Follow Us :              

Porprov Jateng 2026 Pacu Semangat Atlet Daerah Menuju Kompetisi Nasional

  29 October 2026  |   13:30:00  |   dibaca : 78 
Kategori :
Bagikan :

Porprov Jateng 2026 Pacu Semangat Atlet Daerah Menuju Kompetisi Nasional

29 October 2026 | 13:30:00 | dibaca : 78
Kategori :
Bagikan :

Foto : Vivi (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu
Porprov Jateng 2026 Pacu Semangat Atlet Daerah Menuju Kompetisi Nasional
Porprov Jateng 2026 Pacu Semangat Atlet Daerah Menuju Kompetisi Nasional
Porprov Jateng 2026 Pacu Semangat Atlet Daerah Menuju Kompetisi Nasional
Porprov Jateng 2026 Pacu Semangat Atlet Daerah Menuju Kompetisi Nasional
Porprov Jateng 2026 Pacu Semangat Atlet Daerah Menuju Kompetisi Nasional

Foto : Vivi (Humas Jateng)

SEMARANG – Ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026 terbukti menjadi pendorong motivasi bagi para atlet daerah. Prestasi yang diraih meningkatkan motivasi serta kemampuan mereka menuju kompetisi yang lebih tinggi.

Semangat tersebut salah satunya dirasakan atlet panjat tebing asal Kabupaten Pemalang, Ainun Khalif. Ia berhasil meraih medali emas bersama rekannya, Ranu Artanapurna, pada nomor lead tim campuran yang berlangsung di kawasan Stadion Jatidiri, Kota Semarang pada Kamis, 29 Oktober 2026.

Bagi Ainun, keberhasilan ini menjadi pengalaman berharga sekaligus penyemangat untuk terus meningkatkan kemampuannya. Terlebih, sebelumnya ia harus puas menempati posisi keempat pada pertandingan nomor lead putra.

“Kemarin mengikuti final nomor putra, tetapi belum rezekinya, dapat nomor empat. Nah, rezekinya di lead campuran ini, alhamdulillah dapat medali emas,” ucapnya seusai pertandingan.

Ia mengaku merasakan pengalaman berbeda selama mengikuti Porprov. Menurutnya, kompetisi olahraga tingkat provinsi yang digelar setiap empat tahun sekali itu menjadi kesempatan penting bagi para atlet untuk menunjukkan kemampuan serta mengukur hasil latihan.

Meskipun sudah meraih medali emas, Ainun tidak ingin berpuas diri. Ia bertekad melanjutkan latihan serta meningkatkan prestasi, baik pada kompetisi tingkat provinsi maupun nasional.

“Target selanjutnya terus berprestasi di ajang provinsi maupun nasional, tetap latihan. Ini bukan akhir, tetapi awal untuk kita melaju ke depan,” ungkapnya.

Semangat serupa disampaikan Ranu Artanapurna. Atlet berusia 17 tahun itu telah menekuni olahraga panjat tebing sejak duduk di bangku kelas V atau VI sekolah dasar.

Saat akan menghadapi Porprov XVII Jawa Tengah 2026, Ranu melakukan persiapan sejak tahun sebelumnya. Kerja kerasnya membuahkan hasil dengan perolehan medali emas pada nomor lead tim campuran.

“Pastinya sangat senang dan sangat bersyukur, dan jadi lebih semangat buat target selanjutnya,” ucapnya.

Keberhasilan ini menjadi motivasi bagi Ranu untuk terus mengembangkan kemampuan serta menjaga komitmennya dalam menekuni olahraga panjat tebing.

Pada pertandingan final nomor lead tim campuran tersebut, pasangan atlet dari Kabupaten Pemalang berhasil meraih medali emas. Sementara itu, medali perak diraih Kabupaten Banyumas, sedangkan Kabupaten Blora memperoleh perunggu.

Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., mengatakan, Porprov bukan hanya ajang untuk menyumbangkan prestasi bagi daerah masing-masing, melainkan ajang pembinaan dan persiapan atlet-atlet Jawa Tengah menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 di Nusa Tenggara Timur (NTT)-Nusa Tenggara Barat (NTB).

"Kita ingin membuat atlet-atlet Jawa Tengah diperhitungkan dalam PON nanti. Maka, dalam Porprov ini setiap kontingen atau daerah harus punya target tinggi agar menghasilkan atlet-atlet berprestasi," ujarnya beberapa waktu lalu.

Hal yang tidak kalah penting, Porprov juga menjadi ajang konsolidasi untuk memperkuat rasa kebersamaan, semangat persatuan dan kesatuan, serta jiwa korsa di antara seluruh insan olahraga. 

Lebih dari sekadar kompetisi, Porprov diharapkan menjadi tontonan yang menarik dan menghibur masyarakat, sekaligus menjadi investasi strategis bagi kemajuan olahraga Jateng, khususnya dalam upaya pembinaan atlet serta peningkatan prestasi di tingkat nasional maupun internasional.

Sementara itu, pelaksanaan Porprov XVII Jawa Tengah 2026 terus berlangsung dengan persaingan antarkontingen di berbagai cabang olahraga. 

Berdasarkan klasemen sementara pada Kamis (29/10/2026) pukul 12.00 WIB, Kota Semarang masih memimpin dengan 104 medali emas, 79 perak, dan 67 perunggu. Posisi kedua ditempati Kota Surakarta dengan 50 emas, 44 perak, dan 46 perunggu.

Sementara itu, Kota Salatiga berada di peringkat ketiga dengan 28 emas, 28 perak, dan 37 perunggu. Disusul Kabupaten Pati di posisi keempat dengan 27 emas, 34 perak, dan 36 perunggu, serta Kabupaten Grobogan di urutan kelima dengan 27 emas, 29 perak, dan 37 perunggu.


Bagikan :

SEMARANG – Ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026 terbukti menjadi pendorong motivasi bagi para atlet daerah. Prestasi yang diraih meningkatkan motivasi serta kemampuan mereka menuju kompetisi yang lebih tinggi.

Semangat tersebut salah satunya dirasakan atlet panjat tebing asal Kabupaten Pemalang, Ainun Khalif. Ia berhasil meraih medali emas bersama rekannya, Ranu Artanapurna, pada nomor lead tim campuran yang berlangsung di kawasan Stadion Jatidiri, Kota Semarang pada Kamis, 29 Oktober 2026.

Bagi Ainun, keberhasilan ini menjadi pengalaman berharga sekaligus penyemangat untuk terus meningkatkan kemampuannya. Terlebih, sebelumnya ia harus puas menempati posisi keempat pada pertandingan nomor lead putra.

“Kemarin mengikuti final nomor putra, tetapi belum rezekinya, dapat nomor empat. Nah, rezekinya di lead campuran ini, alhamdulillah dapat medali emas,” ucapnya seusai pertandingan.

Ia mengaku merasakan pengalaman berbeda selama mengikuti Porprov. Menurutnya, kompetisi olahraga tingkat provinsi yang digelar setiap empat tahun sekali itu menjadi kesempatan penting bagi para atlet untuk menunjukkan kemampuan serta mengukur hasil latihan.

Meskipun sudah meraih medali emas, Ainun tidak ingin berpuas diri. Ia bertekad melanjutkan latihan serta meningkatkan prestasi, baik pada kompetisi tingkat provinsi maupun nasional.

“Target selanjutnya terus berprestasi di ajang provinsi maupun nasional, tetap latihan. Ini bukan akhir, tetapi awal untuk kita melaju ke depan,” ungkapnya.

Semangat serupa disampaikan Ranu Artanapurna. Atlet berusia 17 tahun itu telah menekuni olahraga panjat tebing sejak duduk di bangku kelas V atau VI sekolah dasar.

Saat akan menghadapi Porprov XVII Jawa Tengah 2026, Ranu melakukan persiapan sejak tahun sebelumnya. Kerja kerasnya membuahkan hasil dengan perolehan medali emas pada nomor lead tim campuran.

“Pastinya sangat senang dan sangat bersyukur, dan jadi lebih semangat buat target selanjutnya,” ucapnya.

Keberhasilan ini menjadi motivasi bagi Ranu untuk terus mengembangkan kemampuan serta menjaga komitmennya dalam menekuni olahraga panjat tebing.

Pada pertandingan final nomor lead tim campuran tersebut, pasangan atlet dari Kabupaten Pemalang berhasil meraih medali emas. Sementara itu, medali perak diraih Kabupaten Banyumas, sedangkan Kabupaten Blora memperoleh perunggu.

Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., mengatakan, Porprov bukan hanya ajang untuk menyumbangkan prestasi bagi daerah masing-masing, melainkan ajang pembinaan dan persiapan atlet-atlet Jawa Tengah menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 di Nusa Tenggara Timur (NTT)-Nusa Tenggara Barat (NTB).

"Kita ingin membuat atlet-atlet Jawa Tengah diperhitungkan dalam PON nanti. Maka, dalam Porprov ini setiap kontingen atau daerah harus punya target tinggi agar menghasilkan atlet-atlet berprestasi," ujarnya beberapa waktu lalu.

Hal yang tidak kalah penting, Porprov juga menjadi ajang konsolidasi untuk memperkuat rasa kebersamaan, semangat persatuan dan kesatuan, serta jiwa korsa di antara seluruh insan olahraga. 

Lebih dari sekadar kompetisi, Porprov diharapkan menjadi tontonan yang menarik dan menghibur masyarakat, sekaligus menjadi investasi strategis bagi kemajuan olahraga Jateng, khususnya dalam upaya pembinaan atlet serta peningkatan prestasi di tingkat nasional maupun internasional.

Sementara itu, pelaksanaan Porprov XVII Jawa Tengah 2026 terus berlangsung dengan persaingan antarkontingen di berbagai cabang olahraga. 

Berdasarkan klasemen sementara pada Kamis (29/10/2026) pukul 12.00 WIB, Kota Semarang masih memimpin dengan 104 medali emas, 79 perak, dan 67 perunggu. Posisi kedua ditempati Kota Surakarta dengan 50 emas, 44 perak, dan 46 perunggu.

Sementara itu, Kota Salatiga berada di peringkat ketiga dengan 28 emas, 28 perak, dan 37 perunggu. Disusul Kabupaten Pati di posisi keempat dengan 27 emas, 34 perak, dan 36 perunggu, serta Kabupaten Grobogan di urutan kelima dengan 27 emas, 29 perak, dan 37 perunggu.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu