Follow Us :              

Lawan Hoaks, Ganjar Ajak Jauhi Isu Kontroversi dan Sebarkan Narasi Optimisme

  30 April 2021  |   08:00:00  |   dibaca : 580 
Kategori :
Bagikan :


Lawan Hoaks, Ganjar Ajak Jauhi Isu Kontroversi dan Sebarkan Narasi Optimisme

30 April 2021 | 08:00:00 | dibaca : 580
Kategori :
Bagikan :

Foto : Slam (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Slam (Humas Jateng)

SEMARANG -Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta warga Jawa Tengah menjauhi isu-isu kontroversial yang menimbulkan keributan. Hal itu disampaikan Ganjar usai memimpin Apel Kebangsaan "Sinergi Untuk Negeri" di Mapolda Jawa Tengah, Jumat (30/4/2021).

Acara itu diselenggarakan dalam rangka menindaklanjuti pencapaian 100 hari program kerja Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Turut hadir dalam apel tersebut, jajaran Forkopimda Jateng, tokoh agama dari FKUB, perwakilan pemuda dan masyarakat serta anggota TNI Polri. 

“Ini bagian dari pelaksanaan program 100 harinya Pak Kapolri. Di mana kita ingin selalu merekatkan sesama anak-anak bangsa. Tidak ada satupun yang boleh memecah anak belah bangsa,” ucap Ganjar. 

Ganjar menegaskan, saat ini masih banyak pekerjaan rumah yang lebih penting dan mesti diselesaikan. 

Berbagai persoalan perlu segera diatasi, mulai dari mencari strategi baru untuk bersaing di tengah perubahan dunia, pemenuhan kebutuhan pangan dan lapangan kerja akibat bonus demografi yang makin banyak, hingga mendorong kemajuan energi dan teknologi informasi untuk menyelesaikan banyak persoalan. 

“Jangan sampai kita setback pada isu-isu yang tidak penting, yang kemudian menimbulkan pergesekan dan kita cakar-cakaran terus di dalam,” lanjutnya. 

Ganjar mengatakan pemimpin-pemimpin pendahulu di Jawa Tengah telah bertekad menjadikan Jawa Tengah sebagai bentengnya Pancasila. Meski masyarakatnya terdiri dari beragam agama, etnis dan tradisi budaya, namun dapat selalu rukun dan saling menghormati. Kerukunan dan keguyuban inilah yang harus terus digaungkan pada masyarakat. 

“Agar kita jangan mau ditarik-tarik pada urusan yang tidak penting, mari kita menatap masa depan kita bersama,” kata Ganjar. 

Pada para pemuda Ganjar berpesan, untuk mengalahkan cerita hoaks yang banyak memicu perpecahan, pemuda perlu aktif memenuhi ruang-ruang medsos dengan narasi-narasi baik yang memberikan optimisme. Menurutnya ini sangat penting. 

“Kenapa itu penting? Karena sebagian besar di antara kita memang hidup di dunia maya. Di dunia digital setiap hari,  jadi bukan tidak mungkin dipengaruhi oleh hal-hal yang tidak penting,” tandasnya.


Bagikan :

SEMARANG -Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta warga Jawa Tengah menjauhi isu-isu kontroversial yang menimbulkan keributan. Hal itu disampaikan Ganjar usai memimpin Apel Kebangsaan "Sinergi Untuk Negeri" di Mapolda Jawa Tengah, Jumat (30/4/2021).

Acara itu diselenggarakan dalam rangka menindaklanjuti pencapaian 100 hari program kerja Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Turut hadir dalam apel tersebut, jajaran Forkopimda Jateng, tokoh agama dari FKUB, perwakilan pemuda dan masyarakat serta anggota TNI Polri. 

“Ini bagian dari pelaksanaan program 100 harinya Pak Kapolri. Di mana kita ingin selalu merekatkan sesama anak-anak bangsa. Tidak ada satupun yang boleh memecah anak belah bangsa,” ucap Ganjar. 

Ganjar menegaskan, saat ini masih banyak pekerjaan rumah yang lebih penting dan mesti diselesaikan. 

Berbagai persoalan perlu segera diatasi, mulai dari mencari strategi baru untuk bersaing di tengah perubahan dunia, pemenuhan kebutuhan pangan dan lapangan kerja akibat bonus demografi yang makin banyak, hingga mendorong kemajuan energi dan teknologi informasi untuk menyelesaikan banyak persoalan. 

“Jangan sampai kita setback pada isu-isu yang tidak penting, yang kemudian menimbulkan pergesekan dan kita cakar-cakaran terus di dalam,” lanjutnya. 

Ganjar mengatakan pemimpin-pemimpin pendahulu di Jawa Tengah telah bertekad menjadikan Jawa Tengah sebagai bentengnya Pancasila. Meski masyarakatnya terdiri dari beragam agama, etnis dan tradisi budaya, namun dapat selalu rukun dan saling menghormati. Kerukunan dan keguyuban inilah yang harus terus digaungkan pada masyarakat. 

“Agar kita jangan mau ditarik-tarik pada urusan yang tidak penting, mari kita menatap masa depan kita bersama,” kata Ganjar. 

Pada para pemuda Ganjar berpesan, untuk mengalahkan cerita hoaks yang banyak memicu perpecahan, pemuda perlu aktif memenuhi ruang-ruang medsos dengan narasi-narasi baik yang memberikan optimisme. Menurutnya ini sangat penting. 

“Kenapa itu penting? Karena sebagian besar di antara kita memang hidup di dunia maya. Di dunia digital setiap hari,  jadi bukan tidak mungkin dipengaruhi oleh hal-hal yang tidak penting,” tandasnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu