Follow Us :              

Ganjar Siap Bantu Biaya Kepulangan Mahasiswa Jateng di Tiongkok

  01 February 2020  |   10:00:00  |   dibaca : 54 

Bagikan :

Ganjar Siap Bantu Biaya Kepulangan Mahasiswa Jateng di Tiongkok

01 February 2020 | 10:00:00 | dibaca : 54

Bagikan :

Foto : Tim Humas (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Tim Humas (Humas Jateng)

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan siap membantu kepulangan mahasiswa asal Jateng yang masih tertahan di Tiongkok lantaran terkendala biaya. Pasalnya, dari 15 mahasiswa Jateng yang berkuliah di Tiongkok, hanya 4 orang yang bisa pulang ke Tanah Air dengan biaya pribadi.

Keempat mahasiswa tersebut telah bertolak dari Zhengzhou Airport Tiongkok dan tiba di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Jakarta, Sabtu (1/2/2020) pukul 04.35 WIB.

Ganjar mengatakan KBRI Beijing pada tanggal 29 Januari kemarin telah menerbitkan surat imbauan bagi seluruh mahasiswa Indonesia yang berada di Tiongkok untuk pulang ke Tanah Air karena perkembangan virus NCol yang makin menyebar. 

"Yang sisanya akan kita bantu, karena beberapa yang lain sambat tidak punya uang untuk pulang," ujarnya. 

Ganjar juga menggandeng Perhimpunan Pelajar Indonesia untuk memantau perkembangan mahasiswa asal Jateng di Tiongkok. Berkat bantuan PPI pula, Ganjar bisa berkomunikasi langsung dengan mereka. 

"Kemarin PPI Dunia membantu saya sehingga sekarang saya punya nomor handphonenya satu-satu. 15 mahasiswa sudah terdata dan kita sudah komunikasi langsung," ujarnya.


Bagikan :

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan siap membantu kepulangan mahasiswa asal Jateng yang masih tertahan di Tiongkok lantaran terkendala biaya. Pasalnya, dari 15 mahasiswa Jateng yang berkuliah di Tiongkok, hanya 4 orang yang bisa pulang ke Tanah Air dengan biaya pribadi.

Keempat mahasiswa tersebut telah bertolak dari Zhengzhou Airport Tiongkok dan tiba di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Jakarta, Sabtu (1/2/2020) pukul 04.35 WIB.

Ganjar mengatakan KBRI Beijing pada tanggal 29 Januari kemarin telah menerbitkan surat imbauan bagi seluruh mahasiswa Indonesia yang berada di Tiongkok untuk pulang ke Tanah Air karena perkembangan virus NCol yang makin menyebar. 

"Yang sisanya akan kita bantu, karena beberapa yang lain sambat tidak punya uang untuk pulang," ujarnya. 

Ganjar juga menggandeng Perhimpunan Pelajar Indonesia untuk memantau perkembangan mahasiswa asal Jateng di Tiongkok. Berkat bantuan PPI pula, Ganjar bisa berkomunikasi langsung dengan mereka. 

"Kemarin PPI Dunia membantu saya sehingga sekarang saya punya nomor handphonenya satu-satu. 15 mahasiswa sudah terdata dan kita sudah komunikasi langsung," ujarnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu