Follow Us :              

Dua Siswa Unjuk Kemampuan Bahasa Jawa di FTBI Jateng, Pulang Bawa Hadiah dari Wagub

  09 October 2026  |   13:30:00  |   dibaca : 5029 
Kategori :
Bagikan :

Dua Siswa Unjuk Kemampuan Bahasa Jawa di FTBI Jateng, Pulang Bawa Hadiah dari Wagub

09 October 2026 | 13:30:00 | dibaca : 5029
Kategori :
Bagikan :

Foto : Ebron (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu
Dua Siswa Unjuk Kemampuan Bahasa Jawa di FTBI Jateng, Pulang Bawa Hadiah dari Wagub
Dua Siswa Unjuk Kemampuan Bahasa Jawa di FTBI Jateng, Pulang Bawa Hadiah dari Wagub
Dua Siswa Unjuk Kemampuan Bahasa Jawa di FTBI Jateng, Pulang Bawa Hadiah dari Wagub
Dua Siswa Unjuk Kemampuan Bahasa Jawa di FTBI Jateng, Pulang Bawa Hadiah dari Wagub
Dua Siswa Unjuk Kemampuan Bahasa Jawa di FTBI Jateng, Pulang Bawa Hadiah dari Wagub

Foto : Ebron (Humas Jateng)

SEMARANG – Pembukaan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tingkat Provinsi Jawa Tengah 2026 diselenggarakan di Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Kabupaten Semarang pada Jumat, 9 Oktober 2026. 

Acara yang dihadiri oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti; Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen; dan ratusan siswa serta guru dari sejumlah kabupaten/kota ini berlangsung meriah. 

Dalam kesempatan itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, memberikan hadiah kepada dua siswa SD yang mampu menghitung dengan menggunakan bahasa Jawa. 

Momen itu bermula ketika Wagub menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Jateng masih menerapkan kebijakan penggunaan bahasa Jawa setiap Kamis. Kemudian, ia mengundang dua siswa ke atas panggung untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam berbahasa Jawa.

Kedua siswa yang maju ke depan adalah Lintang dari SD Negeri Grogolsari, Kabupaten Pati, dan Mayo dari SD Hj. Isriati, Kota Semarang.

“Coba menghitung 1 sampai 25, pakai bahasa Jawa,” ucap Wagub.

Lintang dan Mayo mengawali hitungan dengan lancar. Namun, ketika melewati angka 20, keduanya keliru menyebut urutan bilangan dengan mengatakan “loro siji”. Kesalahan tersebut sontak mengundang gelak tawa para tamu undangan, termasuk Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti.

Wagub kemudian membetulkan hitungan mereka sekaligus mengajari keduanya. Setelah itu, ia menawarkan hadiah kepada kedua siswa tersebut.

“Mau minta apa?” tanyanya.

Lintang meminta sepeda, sedangkan Mayo memilih uang Rp2 juta. Wagub pun meminta ajudannya menindaklanjuti permintaan tersebut.

Kedua siswa itu menyambut gembira hadiah yang dijanjikan. Lintang mengaku senang karena bisa mendapatkan sepeda baru untuk jalan-jalan.

“Senang (dapat sepeda), buat jalan-jalan. Makasih, karena sudah dikasih sepeda baru,” kata Lintang.

Sementara itu, Mayo mengatakan uang yang dimintanya akan diberikan kepada orang tuanya.

“Uangnya mau buat orang tua, terima kasih sekali,” ucapnya.

Momen tersebut menjadi salah satu kejadian yang mencuri perhatian dalam pembukaan FTBI Jawa Tengah 2026. Festival itu merupakan bagian dari upaya pelestarian bahasa daerah sekaligus upaya menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap bahasa ibu.

FTBI Tingkat Provinsi Jawa Tengah 2026 diikuti 490 siswa SD dan SMP, yang merupakan juara pertama dari tingkat kabupaten/kota. Mereka didampingi 70 guru dari 35 Kabupaten/Kota di Jawa Tengah.

Festival Tunas Bahasa Ibu berlangsung pada tanggal 9–11 Oktober 2026 di Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah dan Universitas Ngudi Waluyo. Sejumlah cabang yang dilombakan, meliputi menulis dan membaca aksara Jawa, membaca geguritan, menulis cerita cekak (cerkak), mendongeng, berpidato, nembang macapat, serta komedi tunggal.


Bagikan :

SEMARANG – Pembukaan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tingkat Provinsi Jawa Tengah 2026 diselenggarakan di Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Kabupaten Semarang pada Jumat, 9 Oktober 2026. 

Acara yang dihadiri oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti; Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen; dan ratusan siswa serta guru dari sejumlah kabupaten/kota ini berlangsung meriah. 

Dalam kesempatan itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, memberikan hadiah kepada dua siswa SD yang mampu menghitung dengan menggunakan bahasa Jawa. 

Momen itu bermula ketika Wagub menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Jateng masih menerapkan kebijakan penggunaan bahasa Jawa setiap Kamis. Kemudian, ia mengundang dua siswa ke atas panggung untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam berbahasa Jawa.

Kedua siswa yang maju ke depan adalah Lintang dari SD Negeri Grogolsari, Kabupaten Pati, dan Mayo dari SD Hj. Isriati, Kota Semarang.

“Coba menghitung 1 sampai 25, pakai bahasa Jawa,” ucap Wagub.

Lintang dan Mayo mengawali hitungan dengan lancar. Namun, ketika melewati angka 20, keduanya keliru menyebut urutan bilangan dengan mengatakan “loro siji”. Kesalahan tersebut sontak mengundang gelak tawa para tamu undangan, termasuk Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti.

Wagub kemudian membetulkan hitungan mereka sekaligus mengajari keduanya. Setelah itu, ia menawarkan hadiah kepada kedua siswa tersebut.

“Mau minta apa?” tanyanya.

Lintang meminta sepeda, sedangkan Mayo memilih uang Rp2 juta. Wagub pun meminta ajudannya menindaklanjuti permintaan tersebut.

Kedua siswa itu menyambut gembira hadiah yang dijanjikan. Lintang mengaku senang karena bisa mendapatkan sepeda baru untuk jalan-jalan.

“Senang (dapat sepeda), buat jalan-jalan. Makasih, karena sudah dikasih sepeda baru,” kata Lintang.

Sementara itu, Mayo mengatakan uang yang dimintanya akan diberikan kepada orang tuanya.

“Uangnya mau buat orang tua, terima kasih sekali,” ucapnya.

Momen tersebut menjadi salah satu kejadian yang mencuri perhatian dalam pembukaan FTBI Jawa Tengah 2026. Festival itu merupakan bagian dari upaya pelestarian bahasa daerah sekaligus upaya menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap bahasa ibu.

FTBI Tingkat Provinsi Jawa Tengah 2026 diikuti 490 siswa SD dan SMP, yang merupakan juara pertama dari tingkat kabupaten/kota. Mereka didampingi 70 guru dari 35 Kabupaten/Kota di Jawa Tengah.

Festival Tunas Bahasa Ibu berlangsung pada tanggal 9–11 Oktober 2026 di Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah dan Universitas Ngudi Waluyo. Sejumlah cabang yang dilombakan, meliputi menulis dan membaca aksara Jawa, membaca geguritan, menulis cerita cekak (cerkak), mendongeng, berpidato, nembang macapat, serta komedi tunggal.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu