Follow Us :              

Ganjar Imbau Warga Bantu Pendataan Keluarga Demi Pemerataan Pembangunan dan Kesejahteraan

  01 April 2021  |   07:00:00  |   dibaca : 498 
Kategori :
Bagikan :


Ganjar Imbau Warga Bantu Pendataan Keluarga Demi Pemerataan Pembangunan dan Kesejahteraan

01 April 2021 | 07:00:00 | dibaca : 498
Kategori :
Bagikan :

Foto : Vivi (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Vivi (Humas Jateng)

SEMARANG – Program Pendataan Keluarga 2021 dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dimulai serentak se-Indonesia pada hari ini, Rabu (1/4/2021).  Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengawali pelaksanaan program tersebut, dengan melakukan simulasi menjadi petugas pendata lapangan.

“Pak Bu, selamat pagi. Nuwun sewu (permisi) saya datang untuk mendata keluarga panjenengan njih. Saya dari sini saja supaya ababnya tidak muncrat-muncrat,” seloroh Ganjar dari luar pagar rumah keluarga Afianto yang akan didata ,di Jalan Bima, Pindrikan Lor, Semarang.

Ganjar menanyakan sejumlah pertanyaan yang sudah tercantum dalam daftar dari BKKBN. Sesekali ia melontarkan candaan dari daftar pertanyaan yang ada. 

Hal yang sama juga dilakukan, saat ia menyapa keluarga di Jalan Bedagan, Sekayu, Semarang Tengah. Sambil mendata, Ganjar juga memastikan, apakah anggota keluarga tersebut yang lansia, sudah divaksin atau belum. 

“Mas, ibunya segera didaftarkan biar cepet divaksin. Ayo panjenengan harus lakukan segera,” tegas Ganjar mengingatkan, begitu mengetahui ternyata lansia tersebut belum divaksin. 

Ganjar mengimbau warga agar membantu petugas yang melakukan pendataan, dengan menyiapkan data keluarga secara lengkap, sehingga proses pendataan dapat berlangsung cepat. Selain itu, Ganjar meminta kepada petugas pendataan untuk membawa identitas lengkap, sehingga tidak menimbulkan kecurigaan di kalangan warga. 

“Keluarga membantu menyiapkan data dengan baik, dan tanyakan (identitas) petugasnya. Berikan data terakhir agar seluruh pencatatan pendataan ini betul-betul lengkap,” ujarnya. 

“Harapan kita, ini akan jadi big data yang baik. Datanya cukup lengkap, sehingga nanti kalau kita ingin mengolah data untuk memberikan bantuan, ( kami ) mengerti kondisi keluarga masing-masing, (sehingga) pemerintah (daerah) akan bisa menyajikan data paling detail,” tambah Ganjar. 

Sebagai informasi, Pendataan Keluarga tahun 2021 dilaksanakan pada 1 April-31 Mei 2021. Pendataan ini dilakukan untuk validasi data sebagai dasar bagi pemerintah dalam pelaksanaan kebijakan peningkatan dan pemerataan pembangunan serta kesejahteraan masyarakat. 

Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Tengah, Widwiono mengatakan, program ini dilakukan setiap lima tahun sekali di seluruh Indonesia untuk mendata semua keluarga. 

"Beda dengan sensus penduduk, ini memang fokusnya pada keluarga. Jadi informasi tentang keluarga," ujar Widwiono saat mendampingi Gubernur Jateng Ganjar Pranowo melakukan pendataan keluarga di Sekayu, Kota Semarang. 

Di Jawa Tengah, ada sekitar 11,4 juta keluarga yang akan didata dengan mengerahkan sekitar 8.600 orang petugas. 

“Mereka akan mengcover seluruh keluarga di 35 kabupaten dan kota. Mereka telah menjalani pelatihan sejak satu bulan lalu. Pelatihannya mulai dari tingkat pusat, provinsi, kabupaten kota, kecamatan, desa, sampai RT RW,” beber Widwiono lebih lanjut. 

Adapun untuk antisipasi pendataan keluarga yang berada di luar kota, pihaknya akan mendata keluarga di mana mereka tinggal pada enam bulan nanti.


Bagikan :

SEMARANG – Program Pendataan Keluarga 2021 dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dimulai serentak se-Indonesia pada hari ini, Rabu (1/4/2021).  Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengawali pelaksanaan program tersebut, dengan melakukan simulasi menjadi petugas pendata lapangan.

“Pak Bu, selamat pagi. Nuwun sewu (permisi) saya datang untuk mendata keluarga panjenengan njih. Saya dari sini saja supaya ababnya tidak muncrat-muncrat,” seloroh Ganjar dari luar pagar rumah keluarga Afianto yang akan didata ,di Jalan Bima, Pindrikan Lor, Semarang.

Ganjar menanyakan sejumlah pertanyaan yang sudah tercantum dalam daftar dari BKKBN. Sesekali ia melontarkan candaan dari daftar pertanyaan yang ada. 

Hal yang sama juga dilakukan, saat ia menyapa keluarga di Jalan Bedagan, Sekayu, Semarang Tengah. Sambil mendata, Ganjar juga memastikan, apakah anggota keluarga tersebut yang lansia, sudah divaksin atau belum. 

“Mas, ibunya segera didaftarkan biar cepet divaksin. Ayo panjenengan harus lakukan segera,” tegas Ganjar mengingatkan, begitu mengetahui ternyata lansia tersebut belum divaksin. 

Ganjar mengimbau warga agar membantu petugas yang melakukan pendataan, dengan menyiapkan data keluarga secara lengkap, sehingga proses pendataan dapat berlangsung cepat. Selain itu, Ganjar meminta kepada petugas pendataan untuk membawa identitas lengkap, sehingga tidak menimbulkan kecurigaan di kalangan warga. 

“Keluarga membantu menyiapkan data dengan baik, dan tanyakan (identitas) petugasnya. Berikan data terakhir agar seluruh pencatatan pendataan ini betul-betul lengkap,” ujarnya. 

“Harapan kita, ini akan jadi big data yang baik. Datanya cukup lengkap, sehingga nanti kalau kita ingin mengolah data untuk memberikan bantuan, ( kami ) mengerti kondisi keluarga masing-masing, (sehingga) pemerintah (daerah) akan bisa menyajikan data paling detail,” tambah Ganjar. 

Sebagai informasi, Pendataan Keluarga tahun 2021 dilaksanakan pada 1 April-31 Mei 2021. Pendataan ini dilakukan untuk validasi data sebagai dasar bagi pemerintah dalam pelaksanaan kebijakan peningkatan dan pemerataan pembangunan serta kesejahteraan masyarakat. 

Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Tengah, Widwiono mengatakan, program ini dilakukan setiap lima tahun sekali di seluruh Indonesia untuk mendata semua keluarga. 

"Beda dengan sensus penduduk, ini memang fokusnya pada keluarga. Jadi informasi tentang keluarga," ujar Widwiono saat mendampingi Gubernur Jateng Ganjar Pranowo melakukan pendataan keluarga di Sekayu, Kota Semarang. 

Di Jawa Tengah, ada sekitar 11,4 juta keluarga yang akan didata dengan mengerahkan sekitar 8.600 orang petugas. 

“Mereka akan mengcover seluruh keluarga di 35 kabupaten dan kota. Mereka telah menjalani pelatihan sejak satu bulan lalu. Pelatihannya mulai dari tingkat pusat, provinsi, kabupaten kota, kecamatan, desa, sampai RT RW,” beber Widwiono lebih lanjut. 

Adapun untuk antisipasi pendataan keluarga yang berada di luar kota, pihaknya akan mendata keluarga di mana mereka tinggal pada enam bulan nanti.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu