Follow Us :              

Prioritaskan Penanganan Banjir Pantura, Ganjar Usulkan Anggaran Rp3,19 Triliun

  24 February 2021  |   10:00:00  |   dibaca : 348 
Kategori :
Bagikan :


Prioritaskan Penanganan Banjir Pantura, Ganjar Usulkan Anggaran Rp3,19 Triliun

24 February 2021 | 10:00:00 | dibaca : 348
Kategori :
Bagikan :

Foto : Slam (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Slam (Humas Jateng)

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengusulkan anggaran sebesar Rp3,19 triliun ke pemerintah pusat untuk penanganan banjir maupun rob di jalan pantura Provinsi Jawa Tengah sebagai usulan prioritas nasional.  

Usulan itu disampaikan Ganjar kepada Menteri Perencanaan Nasional/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa dalam rapat koordinasi usulan program prioritas nasional untuk mendukung major project Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahun 2022, Rabu (24/2/2021). Selain Ganjar, sejumlah gubernur lainnya juga mengusulkan program pembangunan prioritas di daerahnya.

"Sebenarnya ada banyak usulan ke pusat, ada project-project strategis yang kita dorong. Namun untuk kali ini, saya ingin prioritaskan bagaimana penanganan banjir di pantura. Ini yang paling penting yang mesti segera dibereskan," kata Ganjar.

Dalam paparannya, selain diperuntukkan untuk penanganan banjir dan rob di sejumlah daerah di pantura, anggaran tersebut juga untuk meningkatkan sarana prasarana kawasan industri yang ada di sana.

"Memang di pantura ini ada dua hal, satu soal infrastruktur mesti beres, tapi banjir yang paling penting. Banjir di pantura mesti dibereskan, karena ada pengamat yang bilang kondisinya cukup berbahaya, khusus di Pekalongan harus cepat ditangani agar tidak tenggelam," terang Ganjar.

Selain Kabupaten Pekalongan, Ganjar menyebutkan Kota Semarang dan Kabupaten Demak juga butuh penanganan yang sifatnya khusus, meskipun tidak boleh mengesampingkan wilayah lain.

"Yang lain sebenarnya juga kita siapkan di level daerah, tapi karena ini dengan pusat, maka kita butuh bantuan penanganan di wilayah-wilayah itu," jelas Ganjar.

Selain penanganan banjir pantura, Ganjar juga mengusulkan dua program prioritas lainnya, yakni pengembangan kawasan Borobudur sebagai 10 Bali baru di Indonesia dan program pemugaran rumah tidak layak huni untuk mendukung pengentasan kemiskinan.

"Selain itu ada juga peningkatan pertumbuhan ekonomi di kawasan industri, termasuk pemenuhan sarana prasarananya, pembangunan jalur penghubung antara utara dan selatan Jawa Tengah, penurunan kemiskinan, pengangguran, aspek lingkungan dan lainnya. Memang tidak semua kita usulkan ke pusat, karena beberapa akan kami tangani sendiri," pungkas Ganjar.

Sementara itu, Suharso Monoarfa mengatakan, usulan-usulan program prioritas itu akan ditindaklanjuti di tingkat pusat. 

"Mudah-mudahan dengan cara seperti ini, bisa kita tajamkan programnya dan semakin inline antara pusat dan daerah. Terkait penanganan banjir yang tadi diusulkan, memang sudah dialokasikan dalam APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) tahun ini," ucap Suharso.


Bagikan :

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengusulkan anggaran sebesar Rp3,19 triliun ke pemerintah pusat untuk penanganan banjir maupun rob di jalan pantura Provinsi Jawa Tengah sebagai usulan prioritas nasional.  

Usulan itu disampaikan Ganjar kepada Menteri Perencanaan Nasional/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa dalam rapat koordinasi usulan program prioritas nasional untuk mendukung major project Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahun 2022, Rabu (24/2/2021). Selain Ganjar, sejumlah gubernur lainnya juga mengusulkan program pembangunan prioritas di daerahnya.

"Sebenarnya ada banyak usulan ke pusat, ada project-project strategis yang kita dorong. Namun untuk kali ini, saya ingin prioritaskan bagaimana penanganan banjir di pantura. Ini yang paling penting yang mesti segera dibereskan," kata Ganjar.

Dalam paparannya, selain diperuntukkan untuk penanganan banjir dan rob di sejumlah daerah di pantura, anggaran tersebut juga untuk meningkatkan sarana prasarana kawasan industri yang ada di sana.

"Memang di pantura ini ada dua hal, satu soal infrastruktur mesti beres, tapi banjir yang paling penting. Banjir di pantura mesti dibereskan, karena ada pengamat yang bilang kondisinya cukup berbahaya, khusus di Pekalongan harus cepat ditangani agar tidak tenggelam," terang Ganjar.

Selain Kabupaten Pekalongan, Ganjar menyebutkan Kota Semarang dan Kabupaten Demak juga butuh penanganan yang sifatnya khusus, meskipun tidak boleh mengesampingkan wilayah lain.

"Yang lain sebenarnya juga kita siapkan di level daerah, tapi karena ini dengan pusat, maka kita butuh bantuan penanganan di wilayah-wilayah itu," jelas Ganjar.

Selain penanganan banjir pantura, Ganjar juga mengusulkan dua program prioritas lainnya, yakni pengembangan kawasan Borobudur sebagai 10 Bali baru di Indonesia dan program pemugaran rumah tidak layak huni untuk mendukung pengentasan kemiskinan.

"Selain itu ada juga peningkatan pertumbuhan ekonomi di kawasan industri, termasuk pemenuhan sarana prasarananya, pembangunan jalur penghubung antara utara dan selatan Jawa Tengah, penurunan kemiskinan, pengangguran, aspek lingkungan dan lainnya. Memang tidak semua kita usulkan ke pusat, karena beberapa akan kami tangani sendiri," pungkas Ganjar.

Sementara itu, Suharso Monoarfa mengatakan, usulan-usulan program prioritas itu akan ditindaklanjuti di tingkat pusat. 

"Mudah-mudahan dengan cara seperti ini, bisa kita tajamkan programnya dan semakin inline antara pusat dan daerah. Terkait penanganan banjir yang tadi diusulkan, memang sudah dialokasikan dalam APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) tahun ini," ucap Suharso.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu