Follow Us :              

Dubes Inggris Ajak Ganjar Kerjasama Bidang Energi dan Kesehatan

  26 April 2021  |   10:00:00  |   dibaca : 862 
Kategori :
Bagikan :


Dubes Inggris Ajak Ganjar Kerjasama Bidang Energi dan Kesehatan

26 April 2021 | 10:00:00 | dibaca : 862
Kategori :
Bagikan :

Foto : Slam (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Slam (Humas Jateng)

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berdiskusi dengan Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste, Owen Jenkins, secara virtual pada Senin (26/4/2021). Tema pembahasan mereka mengenai peluang kerja sama serta kiat Jawa Tengah dalam penanganan Covid-19. 

Selama ini kerja sama Jawa Tengah dengan Inggris sudah berjalan baik pada bidang pendidikan, khususnya sekolah vokasional. Ganjar berharap kerjasama di bidang ini dapat lebih ditingkatkan lagi, misalnya pada metode pendidikan Bahasa Inggris. Tujuannya agar lulusan SMA dan SMK di Jawa Tengah sudah lancar berbahasa Inggris, sehingga dapat meningkatkan peluang dalam menghadapi tantangan global. 

Selain bidang pendidikan, Ganjar juga menyebutkan, banyak peluang kerjasama di bidang lain yang masih bisa dikembangkan. 

"Mereka juga tertarik untuk kerja sama dalam bidang energi, khususnya energi baru terbarukan. Terus kemudian infrastruktur, kemudian juga perdagangan. Maka saya tadi tawarkan ada kawasan industri yang ada di Batang yang insentifnya cukup bagus. Mudah-mudahan itu bisa dilaksanakan atau dikerjakan," kata Ganjar usai diskusi virtual di ruang kerjanya. 

Menurut Ganjar, Jawa Tengah dan Inggris memiliki perhatian yang sama dalam hal perubahan iklim dunia atau global climate change. Dalam diskusi, Ganjar menceritakan bagaimana kondisi Jawa Tengah yang tidak memiliki banyak hutan serta kawasan pesisir pantai utara yang mengalami penurunan muka tanah. Belum lagi masalah sampah dan limbah yang muncul akibat industrialisasi. Beberapa hal itu yang menjadi perhatian sehingga mulai digalakkan dan disosialisasikan agar masyarakat ikut merawat alam dan peduli mengolah sampah dengan benar. 

"Kami bicara, bahwa kita punya agenda bersama, kepedulian, terhadap perubahan iklim. Jadi global climate change ini menjadi perhatian betul dari pemerintah Inggris, (dan) kita. Maka industri dan teknologi ke depan  akan kita buat dan kita pilih yang lebih ramah lingkungan. Beberapa pengalaman kami diskusikan dan sharing," katanya. 

Ganjar menyampaikan, Kedutaan Besar Inggris juga memberikan apresiasi kepada masyarakat Jawa Tengah yang memiliki kepedulian tinggi dalam penanganan pandemi. Ia kagum mendengar penjelasan Ganjar tentang bagaimana pengelolaan potensi masyarakat dapat digalakkan. Pola menggerakkan komunitas di masyarakat tersebut relatif efektif dan cukup membantu dalam menangani pandemi. 

"Jika nanti kita mau menindaklanjuti, dalam teknologi kesehatan. Kita ajak (mereka) bekerja sama (dalam) bidang farmasi dan sebagainya, atau (bisa juga) investasi industri dalam bidang farmasi dan alat kesehatan. Tentu ini akan sangat menguntungkan kedua belah negara,  khususnya Jawa Tengah," kata Ganjar. 

Owen Jenkins mengatakan, peluang kerja sama dalam bidang energi baru terbarukan tersebut cukup besar. Apalagi Jawa Tengah sudah memiliki tekad yang sangat kuat untuk menggunakan energi baru terbarukan, seperti misalnya energi dari panel surya. Penggunaan energi ini sangat penting dalam upaya mengurangi polusi demi menjaga bumi. 

"Kami mengetahui Gubernur Ganjar memiliki ambisi, (Jawa Tengah menjadi) provinsi pertama yang mencoba untuk menggunakan solar panel. Kami sudah melakukan banyak sekali usaha di bidang pembangunan yang berkelanjutan. Ini (bisa jadi) potensi kerja sama lebih lanjut dan jangka panjang antara Inggris dengan Jawa Tengah. Bulan November lalu kami juga menjadi tuan rumah konferensi bidang iklim," katanya dalam diskusi. 

Di sisi lain, Owen juga ingin menjajaki kerja sama dalam bidang kesehatan. Owen kagum dengan kemampuan manajerial Ganjar Pranowo dalam menangani pandemi Covid-19 di Jawa Tengah  yang dinilainya sangat luar biasa. 

"Apresiasi atas manajerial (Ganjar) yang luar biasa. Kasus aktif (di Jawa Tengah) mulai menurun, dan kami mencoba menjajaki kerja sama dalam bidang kesehatan. Bisa dengan hal mengkoneksikan dengan rumah sakit, juga dalam pengembangan perusahaan bidang industri farmasi," katanya.


Bagikan :

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berdiskusi dengan Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste, Owen Jenkins, secara virtual pada Senin (26/4/2021). Tema pembahasan mereka mengenai peluang kerja sama serta kiat Jawa Tengah dalam penanganan Covid-19. 

Selama ini kerja sama Jawa Tengah dengan Inggris sudah berjalan baik pada bidang pendidikan, khususnya sekolah vokasional. Ganjar berharap kerjasama di bidang ini dapat lebih ditingkatkan lagi, misalnya pada metode pendidikan Bahasa Inggris. Tujuannya agar lulusan SMA dan SMK di Jawa Tengah sudah lancar berbahasa Inggris, sehingga dapat meningkatkan peluang dalam menghadapi tantangan global. 

Selain bidang pendidikan, Ganjar juga menyebutkan, banyak peluang kerjasama di bidang lain yang masih bisa dikembangkan. 

"Mereka juga tertarik untuk kerja sama dalam bidang energi, khususnya energi baru terbarukan. Terus kemudian infrastruktur, kemudian juga perdagangan. Maka saya tadi tawarkan ada kawasan industri yang ada di Batang yang insentifnya cukup bagus. Mudah-mudahan itu bisa dilaksanakan atau dikerjakan," kata Ganjar usai diskusi virtual di ruang kerjanya. 

Menurut Ganjar, Jawa Tengah dan Inggris memiliki perhatian yang sama dalam hal perubahan iklim dunia atau global climate change. Dalam diskusi, Ganjar menceritakan bagaimana kondisi Jawa Tengah yang tidak memiliki banyak hutan serta kawasan pesisir pantai utara yang mengalami penurunan muka tanah. Belum lagi masalah sampah dan limbah yang muncul akibat industrialisasi. Beberapa hal itu yang menjadi perhatian sehingga mulai digalakkan dan disosialisasikan agar masyarakat ikut merawat alam dan peduli mengolah sampah dengan benar. 

"Kami bicara, bahwa kita punya agenda bersama, kepedulian, terhadap perubahan iklim. Jadi global climate change ini menjadi perhatian betul dari pemerintah Inggris, (dan) kita. Maka industri dan teknologi ke depan  akan kita buat dan kita pilih yang lebih ramah lingkungan. Beberapa pengalaman kami diskusikan dan sharing," katanya. 

Ganjar menyampaikan, Kedutaan Besar Inggris juga memberikan apresiasi kepada masyarakat Jawa Tengah yang memiliki kepedulian tinggi dalam penanganan pandemi. Ia kagum mendengar penjelasan Ganjar tentang bagaimana pengelolaan potensi masyarakat dapat digalakkan. Pola menggerakkan komunitas di masyarakat tersebut relatif efektif dan cukup membantu dalam menangani pandemi. 

"Jika nanti kita mau menindaklanjuti, dalam teknologi kesehatan. Kita ajak (mereka) bekerja sama (dalam) bidang farmasi dan sebagainya, atau (bisa juga) investasi industri dalam bidang farmasi dan alat kesehatan. Tentu ini akan sangat menguntungkan kedua belah negara,  khususnya Jawa Tengah," kata Ganjar. 

Owen Jenkins mengatakan, peluang kerja sama dalam bidang energi baru terbarukan tersebut cukup besar. Apalagi Jawa Tengah sudah memiliki tekad yang sangat kuat untuk menggunakan energi baru terbarukan, seperti misalnya energi dari panel surya. Penggunaan energi ini sangat penting dalam upaya mengurangi polusi demi menjaga bumi. 

"Kami mengetahui Gubernur Ganjar memiliki ambisi, (Jawa Tengah menjadi) provinsi pertama yang mencoba untuk menggunakan solar panel. Kami sudah melakukan banyak sekali usaha di bidang pembangunan yang berkelanjutan. Ini (bisa jadi) potensi kerja sama lebih lanjut dan jangka panjang antara Inggris dengan Jawa Tengah. Bulan November lalu kami juga menjadi tuan rumah konferensi bidang iklim," katanya dalam diskusi. 

Di sisi lain, Owen juga ingin menjajaki kerja sama dalam bidang kesehatan. Owen kagum dengan kemampuan manajerial Ganjar Pranowo dalam menangani pandemi Covid-19 di Jawa Tengah  yang dinilainya sangat luar biasa. 

"Apresiasi atas manajerial (Ganjar) yang luar biasa. Kasus aktif (di Jawa Tengah) mulai menurun, dan kami mencoba menjajaki kerja sama dalam bidang kesehatan. Bisa dengan hal mengkoneksikan dengan rumah sakit, juga dalam pengembangan perusahaan bidang industri farmasi," katanya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu