Follow Us :              

Pemprov Dukung Digitalisasi UMKM Santri

  20 October 2020  |   10:00:00  |   dibaca : 60 
Kategori :
Bagikan :

Pemprov Dukung Digitalisasi UMKM Santri

20 October 2020 | 10:00:00 | dibaca : 60
Kategori :
Bagikan :

Foto : Tim Humas (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Tim Humas (Humas Jateng)

REMBANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendukung kehadiran aplikasi Kedaulatan Pesantren (KESAN) yang meluncurkan fitur Umat Market (U-Mart), pada Selasa (20/10/2020). U-Mart adalah marketplace Islami yang ramah santri dan mendukung digitalisasi UMKM santri.

Ketua Umum Badan Koordinasi Wanita (BKOW) Jateng, Nawal Taj Yasin menyebut aplikasi tersebut di desain ramah produk santri dan Islami. Terdapat kurasi produk dan jasa UMKM di dalam U-Mart sehingga para pembeli merasa nyaman dan tak perlu risau akan kehalalan produk dan jasa yang dipesan. 

“Ini yang paling penting karena dengan rasa aman, kehalalan produk dan jasa juga jadi salah satu nilai plus. Bahkan, transaksi di fitur ini dijamin bebas riba dan gharar (ketidakpastian),” kata Nawal saat mengikuti peluncuran U-Mart Kesan secara virtual, Selasa (20/10/2020).

Adanya U-Mart Kesan menjadi bagian dari langkah bersama karena dinilai mampu menjawab potensi pertumbuhan ekonomi. Jumlah umat Islam di Indonesia yang mencapai 96,74 persen juga menjadi pasar yang sangat potensial.

Disamping itu, Nawal membeberkan data Kanwil Kemenag Jateng, terdapat 3.905 pondok pesantren di Jateng, dengan jumlah ustadz sebanyak 49.832 orang, 487.314 santri dan lebih dari 900.000 orang tua santri. Ini merupakan pasar strategis bagi produk santri. Peluang ini harus dapat ditangkap untuk melakukan usaha produktif.

“Harapannya (U-Mart) bisa dikelola dengan baik. Pondok pesantren itu bisa jadi kekuatan ekonomi yang luar biasa. Maka saya juga berharap nantinya KESAN bisa memiliki pondok pesantren vokasi, pondok pesantren yang link and match dengan dunia usaha,” tuturnya.

Nawal mengatakan dengan adanya pondok pesantren vokasi diharapkan tidak hanya mengembangkan pendidikan agama Islam saja, namun juga memastikan pesantren mampu melahirkan tenaga kerja siap pakai.


Bagikan :

REMBANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendukung kehadiran aplikasi Kedaulatan Pesantren (KESAN) yang meluncurkan fitur Umat Market (U-Mart), pada Selasa (20/10/2020). U-Mart adalah marketplace Islami yang ramah santri dan mendukung digitalisasi UMKM santri.

Ketua Umum Badan Koordinasi Wanita (BKOW) Jateng, Nawal Taj Yasin menyebut aplikasi tersebut di desain ramah produk santri dan Islami. Terdapat kurasi produk dan jasa UMKM di dalam U-Mart sehingga para pembeli merasa nyaman dan tak perlu risau akan kehalalan produk dan jasa yang dipesan. 

“Ini yang paling penting karena dengan rasa aman, kehalalan produk dan jasa juga jadi salah satu nilai plus. Bahkan, transaksi di fitur ini dijamin bebas riba dan gharar (ketidakpastian),” kata Nawal saat mengikuti peluncuran U-Mart Kesan secara virtual, Selasa (20/10/2020).

Adanya U-Mart Kesan menjadi bagian dari langkah bersama karena dinilai mampu menjawab potensi pertumbuhan ekonomi. Jumlah umat Islam di Indonesia yang mencapai 96,74 persen juga menjadi pasar yang sangat potensial.

Disamping itu, Nawal membeberkan data Kanwil Kemenag Jateng, terdapat 3.905 pondok pesantren di Jateng, dengan jumlah ustadz sebanyak 49.832 orang, 487.314 santri dan lebih dari 900.000 orang tua santri. Ini merupakan pasar strategis bagi produk santri. Peluang ini harus dapat ditangkap untuk melakukan usaha produktif.

“Harapannya (U-Mart) bisa dikelola dengan baik. Pondok pesantren itu bisa jadi kekuatan ekonomi yang luar biasa. Maka saya juga berharap nantinya KESAN bisa memiliki pondok pesantren vokasi, pondok pesantren yang link and match dengan dunia usaha,” tuturnya.

Nawal mengatakan dengan adanya pondok pesantren vokasi diharapkan tidak hanya mengembangkan pendidikan agama Islam saja, namun juga memastikan pesantren mampu melahirkan tenaga kerja siap pakai.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu