandakan bahwa MTQ memberikan berkah lahir dan batin bagi kita semua. Terima kasih kepada seluruh masyarakat, kafilah, dan panitia. Ceritakan hal menyejukkan (kepada masyarakat di daerah masing-masing)," katanya.
Adapun dalam MTQ Nasional XXXI, Kalimantan Timur kembali menjadi juara umum. Tuan rumah Jawa Tengah menjadi juara kedua (runner-up), disusul DKI Jakarta di tempat ketiga, Aceh dan Jawa Timur meraih peringkat keempat, serta Jawa Barat di peringkat kelima.
Gubernur menyampaikan, capaian yang diraih oleh para kafilah merupakan hasil dari jerih payah, usaha, dan latihan terus-menerus.
Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, memberikan apresiasi kepada Gubernur Jawa Tengah dan Wakil Gubernur sekaligus Ketua LPTQ Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, yang telah membimbing hingga sukses menjadi tuan rumah MTQ Nasional XXXI.
"Setelah ini seluruh kafilah akan kembali ke daerah masing-masing. Tugas kita tidak selesai setelah MTQ ini selesai, tetapi ada tugas yang lebih mulia, yaitu membawa cahaya Al-Qur'an ke dalam kehidupan nyata," ucapnya.
Berita Terbaru