Follow Us :              

Ganjar Minta Masyarakat Dukung dan Patuhi Aturan Ibadah di Rumah

  04 July 2021  |   12:00:00  |   dibaca : 593 
Kategori :
Bagikan :


Ganjar Minta Masyarakat Dukung dan Patuhi Aturan Ibadah di Rumah

04 July 2021 | 12:00:00 | dibaca : 593
Kategori :
Bagikan :

Foto : Slam (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Slam (Humas Jateng)

KOTA PEKALONGAN -Salah satu poin PPKM Mikro Darurat berisi aturan perihal pelaksanaan ibadah. Seluruh masyarakat diminta untuk beribadah di rumah saja. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sangat mengharapkan kerja sama dan dukungan masyarakat untuk mematuhi aturan ini. 

"Terkait ibadah sudah jelas. Seluruh Jawa-Bali ibadah di rumah. Saya mohon betul agar semua membantu dengan beribadah di rumah. Tahun lalu kita pernah melakukan seperti ini, sehingga tidak perlu diperdebatkan," kata Ganjar saat mengecek PPKM Mikro Darurat di Kota Pekalongan, Minggu (4/7/2021). 

Jika sebelumnya banyak masyarakat protes karena masjid ditutup tetapi mal dibiarkan beroperasi, itu tidak terjadi lagi. Bukan hanya mal, bahkan semua  tempat wisata dan tempat  hiburan, semua ditutup. 

"Jadi sekarang seimbang, semua ditutup. Tinggal pasar yang masih buka, karena itu untuk kebutuhan sehari-hari. Maka, saya minta agar pasar diawasi agar masyarakat bisa aman saat berdagang atau belanja, dengan mengedepankan protokol kesehatan," jelasnya. 

Meski masyarakat beribadah di rumah, namun Ganjar meminta tempat-tempat ibadah dan para pemuka agama di Jawa Tengah bisa  menjadi melaksanakan fungsinya sebagai penggerak peningkatkan spiritualitas masyarakat yang beribadah di rumah. 

Ganjar mencontohkan, misalnya di Kota Pekalongan yang dikenal dengan daerah santri, ia meminta takmir masjid dan musala tetap melakukan kegiatan seperti biasa meski jamaahnya tidak berada di masjid. 

"Jadi selepas Magrib sampai Isya’, jangan putus istigasah di masjid dan musala. Yang memimpin takmirnya saja, masyarakat mengikuti di rumah masing-masing," ucapnya. 

Menjalankan ibadah dengan aman dari penyebaran Covid-19, menurut Ganjar adalah wujud upaya seimbang antara melindungi kesehatan lahiriah dan peningkatan kualitas batiniah. 

"Harapannya, keimanan dan spiritualitas kita jadi naik. Jadi tempat-tempat ibadah tetap bisa menjalankan perannya untuk memimpin umatnya, meski mereka beribadah di rumah masing-masing," pungkasnya.


Bagikan :

KOTA PEKALONGAN -Salah satu poin PPKM Mikro Darurat berisi aturan perihal pelaksanaan ibadah. Seluruh masyarakat diminta untuk beribadah di rumah saja. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sangat mengharapkan kerja sama dan dukungan masyarakat untuk mematuhi aturan ini. 

"Terkait ibadah sudah jelas. Seluruh Jawa-Bali ibadah di rumah. Saya mohon betul agar semua membantu dengan beribadah di rumah. Tahun lalu kita pernah melakukan seperti ini, sehingga tidak perlu diperdebatkan," kata Ganjar saat mengecek PPKM Mikro Darurat di Kota Pekalongan, Minggu (4/7/2021). 

Jika sebelumnya banyak masyarakat protes karena masjid ditutup tetapi mal dibiarkan beroperasi, itu tidak terjadi lagi. Bukan hanya mal, bahkan semua  tempat wisata dan tempat  hiburan, semua ditutup. 

"Jadi sekarang seimbang, semua ditutup. Tinggal pasar yang masih buka, karena itu untuk kebutuhan sehari-hari. Maka, saya minta agar pasar diawasi agar masyarakat bisa aman saat berdagang atau belanja, dengan mengedepankan protokol kesehatan," jelasnya. 

Meski masyarakat beribadah di rumah, namun Ganjar meminta tempat-tempat ibadah dan para pemuka agama di Jawa Tengah bisa  menjadi melaksanakan fungsinya sebagai penggerak peningkatkan spiritualitas masyarakat yang beribadah di rumah. 

Ganjar mencontohkan, misalnya di Kota Pekalongan yang dikenal dengan daerah santri, ia meminta takmir masjid dan musala tetap melakukan kegiatan seperti biasa meski jamaahnya tidak berada di masjid. 

"Jadi selepas Magrib sampai Isya’, jangan putus istigasah di masjid dan musala. Yang memimpin takmirnya saja, masyarakat mengikuti di rumah masing-masing," ucapnya. 

Menjalankan ibadah dengan aman dari penyebaran Covid-19, menurut Ganjar adalah wujud upaya seimbang antara melindungi kesehatan lahiriah dan peningkatan kualitas batiniah. 

"Harapannya, keimanan dan spiritualitas kita jadi naik. Jadi tempat-tempat ibadah tetap bisa menjalankan perannya untuk memimpin umatnya, meski mereka beribadah di rumah masing-masing," pungkasnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu