Follow Us :              

Pemprov Jateng Siap Fasilitasi Dan Dampingi Kota Salatiga Sebagai Kota Empat Pilar Dan Kota Vanili

  31 March 2021  |   11:00:00  |   dibaca : 373 
Kategori :
Bagikan :


Pemprov Jateng Siap Fasilitasi Dan Dampingi Kota Salatiga Sebagai Kota Empat Pilar Dan Kota Vanili

31 March 2021 | 11:00:00 | dibaca : 373
Kategori :
Bagikan :

Foto : Slam (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Slam (Humas Jateng)

SALATIGA - Pencanangan Kota Salatiga sebagai Kota Empat Pilar dan Kota Vanili mendapat dukungan penuh dari Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Menurutnya, predikat itu sesuai dengan Kota Salatiga yang disebut sebagai kota paling toleran di Indonesia dan kreatif dalam mengolah bahan pangan menjadi beragam produk. 

Hal itu diungkapkan Ganjar, saat memberikan sambutan dalam acara pencanangan tersebut di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Salatiga, Rabu (31/3/2021). 

"Ada banyak hal yang membuat kita mau ke kota ini. Salatiga ini berkali-kali menang menjadi kota toleran. Jadi tepat kalau dicanangkan sebagai Kota Empat Pilar. Kita harus bisa memberikan contoh baik terkait toleransi, termasuk dengan narasi-narasi budaya," kata Ganjar. 

Terkait pencanangan sebagai Kota Vanili, Ganjar menilai pilihan itu sangat tepat. Vanili memiliki nilai jual tinggi, bahkan di ranah ekspor harganya terbilang bagus. Kelebihan itu membuat tanaman Vanili cocok untuk dikembangkan dalam program satu rumah sepuluh pohon. 

"Bicara Kota Vanili tidak berhenti dalam arti menanam, itu saja tidak cukup. Harapan kami, nanti ada hilirisasi sampai ke tingkat processing bahkan fermentasi, sehingga harga jual bisa berlipat. Di sini (Salatiga) telah punya pengalaman untuk processing, seperti mengolah bahan singkong menjadi produk dengan banyak varian," katanya. 

Ganjar menambahkan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga akan memfasilitasi pelatihan dan pendampingan. 

"Seumpama (mereka) diberikan pelatihan dan cara mendesain, kami juga siapkan pendampingan bagaimana cara berdagangnya," ungkapnya. 

Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo yang turut hadir dalam acara itu mengatakan dukungan pada budidaya vanili. Dari data yang ia terima, Indonesia merupakan negara kedua pemasok vanili terbesar di dunia. Tidak hanya dari sisi upaya peningkatan ekonomi, ia juga memuji kota ini atas dasar pencapaiannya menjaga toleransi. 

Berdasarkan survei SETARA Institute,  lembaga independen tentang demokrasi dan HAM,  Salatiga menempati posisi sebagai kota dengan tingkat toleransi tertinggi di Indonesia. Bahkan sejak tahun 2015, kota ini selalu masuk tiga besar kota paling toleran di negeri ini. Ia menegaskan, itulah alasan Salatiga dipilih sebagai Kota Empat Pilar. 

"Kota ini luar biasa tolerannya. Ini sangat penting sebagai contoh dalam menjaga apa yang sudah disusun oleh pendiri bangsa," katanya. 

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menambahkan Kota Salatiga merupakan pilar dari segala pilar di Indonesia. Hal itu dilihat dari bagaimana toleransi di kota tersebut sangat dijunjung tinggi, begitu juga dengan kreativitas dalam hal pertanian. 

"Pendekatan toleransi di sini bagus sehingga kotanya damai dalam keberagaman. Soal vanili harus dikembangkan lagi seperti membenahi kelembagaan, konsepsi yang benar, dan ujungnya adalah pengelompokan dan adanya pabrik-pabrik kecil," katanya.


Bagikan :

SALATIGA - Pencanangan Kota Salatiga sebagai Kota Empat Pilar dan Kota Vanili mendapat dukungan penuh dari Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Menurutnya, predikat itu sesuai dengan Kota Salatiga yang disebut sebagai kota paling toleran di Indonesia dan kreatif dalam mengolah bahan pangan menjadi beragam produk. 

Hal itu diungkapkan Ganjar, saat memberikan sambutan dalam acara pencanangan tersebut di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Salatiga, Rabu (31/3/2021). 

"Ada banyak hal yang membuat kita mau ke kota ini. Salatiga ini berkali-kali menang menjadi kota toleran. Jadi tepat kalau dicanangkan sebagai Kota Empat Pilar. Kita harus bisa memberikan contoh baik terkait toleransi, termasuk dengan narasi-narasi budaya," kata Ganjar. 

Terkait pencanangan sebagai Kota Vanili, Ganjar menilai pilihan itu sangat tepat. Vanili memiliki nilai jual tinggi, bahkan di ranah ekspor harganya terbilang bagus. Kelebihan itu membuat tanaman Vanili cocok untuk dikembangkan dalam program satu rumah sepuluh pohon. 

"Bicara Kota Vanili tidak berhenti dalam arti menanam, itu saja tidak cukup. Harapan kami, nanti ada hilirisasi sampai ke tingkat processing bahkan fermentasi, sehingga harga jual bisa berlipat. Di sini (Salatiga) telah punya pengalaman untuk processing, seperti mengolah bahan singkong menjadi produk dengan banyak varian," katanya. 

Ganjar menambahkan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga akan memfasilitasi pelatihan dan pendampingan. 

"Seumpama (mereka) diberikan pelatihan dan cara mendesain, kami juga siapkan pendampingan bagaimana cara berdagangnya," ungkapnya. 

Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo yang turut hadir dalam acara itu mengatakan dukungan pada budidaya vanili. Dari data yang ia terima, Indonesia merupakan negara kedua pemasok vanili terbesar di dunia. Tidak hanya dari sisi upaya peningkatan ekonomi, ia juga memuji kota ini atas dasar pencapaiannya menjaga toleransi. 

Berdasarkan survei SETARA Institute,  lembaga independen tentang demokrasi dan HAM,  Salatiga menempati posisi sebagai kota dengan tingkat toleransi tertinggi di Indonesia. Bahkan sejak tahun 2015, kota ini selalu masuk tiga besar kota paling toleran di negeri ini. Ia menegaskan, itulah alasan Salatiga dipilih sebagai Kota Empat Pilar. 

"Kota ini luar biasa tolerannya. Ini sangat penting sebagai contoh dalam menjaga apa yang sudah disusun oleh pendiri bangsa," katanya. 

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menambahkan Kota Salatiga merupakan pilar dari segala pilar di Indonesia. Hal itu dilihat dari bagaimana toleransi di kota tersebut sangat dijunjung tinggi, begitu juga dengan kreativitas dalam hal pertanian. 

"Pendekatan toleransi di sini bagus sehingga kotanya damai dalam keberagaman. Soal vanili harus dikembangkan lagi seperti membenahi kelembagaan, konsepsi yang benar, dan ujungnya adalah pengelompokan dan adanya pabrik-pabrik kecil," katanya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu