Follow Us :              

Halalbihalal Virtual, Ganjar "Kerjai" Mahasiswa Jepang Asal Semarang

  14 May 2021  |   09:00:00  |   dibaca : 494 
Kategori :
Bagikan :


Halalbihalal Virtual, Ganjar "Kerjai" Mahasiswa Jepang Asal Semarang

14 May 2021 | 09:00:00 | dibaca : 494
Kategori :
Bagikan :

Foto : Vivi (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Vivi (Humas Jateng)

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo merayakan hari kedua Idul Fitri 1442 Hijriah dengan kembali menggelar halalbihalal virtual. Jika pada hari pertama halalbihalal virtual dibuka untuk masyarakat umum, kali ini Ganjar menggelar khusus bagi para diaspora Jawa Tengah di perantauan. 

Mengambil tema halalbihalal "Wong Jateng di Perantauan" ribuan peserta meramaikan acara ini. Tidak hanya warga Jawa Tengah yang merantau di berbagai provinsi di dalam negeri, namun juga para perantau Jawa Tengah di berbagai belahan dunia. Mulai dari Jepang, Kanada, Turki,  Singapura, Hongkong, Korea dan banyak lagi negara lainnya. Mengikuti anjuran pemerintah, mereka tidak mudik Lebaran ini. 

Suasana gayeng dan hangat terasa sepanjang acara yang berlangsung sejak pukul 09.00 WIB. Ganjar didampingi istrinya Siti Atikoh Ganjar Pranowo, berbincang dengan para peserta. 

Selain menjadi kesempatan untuk menyampaikan ucapan Hari Raya Idul Fitri secara langsung, acara itu juga menjadi ajang bagi mereka untuk curhat mengenai kondisinya masing-masing. 

"Saya di India Pak, kuliah di sini. Sudah lama tidak mudik, kangen sama kampung," kata Maldini, mahasiswa Semarang yang kuliah di India. 

Kepada Ganjar, Maldini menceritakan kondisi tsunami Covid-19 di India saat ini. Ia mengaku melihat sendiri, bagaimana kasus positif begitu cepat menyebar dan tinggi, hingga banyak korban meninggal dunia. Mendengar cerita itu, Ganjar menjadi khawatir. 

"Kamu jaga kesehatan ya, jaga kondisi baik-baik dan selalu taat protokol kesehatan. Saya doakan kamu selalu sehat. Salam buat teman-teman yang ada di sana," pesan Ganjar. 

Selain mengobati rasa rindu, halalbihalal virtual juga berhasil menghibur para perantau yang tidak bisa mudik Lebaran. Salah satu yang membuat ger-geran adalah saat Ganjar mengerjai salah satu mahasiswa asal Semarang yang kuliah di Jepang, Arvin. 

Saat berdialog dengan Arvin, tiba-tiba Ganjar mengambil kaleng Khong Guan yang ada di hadapannya. Ia meminta Arvin menebak apa isi dari jajanan yang biasa dihidangkan saat lebaran di rumah-rumah warga itu. 

"Vin, coba tebak ini isinya apa. Ayo bedhek-bedhekan (tebak-tebakan). Coba jawab apa isinya," tanya Ganjar. 

"Nopo njih (apa ya) Pak, biasanya sih isinya roti campur-campur," jawab Arvin. 

Sambil tertawa Ganjar membuka tutup kaleng. Ia bisa menerka jawaban Arvin belum tepat. Benar saja, saat Ganjar merogoh kaleng lalu menunjukkan isinya, ternyata yang didapat rengginang. Rengginang adalah jajanan tradisional yang renyah dan gurih yang terbuat dari olahan ketan yang digoreng 

"Tebakanmu salah, iki isine rengginang. Awakmu ki (kamu) terlalu modern, nek wong lawas mesthi paham kaleng iki isine rengginang, nek ora ya rempeyek (kalau orang jaman dulu pasti tahu ini isinya rengginang atau rempeyek)," jawab Ganjar sambil memakan rengginang itu. 

Sontak saja semua peserta tertawa, bahkan ada yang sambil bertepuk tangan. 

"Nyong wis nebak Pak (saya sudah bisa menebak pak), mesthi isine rengginang (pasti isinya rengginang)," kata Sri, warga Kebumen yang merantau di Bekasi. 

Dialog tidak hanya berlangsung antara peserta dengan Ganjar, tetapi juga antar peserta. Dari berbagai daerah, di forum itu mereka saling sapa, bahkan saling menggoda yang membuat acara makin seru. 

Ajang melepas kangen itu makin meriah dengan adanya sejumlah hadiah menarik yang disiapkan Ganjar. Di antaranya hadiah itu ada sepeda, televisi, kulkas, mesin cuci, rice cooker, dan aneka produk unggulan UMKM Jateng seperti tas, biola, jaket, handycraft dan lainnya.


Bagikan :

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo merayakan hari kedua Idul Fitri 1442 Hijriah dengan kembali menggelar halalbihalal virtual. Jika pada hari pertama halalbihalal virtual dibuka untuk masyarakat umum, kali ini Ganjar menggelar khusus bagi para diaspora Jawa Tengah di perantauan. 

Mengambil tema halalbihalal "Wong Jateng di Perantauan" ribuan peserta meramaikan acara ini. Tidak hanya warga Jawa Tengah yang merantau di berbagai provinsi di dalam negeri, namun juga para perantau Jawa Tengah di berbagai belahan dunia. Mulai dari Jepang, Kanada, Turki,  Singapura, Hongkong, Korea dan banyak lagi negara lainnya. Mengikuti anjuran pemerintah, mereka tidak mudik Lebaran ini. 

Suasana gayeng dan hangat terasa sepanjang acara yang berlangsung sejak pukul 09.00 WIB. Ganjar didampingi istrinya Siti Atikoh Ganjar Pranowo, berbincang dengan para peserta. 

Selain menjadi kesempatan untuk menyampaikan ucapan Hari Raya Idul Fitri secara langsung, acara itu juga menjadi ajang bagi mereka untuk curhat mengenai kondisinya masing-masing. 

"Saya di India Pak, kuliah di sini. Sudah lama tidak mudik, kangen sama kampung," kata Maldini, mahasiswa Semarang yang kuliah di India. 

Kepada Ganjar, Maldini menceritakan kondisi tsunami Covid-19 di India saat ini. Ia mengaku melihat sendiri, bagaimana kasus positif begitu cepat menyebar dan tinggi, hingga banyak korban meninggal dunia. Mendengar cerita itu, Ganjar menjadi khawatir. 

"Kamu jaga kesehatan ya, jaga kondisi baik-baik dan selalu taat protokol kesehatan. Saya doakan kamu selalu sehat. Salam buat teman-teman yang ada di sana," pesan Ganjar. 

Selain mengobati rasa rindu, halalbihalal virtual juga berhasil menghibur para perantau yang tidak bisa mudik Lebaran. Salah satu yang membuat ger-geran adalah saat Ganjar mengerjai salah satu mahasiswa asal Semarang yang kuliah di Jepang, Arvin. 

Saat berdialog dengan Arvin, tiba-tiba Ganjar mengambil kaleng Khong Guan yang ada di hadapannya. Ia meminta Arvin menebak apa isi dari jajanan yang biasa dihidangkan saat lebaran di rumah-rumah warga itu. 

"Vin, coba tebak ini isinya apa. Ayo bedhek-bedhekan (tebak-tebakan). Coba jawab apa isinya," tanya Ganjar. 

"Nopo njih (apa ya) Pak, biasanya sih isinya roti campur-campur," jawab Arvin. 

Sambil tertawa Ganjar membuka tutup kaleng. Ia bisa menerka jawaban Arvin belum tepat. Benar saja, saat Ganjar merogoh kaleng lalu menunjukkan isinya, ternyata yang didapat rengginang. Rengginang adalah jajanan tradisional yang renyah dan gurih yang terbuat dari olahan ketan yang digoreng 

"Tebakanmu salah, iki isine rengginang. Awakmu ki (kamu) terlalu modern, nek wong lawas mesthi paham kaleng iki isine rengginang, nek ora ya rempeyek (kalau orang jaman dulu pasti tahu ini isinya rengginang atau rempeyek)," jawab Ganjar sambil memakan rengginang itu. 

Sontak saja semua peserta tertawa, bahkan ada yang sambil bertepuk tangan. 

"Nyong wis nebak Pak (saya sudah bisa menebak pak), mesthi isine rengginang (pasti isinya rengginang)," kata Sri, warga Kebumen yang merantau di Bekasi. 

Dialog tidak hanya berlangsung antara peserta dengan Ganjar, tetapi juga antar peserta. Dari berbagai daerah, di forum itu mereka saling sapa, bahkan saling menggoda yang membuat acara makin seru. 

Ajang melepas kangen itu makin meriah dengan adanya sejumlah hadiah menarik yang disiapkan Ganjar. Di antaranya hadiah itu ada sepeda, televisi, kulkas, mesin cuci, rice cooker, dan aneka produk unggulan UMKM Jateng seperti tas, biola, jaket, handycraft dan lainnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu