Follow Us :              

Jateng Bakal Disinggahi Pelayaran Muhibah Budaya dan Festival Jalur Rempah 2021

  08 April 2021  |   11:00:00  |   dibaca : 787 
Kategori :
Bagikan :


Jateng Bakal Disinggahi Pelayaran Muhibah Budaya dan Festival Jalur Rempah 2021

08 April 2021 | 11:00:00 | dibaca : 787
Kategori :
Bagikan :

Foto : Simon (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Simon (Humas Jateng)

SEMARANG- Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, tepatnya Kota Semarang, mendapatkan kesempatan untuk menjadi tempat persinggahan KRI  Dewaruci saat kegiatan Pelayaran Muhibah Budaya dan Festival Jalur Rempah 2021. 

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Prasetyo Aribowo mengatakan, bahwa festival ini adalah bagian dari upaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI  mengusulkan jalur rempah sebagai salah satu budaya tak benda ke UNESCO. 

"Jalur rempah ini adalah budaya tak benda yang sedang diusulkan ke UNESCO. Salah satu yang jadi catatan dan dokumen, adalah melaksanakan festival. Festival jalur rempah ini, bagian dari upaya untuk mengajukan jalur rempah sebagai world heritage," jelasnya, usai mengikuti Rapat Koordinasi Pelayaran Muhibah Budaya dan Festival Jalur Rempah 2021 dengan Kemendikbud,di Kantor Gubernur (8/4/2021) 

Jawa Tengah mendukung langkah pemerintah pusat tersebut. Terlebih, Jawa Tengah adalah gudang rempah, yang merupakan bahan baku jamu. Karenanya, Pemerintah Provinsi akan memberikan dukungan dari berbagai aspek. 

"Kewajiban Pemprov Jateng, untuk mendukung dari banyak aspek. Di antaranya aspek yang terkait dengan sumber daya. Kita tahu, Jateng kaya sumber daya rempah sebagai bahan baku jamu. Kemudian aspek festival atau event dan juga kesiapan fasilitas, termasuk museum di Jateng untuk bisa jadi local point ( lokasi acara ) saat kapal Dewaruci merapat (di Semarang), " jelas Prasetyo.  

Direktur Pengembangan dan Pemanfaatan Dirjen Kebudayaan Kemendikbud RI , Restu Gunawan, menyampaikan, pelayaran rencananya menggunakan KRI Dewaruci. Kapal yang akan membawa penumpang mahasiswa dari berbagai daerah itu, akan mulai berlayar dari Banda, pada 17 Agustus  2021, dan diperkirakan tiba di Semarang pada 16 - 19 Oktober 2021.  

"Di dalam kapal akan banyak aktivitas. Karena itu (aktivitas) di daratnya perlu ada sinkronisasi dengan ( potensi ) daerah yang disinggahi," katanya 

Aktivitas yang dilakukan di setiap titik, lanjut Gunawan, bisa berupa festival seni, kuliner, jamu, talkshow dan seminar. Melalui aktivitas yang dilakukan, diharapkan peserta yang merupakan perwakilan dari setiap provinsi bisa mengubah mindsetnya terhadap produk jamu. Dari yang semula kuno menjadi produk yang senantiasa bisa menyesuaikan dengan kebutuhan zaman.


Bagikan :

SEMARANG- Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, tepatnya Kota Semarang, mendapatkan kesempatan untuk menjadi tempat persinggahan KRI  Dewaruci saat kegiatan Pelayaran Muhibah Budaya dan Festival Jalur Rempah 2021. 

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Prasetyo Aribowo mengatakan, bahwa festival ini adalah bagian dari upaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI  mengusulkan jalur rempah sebagai salah satu budaya tak benda ke UNESCO. 

"Jalur rempah ini adalah budaya tak benda yang sedang diusulkan ke UNESCO. Salah satu yang jadi catatan dan dokumen, adalah melaksanakan festival. Festival jalur rempah ini, bagian dari upaya untuk mengajukan jalur rempah sebagai world heritage," jelasnya, usai mengikuti Rapat Koordinasi Pelayaran Muhibah Budaya dan Festival Jalur Rempah 2021 dengan Kemendikbud,di Kantor Gubernur (8/4/2021) 

Jawa Tengah mendukung langkah pemerintah pusat tersebut. Terlebih, Jawa Tengah adalah gudang rempah, yang merupakan bahan baku jamu. Karenanya, Pemerintah Provinsi akan memberikan dukungan dari berbagai aspek. 

"Kewajiban Pemprov Jateng, untuk mendukung dari banyak aspek. Di antaranya aspek yang terkait dengan sumber daya. Kita tahu, Jateng kaya sumber daya rempah sebagai bahan baku jamu. Kemudian aspek festival atau event dan juga kesiapan fasilitas, termasuk museum di Jateng untuk bisa jadi local point ( lokasi acara ) saat kapal Dewaruci merapat (di Semarang), " jelas Prasetyo.  

Direktur Pengembangan dan Pemanfaatan Dirjen Kebudayaan Kemendikbud RI , Restu Gunawan, menyampaikan, pelayaran rencananya menggunakan KRI Dewaruci. Kapal yang akan membawa penumpang mahasiswa dari berbagai daerah itu, akan mulai berlayar dari Banda, pada 17 Agustus  2021, dan diperkirakan tiba di Semarang pada 16 - 19 Oktober 2021.  

"Di dalam kapal akan banyak aktivitas. Karena itu (aktivitas) di daratnya perlu ada sinkronisasi dengan ( potensi ) daerah yang disinggahi," katanya 

Aktivitas yang dilakukan di setiap titik, lanjut Gunawan, bisa berupa festival seni, kuliner, jamu, talkshow dan seminar. Melalui aktivitas yang dilakukan, diharapkan peserta yang merupakan perwakilan dari setiap provinsi bisa mengubah mindsetnya terhadap produk jamu. Dari yang semula kuno menjadi produk yang senantiasa bisa menyesuaikan dengan kebutuhan zaman.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu