Follow Us :              

Jateng Kembali Gelar Tour de Borobudur 2020 Dengan Protokol Kesehatan Ketat

  15 August 2020  |   06:00:00  |   dibaca : 281 

Bagikan :

Jateng Kembali Gelar Tour de Borobudur 2020 Dengan Protokol Kesehatan Ketat

15 August 2020 | 06:00:00 | dibaca : 281

Bagikan :

Foto : Slam (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Slam (Humas Jateng)

SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kembali menggelar Tour de Borobudur. Ajang tahunan gowes sepeda dari Semarang menuju Candi Borobudur di Magelang itu digelar berbeda tahun ini dengan mengedepankan protokol kesehatan ketat.

Diikuti oleh 1000 peserta, kali ini para peserta tidak gowes secara bersama-sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Mereka akan dilepas oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo secara bertahap setiap akhir pekan dengan waktu event yang diperpanjang hingga Bulan Oktober. 

Sebagai pembuka acara, Ganjar melepas 35 dokter di halaman kantor Bank Jateng, Jl Pemuda Kota Semarang, Sabtu (15/8/2020).

"Tahun ini beda ya, kali ini pesertanya kita pecah-pecah perkomunitas karena kondisi COVID-19. Jumlah peserta kami kurangi agar bisa diatur dengan baik, dan waktunya kita perpanjang," kata Ganjar.

Jika saat ini yang dilepas adalah rombongan dokter Ikatan Dokter Indonesia (IDI), maka selanjutnya para peserta yang akan dilepas lanjut Ganjar adalah dari TNI/Polri. Selanjutnya para atlet muda dan berbagai komunitas lain yang sudah terdaftar akan dilepas dalam waktu berbeda.

"Untuk rombongan pertama ini para dokter, karena mereka yang meminta. Kebetulan juga temanya pas, Fight COVID-19. Maka sekaligus kita harapkan, di setiap tempat mereka istirahat, mereka bisa kampanye kepada masyarakat bersama Bank Jateng sebagai sponsor ikut membagi-bagikan masker di setiap titik," terang Ganjar.

Ganjar berharap, Tour de Borobudur tahun ini bisa menjadi contoh bagaimana penyelenggaraan olahraga yang mengedepankan protokol kesehatan. Menurutnya, meski kondisi pandemi, namun acara olahraga maupun pariwisata masih bisa dijalankan.

"Harapannya event tetep jalan, olahraga dan pariwisata juga jalan terus. Tapi, semuanya harus sehat, protokol kesehatan dipatuhi dengan tertib dan disiplin, sehingga kita bisa menyampaikan adaptasi kebiasaan baru bisa dilakukan dalam olahraga dan event-event pariwisata lainnya," tutupnya.

Sementara itu, para dokter yang mengikuti ajang Tour de Borobudur begitu antusias. Mereka terlihat sudah datang di lokasi sekitar pukul 05.30 dan baru diberangkatkan Ganjar sekitar pukul 06.00 WIB.

"Suatu kehormatan bisa menjadi pembuka event ini. Ya meskipun berbeda dari tahun lalu, karena pesertanya lebih sedikit, tapi rasanya justru lebih ekslusif," kata dr Bambang, salah satu peserta Tour de Borobudur.

Bambang mengatakan, acara Tour de Borobudur tahun ini bisa menjadi contoh pada masyarakat, bagaimana tetap sehat dengan bersepeda, tapi dengan menerapkan protokol kesehatan ketat.

"Nanti disetiap titik pemberhentian, saya akan berusaha mengedukasi warga untuk jaga jarak, tidak bergerombol dan selalu pakai masker. Sekaligus mengedukasi cara bersepeda yang benar, taat aturan lalu lintas dan tetap pada rombongan yang aman," ucapnya.


Bagikan :

SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kembali menggelar Tour de Borobudur. Ajang tahunan gowes sepeda dari Semarang menuju Candi Borobudur di Magelang itu digelar berbeda tahun ini dengan mengedepankan protokol kesehatan ketat.

Diikuti oleh 1000 peserta, kali ini para peserta tidak gowes secara bersama-sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Mereka akan dilepas oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo secara bertahap setiap akhir pekan dengan waktu event yang diperpanjang hingga Bulan Oktober. 

Sebagai pembuka acara, Ganjar melepas 35 dokter di halaman kantor Bank Jateng, Jl Pemuda Kota Semarang, Sabtu (15/8/2020).

"Tahun ini beda ya, kali ini pesertanya kita pecah-pecah perkomunitas karena kondisi COVID-19. Jumlah peserta kami kurangi agar bisa diatur dengan baik, dan waktunya kita perpanjang," kata Ganjar.

Jika saat ini yang dilepas adalah rombongan dokter Ikatan Dokter Indonesia (IDI), maka selanjutnya para peserta yang akan dilepas lanjut Ganjar adalah dari TNI/Polri. Selanjutnya para atlet muda dan berbagai komunitas lain yang sudah terdaftar akan dilepas dalam waktu berbeda.

"Untuk rombongan pertama ini para dokter, karena mereka yang meminta. Kebetulan juga temanya pas, Fight COVID-19. Maka sekaligus kita harapkan, di setiap tempat mereka istirahat, mereka bisa kampanye kepada masyarakat bersama Bank Jateng sebagai sponsor ikut membagi-bagikan masker di setiap titik," terang Ganjar.

Ganjar berharap, Tour de Borobudur tahun ini bisa menjadi contoh bagaimana penyelenggaraan olahraga yang mengedepankan protokol kesehatan. Menurutnya, meski kondisi pandemi, namun acara olahraga maupun pariwisata masih bisa dijalankan.

"Harapannya event tetep jalan, olahraga dan pariwisata juga jalan terus. Tapi, semuanya harus sehat, protokol kesehatan dipatuhi dengan tertib dan disiplin, sehingga kita bisa menyampaikan adaptasi kebiasaan baru bisa dilakukan dalam olahraga dan event-event pariwisata lainnya," tutupnya.

Sementara itu, para dokter yang mengikuti ajang Tour de Borobudur begitu antusias. Mereka terlihat sudah datang di lokasi sekitar pukul 05.30 dan baru diberangkatkan Ganjar sekitar pukul 06.00 WIB.

"Suatu kehormatan bisa menjadi pembuka event ini. Ya meskipun berbeda dari tahun lalu, karena pesertanya lebih sedikit, tapi rasanya justru lebih ekslusif," kata dr Bambang, salah satu peserta Tour de Borobudur.

Bambang mengatakan, acara Tour de Borobudur tahun ini bisa menjadi contoh pada masyarakat, bagaimana tetap sehat dengan bersepeda, tapi dengan menerapkan protokol kesehatan ketat.

"Nanti disetiap titik pemberhentian, saya akan berusaha mengedukasi warga untuk jaga jarak, tidak bergerombol dan selalu pakai masker. Sekaligus mengedukasi cara bersepeda yang benar, taat aturan lalu lintas dan tetap pada rombongan yang aman," ucapnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu