Follow Us :              

Teladani Perjuangan Kartini, Siti Atikoh : Perempuan Harus Cerdas Dan Memiliki Banyak Keterampilan

  21 April 2021  |   10:00:00  |   dibaca : 530 
Kategori :
Bagikan :


Teladani Perjuangan Kartini, Siti Atikoh : Perempuan Harus Cerdas Dan Memiliki Banyak Keterampilan

21 April 2021 | 10:00:00 | dibaca : 530
Kategori :
Bagikan :

Foto : Vivi (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Vivi (Humas Jateng)

REMBANG - Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Jawa Tengah, Siti Atikoh Ganjar Pranowo, menjadi pembina upacara peringatan hari Kartini ke-142, di Pendopo Museum Kartini Rembang, Rabu (21/4/2021). Ia menyoroti perjuangan perempuan zaman sekarang yang berhadapan dengan disrupsi informasi dan era teknologi digital. 

Atikoh mengatakan bahwa perjuangan Kartini masih relevan diteladani oleh perempuan di zaman sekarang. Ia menyebutkan, perempuan harus cerdas dan memiliki banyak keterampilan. 

“Bila kita telaah, pendapat dan gagasan beliau luar biasa. Ia (Kartini) meminta kita untuk optimis dan bersikap positif. Setelah berkeliling museum, menunjukkan betapa cerdasnya beliau, menguasai enam bahasa dan multitalenta, bisa jahit melukis, mengajar dan menulis,” ungkapnya didampingi Wakil Ketua I TP PKK Jateng, Nawal Arafah Yasin dan Ketua TP PKK Rembang Hasiroh Hafidz. 

Terkait perjuangan Kartini di era modern, Atikoh berpendapat, semangat Kartini bisa dijadikan acuan. Menurutnya, perempuan masa kini menghadapi tantangan yang jauh lebih berat. 

Di antaranya, perempuan di garis kemiskinan, perempuan kepala keluarga, perempuan disabilitas, perempuan HIV-AIDS, perempuan pekerja migran dan perempuan korban kekerasan. Selain itu, ia menyoroti angka kematian ibu masih cukup tinggi dan pernikahan usia dini. 

Terkait kesehatan ibu dan bayi, Atikoh mewanti-wanti betul agar menjadi perhatian. Karena, kesehatan ibu memengaruhi perkembangan generasi selanjutnya. 

“Fenomena yang kita hadapi setiap hari adalah kegandrungan anak-anak dengan media sosial. Dalam hal ini, harus terus kita waspadai dan awasi. Penggunaan media sosial seperti facebook, youtube, twitter, tiktok, maupun instagram harus bijak. Hati-hati dengan banyak munculnya berita hoaks,” imbuhnya. 

Dikatakan,  jika tidak ditanggulangi, kebebasan mengakses informasi bisa menyebabkan bangsa Indonesia terjebak dalam krisis jatidiri, ideologi, karakter, dan kepercayaan. 

Oleh karenanya, Atikoh memberi penekanan agar dalam pendidikan keluarga juga harus menanamkan nilai-nilai Pancasila dan agama. Hal itu menurutnya, berfungsi sebagai benteng, bagi generasi muda. 

Selain rangkaian kegiatan peringatan Hari Kartini, Siti Atikoh juga menunaikan perannya di Kepramukaan selaku Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Jawa Tengah. Ia melantik Bupati Rembang sebagai Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Kabupaten Rembang Abdul Hafidz dan Wakil Bupati Rembang Hanies Cholil Barro sebagai Wakil Ketua Mabicab Rembang.


Bagikan :

REMBANG - Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Jawa Tengah, Siti Atikoh Ganjar Pranowo, menjadi pembina upacara peringatan hari Kartini ke-142, di Pendopo Museum Kartini Rembang, Rabu (21/4/2021). Ia menyoroti perjuangan perempuan zaman sekarang yang berhadapan dengan disrupsi informasi dan era teknologi digital. 

Atikoh mengatakan bahwa perjuangan Kartini masih relevan diteladani oleh perempuan di zaman sekarang. Ia menyebutkan, perempuan harus cerdas dan memiliki banyak keterampilan. 

“Bila kita telaah, pendapat dan gagasan beliau luar biasa. Ia (Kartini) meminta kita untuk optimis dan bersikap positif. Setelah berkeliling museum, menunjukkan betapa cerdasnya beliau, menguasai enam bahasa dan multitalenta, bisa jahit melukis, mengajar dan menulis,” ungkapnya didampingi Wakil Ketua I TP PKK Jateng, Nawal Arafah Yasin dan Ketua TP PKK Rembang Hasiroh Hafidz. 

Terkait perjuangan Kartini di era modern, Atikoh berpendapat, semangat Kartini bisa dijadikan acuan. Menurutnya, perempuan masa kini menghadapi tantangan yang jauh lebih berat. 

Di antaranya, perempuan di garis kemiskinan, perempuan kepala keluarga, perempuan disabilitas, perempuan HIV-AIDS, perempuan pekerja migran dan perempuan korban kekerasan. Selain itu, ia menyoroti angka kematian ibu masih cukup tinggi dan pernikahan usia dini. 

Terkait kesehatan ibu dan bayi, Atikoh mewanti-wanti betul agar menjadi perhatian. Karena, kesehatan ibu memengaruhi perkembangan generasi selanjutnya. 

“Fenomena yang kita hadapi setiap hari adalah kegandrungan anak-anak dengan media sosial. Dalam hal ini, harus terus kita waspadai dan awasi. Penggunaan media sosial seperti facebook, youtube, twitter, tiktok, maupun instagram harus bijak. Hati-hati dengan banyak munculnya berita hoaks,” imbuhnya. 

Dikatakan,  jika tidak ditanggulangi, kebebasan mengakses informasi bisa menyebabkan bangsa Indonesia terjebak dalam krisis jatidiri, ideologi, karakter, dan kepercayaan. 

Oleh karenanya, Atikoh memberi penekanan agar dalam pendidikan keluarga juga harus menanamkan nilai-nilai Pancasila dan agama. Hal itu menurutnya, berfungsi sebagai benteng, bagi generasi muda. 

Selain rangkaian kegiatan peringatan Hari Kartini, Siti Atikoh juga menunaikan perannya di Kepramukaan selaku Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Jawa Tengah. Ia melantik Bupati Rembang sebagai Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Kabupaten Rembang Abdul Hafidz dan Wakil Bupati Rembang Hanies Cholil Barro sebagai Wakil Ketua Mabicab Rembang.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu