Diminta Maju, Inilah Tugas dari Ganjar Untuk Para Pramuka

  21 September 2018  |   10:00:00  |   dibaca : 21463 

Foto : Ebron (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu
Daftarkan diri anda terlebih dahulu

SLAWI- Upacara Peringatan Hari Pramuka ke-57 tingkat Provinsi Jawa Tengah Jumat (21/9/2018) diwarnai peristiwa tak terduga. Saat menjadi inspektur upacara, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo tiba-tiba meminta puluhan anggota pramuka maju ke depan mimbar. 

"Saya minta masing-masing satu perwakilan dari tiap kabupaten maju. Ayo, lari maju ke depan, cepet!," kata Ganjar. 

Situasi di Bumi Perkemahan Martoloyo, Desa Suniarsih, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal yang semula khidmat mendadak ramai. Maklum skenario itu tidak ada dalam susunan upacara sehingga masing-masing kwarcab juga belum menyiapkan perwakilan. Tamu undangan di tribun kehormatan pun bertanya-tanya, apa yang akan dilakukan orang nomor satu di Jawa Tengah itu. 

Setelah sempat kebingungan, akhirnya terkumpullah 35 perwakilan, mereka dibariskan di depan mimbar inspektur upacara. Dua di antara mereka diminta melantangkan poin 9 dan 10 Dasa Dharma Pramuka. 

"Bertanggung jawab dan dapat dipercaya, suci dalam pikiran perkataan dan perbuatan" ungkap dua anggota pramuka itu serempak. 

Ganjar pun menyampaikan dan meminta anggota pramuka bisa mengamalkan 2 poin terakhir pada Dasa Dharma Pramuka itu. 

“Saya menekankan 2 poin itu, karena jika mengamalkannya InsyaAllah kita tidak akan saling menyakiti, tidak akan membenci dan tidak membuat fitnah-fitnah. Maka kalau pikiran perkataan dan perbuatan jadi satu sikap maka tidak akan ada hoax, tidak ada saling membenci. Rukun semua dan damai,” tandasnya. 

Menjelang tahun pemilu pada 2019, Ganjar meminta Pramuka menjadi garda terdepan dalam mewujudkan pemilu damai. Pramuka diminta untuk jadi pengawal, pengawas, contoh serta mengingatkan siapapun agar mengedepankan kerukunan dalam perbuatan baik di dunia nyata ataupun dunia maya. 

“Sebentar lagi ada Pilkades di Tegal, ada pilpres. Pramuka akan jadi pioner yang membuat bangsa ini adem. Kalian saya tugasi di daerah masing-masing jadi agen perdamaian,” ujar.

Untuk memastikan tugas itu, Ganjar meminta nomor handphone masing-masing siswa untuk berkomunikasi tentang tugas-tugas selanjutnya. “Siap?” tanya Ganjar yang disambut siap juga oleh para anggota pramuka. 

Dwi Septi Lutviana (16) salah satu anggota Pramuka yang diminta maju mengaku hal ini merupakan kesempatan luar biasa karena mendapat tugas langsung dari gubernur. “Meski saya tahu tugas ini tidak mudah, berat sekali tapi sebagai pramuka saya harus siap,” ungkap siswi SMA Negeri 1 Ajibarang ini.

Ia pun mengaku akan terus menyampaikan pesan perdamaian baik langsung atau lewat dunia maya seperti yang ditugaskan gubernur. 

Usai upacara, Ganjar mendapat kenang-kenangan berupa lukisan bergambar banteng menerjang harimau dari Ketua Hipprada (Himpunan Pandu dan Pramuka Wreda) Tegal, Syamsuri. “Ini judulnya rawe-rawe rantas malang-malang putung. Semoga Jateng dan Indonesia terhindar dari anasir jahat yang merongrong pancasila,” kata kakek yang sudah sepuh itu. 

Pada kesempatan itu Gubernur Ganjar Pranowo juga memperoleh Tanda Penghargaan Dharma Bhakti atas pengabdian dan jasa memajukan pramuka di Jawa Tengah.
(Arifa/Puji/Humas Jateng)

 

Baca juga : Pramuka Harus Jadi Agen Kebaikan


Share :
BERITA TERKAIT