Follow Us :              

Melalui Program Speling dan CKG, Warga Jepara Antusias Periksa TBC

  13 October 2026  |   09:30:00  |   dibaca : 68 
Kategori :
Bagikan :

Melalui Program Speling dan CKG, Warga Jepara Antusias Periksa TBC

13 October 2026 | 09:30:00 | dibaca : 68
Kategori :
Bagikan :

Foto : Vivi (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu
Melalui Program Speling dan CKG, Warga Jepara Antusias Periksa TBC
Melalui Program Speling dan CKG, Warga Jepara Antusias Periksa TBC
Melalui Program Speling dan CKG, Warga Jepara Antusias Periksa TBC
Melalui Program Speling dan CKG, Warga Jepara Antusias Periksa TBC
Melalui Program Speling dan CKG, Warga Jepara Antusias Periksa TBC

Foto : Vivi (Humas Jateng)

JEPARA – Para warga Desa Sukodono, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara antusias melakukan pemeriksaan kesehatan gratis pada program Dokter Spesialis Keliling (Speling) yang diintegrasikan dalam Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Desa Sukodono pada Selasa, 13 Oktober 2026.

Dalam kegiatan itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, mendampingi Wakil Menteri Kesehatan, Benjamin Paulus Octavianus, dan Wakil Menteri Dalam Negeri, Akhmad Wiyagus, meninjau CKG sekaligus kegiatan Active Case Finding (ACF) Tuberkulosis (TBC). Upaya ini sebagai strategi untuk menemukan kasus penyakit TBC secara langsung di tengah masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, warga dapat mengetahui kondisi kesehatannya, sekaligus dapat memeriksakan risiko paparan TBC.

Pada kesempatan itu, Sekda meninjau pelaksanaan pemeriksaan warga, meliputi, pemeriksaan dahak untuk sputum BTA (Bakteri Tahan Asam), rontgen, tekanan darah, tinggi badan, serta pemeriksaan laboratorium sesuai kebutuhan.

Salah seorang warga yang mengikuti kegiatan tersebut, Dina Amelia, mengaku datang bersama lima anggota keluarganya, setelah mengetahui adanya riwayat TBC di lingkungan keluarga mereka.

Ia berharap, pemeriksaan tersebut dapat membantu memastikan kondisi kesehatan seluruh anggota keluarganya sekaligus mencegah penularan TBC.

“Harapannya tidak ada yang tertular dari keluarga, sehingga semuanya tetap sehat. Alhamdulillah, bisa cek kesehatan gratis melalui kegiatan ini,” ungkap Dina.

Warga lainnya, Nurhamidah, mengaku memperoleh informasi mengenai kegiatan tersebut dari kader kesehatan desa. Ia bercerita pernah mengalami keluhan sakit di bagian dada dan batuk yang mereda, tetapi hal itu terjadi berulang.

Ia berharap, kegiatan skrining TBC dapat membantu masyarakat mengetahui kondisi kesehatannya lebih awal, sehingga penanganan dapat segera dilakukan.

“Kalau bisa, ketika penyakitnya diketahui lebih awal, penanganannya juga bisa lebih cepat,” tuturnya.

Kepala Puskesmas Tahunan, Pramita Sukti Setyarini, mengatakan penelusuran atau tracing TBC penting dilakukan untuk menemukan kasus yang belum terdeteksi, termasuk pada orang yang tidak menunjukkan gejala.

Menurutnya, pemeriksaan aktif diperlukan agar masyarakat yang berisiko terinfeksi TBC dapat segera melakukan pemeriksaan dan memperoleh penanganan sesuai hasil diagnosis.

“Dengan adanya tracing (pelacakan) ini, kita bisa menjaring pasien-pasien yang memiliki gejala TBC, tidak bergejala, maupun yang memiliki riwayat kontak. Melalui kegiatan ini, kita bisa melihat gambaran paru-paru melalui pemeriksaan rontgen untuk membantu mendeteksi kemungkinan TBC,” ucap Pramita.

Ia menjelaskan, kegiatan skrining TBC di wilayah kerja Puskesmas Tahunan diharapkan dapat dilakukan secara rutin setiap bulan. Pelaksanaannya menyasar sejumlah desa, termasuk menelusuri kontak erat dari pasien yang telah terkonfirmasi positif TBC.

Kontak erat tersebut meliputi anggota keluarga, teman dekat, hingga rekan kerja. Mereka dianjurkan menjalani pemeriksaan meskipun belum mengalami gejala, terutama jika memiliki riwayat kontak dengan pasien TBC.

“Walaupun tidak bergejala, kalau mereka memiliki riwayat kontak, kita bisa meminta mereka datang untuk diperiksa,” jelasnya.

Ia mengaku senang dengan kegiatan di Desa Sukodono yang menggabungkan penelusuran TBC dengan program Speling. Pemeriksaan yang tersedia, meliputi rontgen, tekanan darah, tinggi badan, serta pemeriksaan laboratorium sesuai kebutuhan.

Integrasi tersebut diharapkan memudahkan masyarakat mengakses berbagai layanan kesehatan dalam satu kegiatan. Data pelayanan juga diinput melalui sistem Satu Sehat.


Bagikan :

JEPARA – Para warga Desa Sukodono, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara antusias melakukan pemeriksaan kesehatan gratis pada program Dokter Spesialis Keliling (Speling) yang diintegrasikan dalam Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Desa Sukodono pada Selasa, 13 Oktober 2026.

Dalam kegiatan itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, mendampingi Wakil Menteri Kesehatan, Benjamin Paulus Octavianus, dan Wakil Menteri Dalam Negeri, Akhmad Wiyagus, meninjau CKG sekaligus kegiatan Active Case Finding (ACF) Tuberkulosis (TBC). Upaya ini sebagai strategi untuk menemukan kasus penyakit TBC secara langsung di tengah masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, warga dapat mengetahui kondisi kesehatannya, sekaligus dapat memeriksakan risiko paparan TBC.

Pada kesempatan itu, Sekda meninjau pelaksanaan pemeriksaan warga, meliputi, pemeriksaan dahak untuk sputum BTA (Bakteri Tahan Asam), rontgen, tekanan darah, tinggi badan, serta pemeriksaan laboratorium sesuai kebutuhan.

Salah seorang warga yang mengikuti kegiatan tersebut, Dina Amelia, mengaku datang bersama lima anggota keluarganya, setelah mengetahui adanya riwayat TBC di lingkungan keluarga mereka.

Ia berharap, pemeriksaan tersebut dapat membantu memastikan kondisi kesehatan seluruh anggota keluarganya sekaligus mencegah penularan TBC.

“Harapannya tidak ada yang tertular dari keluarga, sehingga semuanya tetap sehat. Alhamdulillah, bisa cek kesehatan gratis melalui kegiatan ini,” ungkap Dina.

Warga lainnya, Nurhamidah, mengaku memperoleh informasi mengenai kegiatan tersebut dari kader kesehatan desa. Ia bercerita pernah mengalami keluhan sakit di bagian dada dan batuk yang mereda, tetapi hal itu terjadi berulang.

Ia berharap, kegiatan skrining TBC dapat membantu masyarakat mengetahui kondisi kesehatannya lebih awal, sehingga penanganan dapat segera dilakukan.

“Kalau bisa, ketika penyakitnya diketahui lebih awal, penanganannya juga bisa lebih cepat,” tuturnya.

Kepala Puskesmas Tahunan, Pramita Sukti Setyarini, mengatakan penelusuran atau tracing TBC penting dilakukan untuk menemukan kasus yang belum terdeteksi, termasuk pada orang yang tidak menunjukkan gejala.

Menurutnya, pemeriksaan aktif diperlukan agar masyarakat yang berisiko terinfeksi TBC dapat segera melakukan pemeriksaan dan memperoleh penanganan sesuai hasil diagnosis.

“Dengan adanya tracing (pelacakan) ini, kita bisa menjaring pasien-pasien yang memiliki gejala TBC, tidak bergejala, maupun yang memiliki riwayat kontak. Melalui kegiatan ini, kita bisa melihat gambaran paru-paru melalui pemeriksaan rontgen untuk membantu mendeteksi kemungkinan TBC,” ucap Pramita.

Ia menjelaskan, kegiatan skrining TBC di wilayah kerja Puskesmas Tahunan diharapkan dapat dilakukan secara rutin setiap bulan. Pelaksanaannya menyasar sejumlah desa, termasuk menelusuri kontak erat dari pasien yang telah terkonfirmasi positif TBC.

Kontak erat tersebut meliputi anggota keluarga, teman dekat, hingga rekan kerja. Mereka dianjurkan menjalani pemeriksaan meskipun belum mengalami gejala, terutama jika memiliki riwayat kontak dengan pasien TBC.

“Walaupun tidak bergejala, kalau mereka memiliki riwayat kontak, kita bisa meminta mereka datang untuk diperiksa,” jelasnya.

Ia mengaku senang dengan kegiatan di Desa Sukodono yang menggabungkan penelusuran TBC dengan program Speling. Pemeriksaan yang tersedia, meliputi rontgen, tekanan darah, tinggi badan, serta pemeriksaan laboratorium sesuai kebutuhan.

Integrasi tersebut diharapkan memudahkan masyarakat mengakses berbagai layanan kesehatan dalam satu kegiatan. Data pelayanan juga diinput melalui sistem Satu Sehat.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu