Follow Us :              

Hendak Berwisata ke Umbul Ponggok? Yuk Cicipi Opor Bebek Bu Yadi Yang Mak Nyus

  21 February 2019  |   09:00:00  |   dibaca : 3574 
Kategori :
Bagikan :


Hendak Berwisata ke Umbul Ponggok? Yuk Cicipi Opor Bebek Bu Yadi Yang Mak Nyus

21 February 2019 | 09:00:00 | dibaca : 3574
Kategori :
Bagikan :

Foto : Aditya (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Aditya (Humas Jateng)

KLATEN - Bebek merupakan salah satu jenis unggas yang banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia. Daging bebek dapat diolah menjadi pelbagai menu masakan. Mulai dari bebek goreng, bebek bakar, bebek panggang, rica-rica bebek hingga masakan olahan soto bebek. 

Nah, bagi penikmat kuliner di wilayah Jawa Tengah ada sebuah warung makan yang wajib masuk daftar buruan kuliner menu olahan daging bebek. Adalah Warung Makan Opor Bebek dan Bebek Goreng Bu Yadi. Warung makan yang berdiri sejak 1985 ini terletak di Desa Sidoharjo, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten. Sajian olahan daging bebeknya selalu membuat ketagihan siapa saja yang menyantap.

"Di sini, menu favorit yang paling diburu ya opor bebek. Karena kebanyakan rumah makan maupun pedagang kaki lima jarang menyuguhkan menu opor bebek. Rata-rata yang dijual kan bebek goreng," kata generasi kedua pemilik Warung Makan Opor Bebek dan Bebek Goreng Bu Yadi, Trimanto, 47.

Trimanto menjelaskan, bahan utama daging opor bebek tersebut berasal dari bebek yang sudah tidak produktif bertelur alias afkir. Dengan dipotong sendiri di rumah, tiap hari membutuhkan 65 sampai 75 ekor bebek pada hari-hari biasa (Senin-Jumat). Sedangkan pada weekend atau libur tanggal merah bisa memotong 45 ekor per hari. 

Untuk resep masakannya, merupakan resep asli warisan turun temurun dari orangtuanya, Suyadi dan Suyamti. Bahan bumbu memasak opor bebek tersebut kental dengan takaran rempah-rempah yang pas. Sehingga kekhasan opor Bu Yadi dengan gigitan daging terasa empuk di lidah ini terjaga cita rasanya. 

"Bumbunya rempah-rempah. Rasa manisnya enggak pakai kecap, tetapi gula Jawa. Namun, rasa asin dan manisnya harus imbang. Karena di situlah letak inti sebuah masakan. Jadi, meskipun saya sudah 15 tahun lebih meneruskan usaha ini, kata pengunjung rasanya masih sama dan bahkan lebih enak," jelas pria yang memiliki hobi mengoleksi barang-barang antik ini. 

Salah seorang pengunjung, Joko Sudibyo asal Prambanan, mengaku sudah lama kesengsem dengan opor bebek Bu Yadi. Selain harganya ramah di kantong, dalam penyajiannya juga sangat memanjakan isi perut. Dalam tiap porsi yang disajikan, selalu disuguhkan secara bersamaan yang terdiri dari satu bakul nasi, daging opor bebek, dan semangkuk kuah opor secara terpisah.

"Mak nyus rasanya. Kuah dan sambal tomatnya juga nendang. Apalagi bisa ambil nasi sepuasnya. Istilah Jawa-nya itu Nglawuhi (kaya lauk pauk)," ucap PNS yang berdinas di Kantor Koordinator Wilayah Kecamatan Bidang Pendidikan di Kecamatan Wedi, Klaten yang datang bersama rombongan usai melayat. 

Bagi yang penasaran mencicipi menu opor bebek dan bebek goreng Bu Yadi, cukup merogoh kocek masing-masing Rp28.000 per porsi, bandrol itu sudah termasuk nasi dan minum. Sedangkan untuk harga daging satu ekor bebek utuh sebesar Rp110.000 per besek. 

Adapun lokasinya, warung tersebut berada di lokasi sebelum destinasi wisata air di kawasan pemancingan Janti, Umbul Cokro Tulung maupun Umbul Ponggok dari arah Kota Solo lewat sebelah selatan Pasar Tegal Gondo di ruas Jalan Solo-Jogja. Untuk jam operasionalnya setiap hari buka dari pukul 09.00-17.00WIB.

 

Baca juga : Menikmati Nasi Penggel yang Tak Bikin "Mangkel"


Bagikan :

KLATEN - Bebek merupakan salah satu jenis unggas yang banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia. Daging bebek dapat diolah menjadi pelbagai menu masakan. Mulai dari bebek goreng, bebek bakar, bebek panggang, rica-rica bebek hingga masakan olahan soto bebek. 

Nah, bagi penikmat kuliner di wilayah Jawa Tengah ada sebuah warung makan yang wajib masuk daftar buruan kuliner menu olahan daging bebek. Adalah Warung Makan Opor Bebek dan Bebek Goreng Bu Yadi. Warung makan yang berdiri sejak 1985 ini terletak di Desa Sidoharjo, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten. Sajian olahan daging bebeknya selalu membuat ketagihan siapa saja yang menyantap.

"Di sini, menu favorit yang paling diburu ya opor bebek. Karena kebanyakan rumah makan maupun pedagang kaki lima jarang menyuguhkan menu opor bebek. Rata-rata yang dijual kan bebek goreng," kata generasi kedua pemilik Warung Makan Opor Bebek dan Bebek Goreng Bu Yadi, Trimanto, 47.

Trimanto menjelaskan, bahan utama daging opor bebek tersebut berasal dari bebek yang sudah tidak produktif bertelur alias afkir. Dengan dipotong sendiri di rumah, tiap hari membutuhkan 65 sampai 75 ekor bebek pada hari-hari biasa (Senin-Jumat). Sedangkan pada weekend atau libur tanggal merah bisa memotong 45 ekor per hari. 

Untuk resep masakannya, merupakan resep asli warisan turun temurun dari orangtuanya, Suyadi dan Suyamti. Bahan bumbu memasak opor bebek tersebut kental dengan takaran rempah-rempah yang pas. Sehingga kekhasan opor Bu Yadi dengan gigitan daging terasa empuk di lidah ini terjaga cita rasanya. 

"Bumbunya rempah-rempah. Rasa manisnya enggak pakai kecap, tetapi gula Jawa. Namun, rasa asin dan manisnya harus imbang. Karena di situlah letak inti sebuah masakan. Jadi, meskipun saya sudah 15 tahun lebih meneruskan usaha ini, kata pengunjung rasanya masih sama dan bahkan lebih enak," jelas pria yang memiliki hobi mengoleksi barang-barang antik ini. 

Salah seorang pengunjung, Joko Sudibyo asal Prambanan, mengaku sudah lama kesengsem dengan opor bebek Bu Yadi. Selain harganya ramah di kantong, dalam penyajiannya juga sangat memanjakan isi perut. Dalam tiap porsi yang disajikan, selalu disuguhkan secara bersamaan yang terdiri dari satu bakul nasi, daging opor bebek, dan semangkuk kuah opor secara terpisah.

"Mak nyus rasanya. Kuah dan sambal tomatnya juga nendang. Apalagi bisa ambil nasi sepuasnya. Istilah Jawa-nya itu Nglawuhi (kaya lauk pauk)," ucap PNS yang berdinas di Kantor Koordinator Wilayah Kecamatan Bidang Pendidikan di Kecamatan Wedi, Klaten yang datang bersama rombongan usai melayat. 

Bagi yang penasaran mencicipi menu opor bebek dan bebek goreng Bu Yadi, cukup merogoh kocek masing-masing Rp28.000 per porsi, bandrol itu sudah termasuk nasi dan minum. Sedangkan untuk harga daging satu ekor bebek utuh sebesar Rp110.000 per besek. 

Adapun lokasinya, warung tersebut berada di lokasi sebelum destinasi wisata air di kawasan pemancingan Janti, Umbul Cokro Tulung maupun Umbul Ponggok dari arah Kota Solo lewat sebelah selatan Pasar Tegal Gondo di ruas Jalan Solo-Jogja. Untuk jam operasionalnya setiap hari buka dari pukul 09.00-17.00WIB.

 

Baca juga : Menikmati Nasi Penggel yang Tak Bikin "Mangkel"


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu