Follow Us :              

Porsadin VIII Jateng Resmi Dibuka, 824 Santri dari Berbagai Daerah Siap Ukir Prestasi

  09 October 2026  |   20:00:00  |   dibaca : 290 
Kategori :
Bagikan :

Porsadin VIII Jateng Resmi Dibuka, 824 Santri dari Berbagai Daerah Siap Ukir Prestasi

09 October 2026 | 20:00:00 | dibaca : 290
Kategori :
Bagikan :

Foto : Istimewa (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu
Porsadin VIII Jateng Resmi Dibuka, 824 Santri dari Berbagai Daerah Siap Ukir Prestasi
Porsadin VIII Jateng Resmi Dibuka, 824 Santri dari Berbagai Daerah Siap Ukir Prestasi
Porsadin VIII Jateng Resmi Dibuka, 824 Santri dari Berbagai Daerah Siap Ukir Prestasi
Porsadin VIII Jateng Resmi Dibuka, 824 Santri dari Berbagai Daerah Siap Ukir Prestasi
Porsadin VIII Jateng Resmi Dibuka, 824 Santri dari Berbagai Daerah Siap Ukir Prestasi

Foto : Istimewa (Humas Jateng)

KAB TEGAL – Gelaran Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (Porsadin) VIII Tingkat Provinsi Jawa Tengah resmi dibuka di Pendopo Amangkurat, Kabupaten Tegal pada Jumat, 9 Oktober malam.

Kegiatan ini diikuti 824 peserta yang tergabung dalam 27 tim, terdiri dari 429 peserta putri dan 395 peserta putra.

Pembukaan Porsadin berlangsung meriah dengan pawai kafilah yang mewakili 35 Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) kabupaten/kota se-Jawa Tengah. Acara yang mengusung tema “Jayakan Negeri dengan Budi Pekerti”  ini dihadiri oleh Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Jawa Tengah, Aria Chandra Destianto, mewakili Gubernur Jateng, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K. 

Ketua Panitia Porsadin VII Jateng, Ahmad Sururi, mengatakan bahwa gelaran ini menjadi momentum penting untuk memperkuat peran Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) dalam membangun pendidikan karakter dan budi pekerti generasi muda.

Menurutnya, madrasah diniyah memiliki peran strategis dalam membentuk akhlak dan moral anak-anak di tengah berbagai tantangan perkembangan zaman.

“Madrasah diniyah sesungguhnya menjadi garda terdepan untuk membangun dan memperkuat pendidikan karakter atau budi pekerti,” ucapnya.

Maka dari itu, ia mengajak pemerintah daerah, Kementerian Agama, serta seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat kolaborasi dan sinergi dalam mendukung pendidikan diniyah di Jawa Tengah.

Bupati Tegal, Ischak Maulana Rohman, menegaskan bahwa Porsadin bukan sekadar ajang untuk menentukan juara, melainkan juga sarana membangun generasi muda yang sehat jasmani, kuat mental, berprestasi, dan memiliki landasan keagamaan yang kokoh.

Di madrasah diniyah, para santri tidak hanya mempelajari Al-Qur’an, fikih, dan akhlak, tetapi juga menanamkan nilai kedisiplinan, kesabaran, tanggung jawab, kejujuran, serta penghormatan kepada guru dan orang tua.

Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Tegal berkomitmen mendukung penguatan pendidikan keagamaan, termasuk madrasah diniyah dan pesantren. Menurutnya, pembangunan daerah tidak cukup hanya berorientasi pada pembangunan fisik dan ekonomi, tetapi juga harus memperhatikan kualitas manusia, karakter, dan spiritualitas.

Kepada seluruh peserta, ia berpesan agar mengikuti perlombaan dengan penuh semangat, menjunjung tinggi sportivitas, serta tetap menjaga akhlakul karimah.

“Menang adalah prestasi, tetapi mampu menerima kekalahan dengan lapang dada juga merupakan kemenangan yang luar biasa,” tuturnya.

Ketua Umum DPP FKDT, Lukman Hakim, menilai bahwa semangat dan kekompakan para pengurus FKDT di berbagai daerah menjadi modal penting dalam mengembangkan potensi santri madrasah diniyah.

Ia menilai, Porsadin merupakan bagian dari upaya menjaring dan mengembangkan talenta santri, khususnya dalam bidang olahraga, seni, dan keagamaan. Ia mencontohkan prestasi peserta didik madrasah diniyah dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), baik di tingkat nasional maupun internasional.

Harapannya, para juara Porsadin tingkat Jawa Tengah nantinya mendapatkan pembinaan berkelanjutan dari pemerintah daerah dan Kementerian Agama agar mampu meningkatkan prestasi hingga tingkat nasional.

Lukman juga mengingatkan kepada para panitia, dewan juri, hakim, dan wasit untuk menjalankan tugas secara profesional, jujur, dan adil. Menurutnya, integritas dalam perlombaan penting untuk menjaga kepercayaan peserta sekaligus menjadi teladan pendidikan karakter bagi para santri.

Selain itu, ia meminta pemerintah daerah memberikan perhatian terhadap keberlangsungan Madrasah Diniyah Takmiliyah, termasuk memastikan kebijakan pendidikan tidak menghambat kegiatan belajar di madrasah diniyah. 

Lukman memberikan apresiasi kepada Kabupaten Tegal yang telah mengalokasikan insentif sebesar Rp2 juta per tahun untuk guru MDT. Ia juga menyampaikan harapan agar dukungan dan insentif bagi para pendidik madrasah diniyah dapat terus ditingkatkan.

Melalui Porsadin VIII Tingkat Jawa Tengah, diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara pemerintah, madrasah diniyah, pesantren, ulama, dan masyarakat dalam melahirkan generasi yang cerdas, berakhlak mulia, sehat jasmani, kuat mental, serta mampu berprestasi.

Porsadin VIII sekaligus menjadi wadah untuk mempererat persaudaraan antarsantri dari berbagai daerah di Jawa Tengah, dengan tetap menjunjung sportivitas dan nilai-nilai akhlakul karimah.


Bagikan :

KAB TEGAL – Gelaran Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (Porsadin) VIII Tingkat Provinsi Jawa Tengah resmi dibuka di Pendopo Amangkurat, Kabupaten Tegal pada Jumat, 9 Oktober malam.

Kegiatan ini diikuti 824 peserta yang tergabung dalam 27 tim, terdiri dari 429 peserta putri dan 395 peserta putra.

Pembukaan Porsadin berlangsung meriah dengan pawai kafilah yang mewakili 35 Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) kabupaten/kota se-Jawa Tengah. Acara yang mengusung tema “Jayakan Negeri dengan Budi Pekerti”  ini dihadiri oleh Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Jawa Tengah, Aria Chandra Destianto, mewakili Gubernur Jateng, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K. 

Ketua Panitia Porsadin VII Jateng, Ahmad Sururi, mengatakan bahwa gelaran ini menjadi momentum penting untuk memperkuat peran Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) dalam membangun pendidikan karakter dan budi pekerti generasi muda.

Menurutnya, madrasah diniyah memiliki peran strategis dalam membentuk akhlak dan moral anak-anak di tengah berbagai tantangan perkembangan zaman.

“Madrasah diniyah sesungguhnya menjadi garda terdepan untuk membangun dan memperkuat pendidikan karakter atau budi pekerti,” ucapnya.

Maka dari itu, ia mengajak pemerintah daerah, Kementerian Agama, serta seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat kolaborasi dan sinergi dalam mendukung pendidikan diniyah di Jawa Tengah.

Bupati Tegal, Ischak Maulana Rohman, menegaskan bahwa Porsadin bukan sekadar ajang untuk menentukan juara, melainkan juga sarana membangun generasi muda yang sehat jasmani, kuat mental, berprestasi, dan memiliki landasan keagamaan yang kokoh.

Di madrasah diniyah, para santri tidak hanya mempelajari Al-Qur’an, fikih, dan akhlak, tetapi juga menanamkan nilai kedisiplinan, kesabaran, tanggung jawab, kejujuran, serta penghormatan kepada guru dan orang tua.

Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Tegal berkomitmen mendukung penguatan pendidikan keagamaan, termasuk madrasah diniyah dan pesantren. Menurutnya, pembangunan daerah tidak cukup hanya berorientasi pada pembangunan fisik dan ekonomi, tetapi juga harus memperhatikan kualitas manusia, karakter, dan spiritualitas.

Kepada seluruh peserta, ia berpesan agar mengikuti perlombaan dengan penuh semangat, menjunjung tinggi sportivitas, serta tetap menjaga akhlakul karimah.

“Menang adalah prestasi, tetapi mampu menerima kekalahan dengan lapang dada juga merupakan kemenangan yang luar biasa,” tuturnya.

Ketua Umum DPP FKDT, Lukman Hakim, menilai bahwa semangat dan kekompakan para pengurus FKDT di berbagai daerah menjadi modal penting dalam mengembangkan potensi santri madrasah diniyah.

Ia menilai, Porsadin merupakan bagian dari upaya menjaring dan mengembangkan talenta santri, khususnya dalam bidang olahraga, seni, dan keagamaan. Ia mencontohkan prestasi peserta didik madrasah diniyah dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), baik di tingkat nasional maupun internasional.

Harapannya, para juara Porsadin tingkat Jawa Tengah nantinya mendapatkan pembinaan berkelanjutan dari pemerintah daerah dan Kementerian Agama agar mampu meningkatkan prestasi hingga tingkat nasional.

Lukman juga mengingatkan kepada para panitia, dewan juri, hakim, dan wasit untuk menjalankan tugas secara profesional, jujur, dan adil. Menurutnya, integritas dalam perlombaan penting untuk menjaga kepercayaan peserta sekaligus menjadi teladan pendidikan karakter bagi para santri.

Selain itu, ia meminta pemerintah daerah memberikan perhatian terhadap keberlangsungan Madrasah Diniyah Takmiliyah, termasuk memastikan kebijakan pendidikan tidak menghambat kegiatan belajar di madrasah diniyah. 

Lukman memberikan apresiasi kepada Kabupaten Tegal yang telah mengalokasikan insentif sebesar Rp2 juta per tahun untuk guru MDT. Ia juga menyampaikan harapan agar dukungan dan insentif bagi para pendidik madrasah diniyah dapat terus ditingkatkan.

Melalui Porsadin VIII Tingkat Jawa Tengah, diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara pemerintah, madrasah diniyah, pesantren, ulama, dan masyarakat dalam melahirkan generasi yang cerdas, berakhlak mulia, sehat jasmani, kuat mental, serta mampu berprestasi.

Porsadin VIII sekaligus menjadi wadah untuk mempererat persaudaraan antarsantri dari berbagai daerah di Jawa Tengah, dengan tetap menjunjung sportivitas dan nilai-nilai akhlakul karimah.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu