Follow Us :              

Cek PPKM Mikro Kota Pekalongan, Ganjar Tekankan Kerjasama Dengan Universitas dan TNI/Polri

  04 July 2021  |   11:00:00  |   dibaca : 409 
Kategori :
Bagikan :


Cek PPKM Mikro Kota Pekalongan, Ganjar Tekankan Kerjasama Dengan Universitas dan TNI/Polri

04 July 2021 | 11:00:00 | dibaca : 409
Kategori :
Bagikan :

Foto : Slam (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Slam (Humas Jateng)

Kota Pekalongan -Pada hari kedua PPKM Mikro Darurat, Minggu (4/7/2021) Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengecek Kota Pekalongan. Ganjar meminta Kepala Daerah dan jajaran TNI/Polri yang bertugas di kedua wilayah ini bisa bersikap lebih tegas dalam pelaksanaan PPKM Darurat. 

Jika sebelumnya pendekatan persuatif yang bersifat edukasi lebih diutamakan, saat ini Ganjar meminta ketegasan yang harus dikedepankan. Tanpa ketegasan, menurutnya, PPKM Mikro Darurat tidak akan berhasil. 

"Kalau ada kerumunan langsung ditegur, pulang sekarang! Kita ingatkan dengan intonasi tinggi, agar masyarakat tahu bahwa ini serius. Kita ditargetkan mengurangi penyebaran sampai 10.000 kasus perhari. Ini berat, maka kami minta masyarakat berpartisipasi, termasuk kita (Pemerintah dan TNI/Polri) meningkatkan penegakan hukumnya," jelasnya. 

Ganjar mengatakan, kebutuhan menindak tegas para pelanggar prokes, sudah mendesak harus dilakukan. Harapannya, masyarakat menjadi patuh hingga korban jiwa tidak terus berjatuhan. 

"Tiap hari kita mendengar kabar yang sama dari rekan, saudara dan lainnya. Tiap hari pasti ada suara sirene ambulans. Jadi tolong, ayo bantu dengan cara menahan diri di rumah, selama PPKM Darurat ini berjalan," tegasnya. 

Wali Kota Pekalongan, Afzan Arslan Djunaid mengatakan pihaknya siap melaksanakan PPKM Mikro Darurat termasuk menindak tegas pelanggar prokes. 

"Siapapun yang melanggar, pasti kami berikan sanksi tegas. Tidak ada yang boleh menawar lagi," kata Afzan. 

Skenario Jika Terjadi Lonjakan Kasus 

Pada kunjungannya kali ini juga, Ganjar juga melakukan pengecekan kesiapan fasilitas kesehatan. 

"Tadi saya ke RSUD Bendan Pekalongan, saya cek tempat tidurnya sudah ditambah sampai 40 persen. Saya cek oksigen juga sudah aman. Tempat isolasi juga sudah disiapkan, sehingga relatif siap," ujar Ganjar. 

Pada seluruh Bupati/Wali Kota di Jawa Tengah, Ganjar kembali mengingatkan untuk mempersiapkan antisipasi lonjakan jumlah pasien Covid-19. Mereka diminta menginventarisir semua gedung milik pemerintah yang bisa digunakan untuk tempat isolasi terpusat. 

"Kalau kurang, bisa kerja sama dengan universitas atau instansi lain yang punya gedung. Skenario-skenario itu harus disiapkan, termasuk skenario memakai tenda. Dari TNI/Polri sudah siap," jelas Ganjar. 

Tekait antisipasi, Pemerintah Kota Pekalongan telah menyiapkan skenario-skenario jika terjadi lonjakan. Tempat tidur baik ICU maupun isolasi di rumah sakit telah ditambah, dan tempat isolasi terpusat juga sudah disiapkan. 

"Kami telah bekerja sama dengan Universitas Pekalongan untuk menggunakan asrama mahasiswanya sebagai tempat isolasi terpusat. Kalau nanti tetap kurang, kami sudah menyiapkan skenario gedung SMPN 4 Kota Pekalongan untuk tempat isolasi terpusat," pungkas Afzan.


Bagikan :

Kota Pekalongan -Pada hari kedua PPKM Mikro Darurat, Minggu (4/7/2021) Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengecek Kota Pekalongan. Ganjar meminta Kepala Daerah dan jajaran TNI/Polri yang bertugas di kedua wilayah ini bisa bersikap lebih tegas dalam pelaksanaan PPKM Darurat. 

Jika sebelumnya pendekatan persuatif yang bersifat edukasi lebih diutamakan, saat ini Ganjar meminta ketegasan yang harus dikedepankan. Tanpa ketegasan, menurutnya, PPKM Mikro Darurat tidak akan berhasil. 

"Kalau ada kerumunan langsung ditegur, pulang sekarang! Kita ingatkan dengan intonasi tinggi, agar masyarakat tahu bahwa ini serius. Kita ditargetkan mengurangi penyebaran sampai 10.000 kasus perhari. Ini berat, maka kami minta masyarakat berpartisipasi, termasuk kita (Pemerintah dan TNI/Polri) meningkatkan penegakan hukumnya," jelasnya. 

Ganjar mengatakan, kebutuhan menindak tegas para pelanggar prokes, sudah mendesak harus dilakukan. Harapannya, masyarakat menjadi patuh hingga korban jiwa tidak terus berjatuhan. 

"Tiap hari kita mendengar kabar yang sama dari rekan, saudara dan lainnya. Tiap hari pasti ada suara sirene ambulans. Jadi tolong, ayo bantu dengan cara menahan diri di rumah, selama PPKM Darurat ini berjalan," tegasnya. 

Wali Kota Pekalongan, Afzan Arslan Djunaid mengatakan pihaknya siap melaksanakan PPKM Mikro Darurat termasuk menindak tegas pelanggar prokes. 

"Siapapun yang melanggar, pasti kami berikan sanksi tegas. Tidak ada yang boleh menawar lagi," kata Afzan. 

Skenario Jika Terjadi Lonjakan Kasus 

Pada kunjungannya kali ini juga, Ganjar juga melakukan pengecekan kesiapan fasilitas kesehatan. 

"Tadi saya ke RSUD Bendan Pekalongan, saya cek tempat tidurnya sudah ditambah sampai 40 persen. Saya cek oksigen juga sudah aman. Tempat isolasi juga sudah disiapkan, sehingga relatif siap," ujar Ganjar. 

Pada seluruh Bupati/Wali Kota di Jawa Tengah, Ganjar kembali mengingatkan untuk mempersiapkan antisipasi lonjakan jumlah pasien Covid-19. Mereka diminta menginventarisir semua gedung milik pemerintah yang bisa digunakan untuk tempat isolasi terpusat. 

"Kalau kurang, bisa kerja sama dengan universitas atau instansi lain yang punya gedung. Skenario-skenario itu harus disiapkan, termasuk skenario memakai tenda. Dari TNI/Polri sudah siap," jelas Ganjar. 

Tekait antisipasi, Pemerintah Kota Pekalongan telah menyiapkan skenario-skenario jika terjadi lonjakan. Tempat tidur baik ICU maupun isolasi di rumah sakit telah ditambah, dan tempat isolasi terpusat juga sudah disiapkan. 

"Kami telah bekerja sama dengan Universitas Pekalongan untuk menggunakan asrama mahasiswanya sebagai tempat isolasi terpusat. Kalau nanti tetap kurang, kami sudah menyiapkan skenario gedung SMPN 4 Kota Pekalongan untuk tempat isolasi terpusat," pungkas Afzan.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu