Foto : Sigit (Humas Jateng)
Foto : Sigit (Humas Jateng)
SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menjadi salah satu lokus pembelajaran bagi peserta didik Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) Polri Angkatan 36.
Para peserta didik mempelajari dan mendalami praktik baik (best practice) sinergi lintas sektor dalam penanganan isu-isu strategis.
Hal itu mengemuka saat Ketua Supervisor Sespimti Polri Angkatan 36, Irjen Pol Toni Ariadi Efendi, berkunjung ke Pemprov Jateng dalam rangka Praktik Kerja Dalam Negeri (PKDN). Rombongan diterima oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, di Kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah pada Selasa, 6 Oktober 2026.
Toni menyampaikan, kegiatan PKDN merupakan bagian dari kurikulum pendidikan Sespimti Polri untuk membekali calon pemimpin tingkat tinggi dengan pengalaman empiris di lapangan. Melalui kegiatan tersebut, peserta didik diharapkan mampu menganalisis dinamika sosial, ekonomi, operasional, dan keamanan secara komprehensif.
“Jawa Tengah dipilih sebagai salah satu lokus utama, karena memiliki dinamika sosial yang kompleks, sekaligus menunjukkan praktik sinergi dan manajemen pemerintahan yang menjadi bahan pembelajaran,” ujarnya.
Ia menjelaskan, rombongan PKDN Sespimti Polri Angkatan 36 terdiri dari 8 peserta didik, yakni 7 personel Polri berpangkat Komisaris Besar (Kombes) dan 1 personel TNI Angkatan Laut.
Menurutnya, salah satu hal yang menjadi perhatian dalam kunjungan tersebut adalah sinergi lintas sektor dalam penanganan isu-isu strategis di Jawa Tengah.
Toni menegaskan, penanganan persoalan strategis tidak dapat dilakukan hanya melalui pendekatan sektoral. Diperlukan kolaborasi yang melibatkan pemerintah, TNI, Polri, akademisi, masyarakat, dan dunia usaha atau pendekatan pentaheliks.
“Pendekatan yang humanis, preventif, dan kolaboratif ini ingin kami jadikan laboratorium pembelajaran bagi para peserta didik Sespimti,” katanya.
Pada kesempatan itu, ia juga meminta para peserta didik menggali informasi, data, serta pengalaman langsung dari para pemangku kepentingan, mulai dari jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Polda Jawa Tengah, hingga tokoh masyarakat.
Melalui proses tersebut, peserta diharapkan dapat mengkaji pola komunikasi lintas sektor, penyelesaian kendala di lapangan, serta upaya menyelaraskan kepastian hukum dengan kearifan lokal.
Hasil kajian PKDN diharapkan dapat dirumuskan menjadi karya akademis maupun rekomendasi strategis yang aplikatif, sehingga praktik baik yang ditemukan di Jateng dapat menjadi referensi bagi provinsi lain di Indonesia.
Toni juga menyampaikan apresiasi kepada Pemprov Jateng atas penerimaan dan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia berharap, para peserta didik memperoleh bimbingan dan arahan dari para pemangku kepentingan selama menjalani proses pembelajaran.
Menurutnya, pengalaman lapangan tersebut penting untuk membentuk calon pemimpin Polri yang memiliki wawasan strategis, bijaksana, serta mampu membangun sinergi dalam menjaga keutuhan NKRI.
Saat menerima kunjungan tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menyampaikan, pihaknya menyambut baik kunjungan dari tim serta peserta didik dari Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) Polri Angkatan 36.
Dalam pertemuan itu, Sekda berdialog langsung dengan para peserta didik Sespimti terkait penanganan isu-isu strategis di Jateng.
Tak hanya itu, ia juga mengungkapkan berbagai program yang telah dilaksanakan di Jateng. Salah satunya, program Sekolah Berintegritas (SBI) sebagai upaya penguatan integritas dari satuan pendidikan yang menyasar kepala sekolah, guru, tenaga non-pendidik, dan siswa.
“Jadi kami (memiliki program) Sekolah Berintegritas, sepertinya (akan) dikembangkan di provinsi lain, sehingga Pak Gubernur hari ini di undang ke KPK, Jakarta,” ucapnya.
Sebagai informasi, Provinsi Jawa Tengah mendapat apresiasi sebagai wilayah dengan penguatan integritas pendidikan melalui program Sekolah Berintegritas (SBI) dari KPK, dalam ajang Apresiasi Komitmen Pendidikan Antikorupsi Tahun 2026 di Gedung Juang KPK Jakarta pada hari ini (6/10/2026).
Pada kesempatan itu, Sekda juga berterima kasih atas dipilihnya Jateng sebagai lokasi pembelajaran para siswa Sespimti Polri.
“Kami terima kasih Jawa Tengah dipilih menjadi (lokasi) kunjungan dari Bapak-Bapak semua. Mudah-mudahan apa yang diinginkan bisa terpenuhi. Kehadiran Bapak sekalian di sini (diharapkan dapat) membawa dampak yang signifikan bagi kami semua,” pungkasnya.
SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menjadi salah satu lokus pembelajaran bagi peserta didik Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) Polri Angkatan 36.
Para peserta didik mempelajari dan mendalami praktik baik (best practice) sinergi lintas sektor dalam penanganan isu-isu strategis.
Hal itu mengemuka saat Ketua Supervisor Sespimti Polri Angkatan 36, Irjen Pol Toni Ariadi Efendi, berkunjung ke Pemprov Jateng dalam rangka Praktik Kerja Dalam Negeri (PKDN). Rombongan diterima oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, di Kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah pada Selasa, 6 Oktober 2026.
Toni menyampaikan, kegiatan PKDN merupakan bagian dari kurikulum pendidikan Sespimti Polri untuk membekali calon pemimpin tingkat tinggi dengan pengalaman empiris di lapangan. Melalui kegiatan tersebut, peserta didik diharapkan mampu menganalisis dinamika sosial, ekonomi, operasional, dan keamanan secara komprehensif.
“Jawa Tengah dipilih sebagai salah satu lokus utama, karena memiliki dinamika sosial yang kompleks, sekaligus menunjukkan praktik sinergi dan manajemen pemerintahan yang menjadi bahan pembelajaran,” ujarnya.
Ia menjelaskan, rombongan PKDN Sespimti Polri Angkatan 36 terdiri dari 8 peserta didik, yakni 7 personel Polri berpangkat Komisaris Besar (Kombes) dan 1 personel TNI Angkatan Laut.
Menurutnya, salah satu hal yang menjadi perhatian dalam kunjungan tersebut adalah sinergi lintas sektor dalam penanganan isu-isu strategis di Jawa Tengah.
Toni menegaskan, penanganan persoalan strategis tidak dapat dilakukan hanya melalui pendekatan sektoral. Diperlukan kolaborasi yang melibatkan pemerintah, TNI, Polri, akademisi, masyarakat, dan dunia usaha atau pendekatan pentaheliks.
“Pendekatan yang humanis, preventif, dan kolaboratif ini ingin kami jadikan laboratorium pembelajaran bagi para peserta didik Sespimti,” katanya.
Pada kesempatan itu, ia juga meminta para peserta didik menggali informasi, data, serta pengalaman langsung dari para pemangku kepentingan, mulai dari jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Polda Jawa Tengah, hingga tokoh masyarakat.
Melalui proses tersebut, peserta diharapkan dapat mengkaji pola komunikasi lintas sektor, penyelesaian kendala di lapangan, serta upaya menyelaraskan kepastian hukum dengan kearifan lokal.
Hasil kajian PKDN diharapkan dapat dirumuskan menjadi karya akademis maupun rekomendasi strategis yang aplikatif, sehingga praktik baik yang ditemukan di Jateng dapat menjadi referensi bagi provinsi lain di Indonesia.
Toni juga menyampaikan apresiasi kepada Pemprov Jateng atas penerimaan dan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia berharap, para peserta didik memperoleh bimbingan dan arahan dari para pemangku kepentingan selama menjalani proses pembelajaran.
Menurutnya, pengalaman lapangan tersebut penting untuk membentuk calon pemimpin Polri yang memiliki wawasan strategis, bijaksana, serta mampu membangun sinergi dalam menjaga keutuhan NKRI.
Saat menerima kunjungan tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menyampaikan, pihaknya menyambut baik kunjungan dari tim serta peserta didik dari Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) Polri Angkatan 36.
Dalam pertemuan itu, Sekda berdialog langsung dengan para peserta didik Sespimti terkait penanganan isu-isu strategis di Jateng.
Tak hanya itu, ia juga mengungkapkan berbagai program yang telah dilaksanakan di Jateng. Salah satunya, program Sekolah Berintegritas (SBI) sebagai upaya penguatan integritas dari satuan pendidikan yang menyasar kepala sekolah, guru, tenaga non-pendidik, dan siswa.
“Jadi kami (memiliki program) Sekolah Berintegritas, sepertinya (akan) dikembangkan di provinsi lain, sehingga Pak Gubernur hari ini di undang ke KPK, Jakarta,” ucapnya.
Sebagai informasi, Provinsi Jawa Tengah mendapat apresiasi sebagai wilayah dengan penguatan integritas pendidikan melalui program Sekolah Berintegritas (SBI) dari KPK, dalam ajang Apresiasi Komitmen Pendidikan Antikorupsi Tahun 2026 di Gedung Juang KPK Jakarta pada hari ini (6/10/2026).
Pada kesempatan itu, Sekda juga berterima kasih atas dipilihnya Jateng sebagai lokasi pembelajaran para siswa Sespimti Polri.
“Kami terima kasih Jawa Tengah dipilih menjadi (lokasi) kunjungan dari Bapak-Bapak semua. Mudah-mudahan apa yang diinginkan bisa terpenuhi. Kehadiran Bapak sekalian di sini (diharapkan dapat) membawa dampak yang signifikan bagi kami semua,” pungkasnya.