Follow Us :              

Galang Solidaritas dan Tekan Mobilitas, Ganjar Ajak Masyarakat Belanja Online ke Pedagang Kecil

  09 July 2021  |   09:00:00  |   dibaca : 359 
Kategori :
Bagikan :


Galang Solidaritas dan Tekan Mobilitas, Ganjar Ajak Masyarakat Belanja Online ke Pedagang Kecil

09 July 2021 | 09:00:00 | dibaca : 359
Kategori :
Bagikan :

Foto : Handy (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Handy (Humas Jateng)

SEMARANG -Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat membuat pendapatan para pedagang menurun. Sebagai bentuk solidaritas, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengajak para Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat yang lebih baik tingkat ekonominya untuk membantu mereka. 

Bantuan bisa diwujudkan dengan membeli produk mereka, khususnya pelaku usaha kecil. Terdapat beragam produk mulai dari makanan hingga kebutuhan sehari. Semua bisa dibeli secara online maupun take away agar lebih aman di saat pandemi. 

“(Pada) Situasi (saat) ini para pedagang menjadi sulit, maka ayo saya ajak yang punya rezeki (mampu), yang punya gaji tetap apalagi kawan ASN, yuk kita banyak jajan. Kalau perlu enggak usah masak," ujar Ganjar di kantornya, Jumat (9/7/2021). 

Ganjar mengatakan, dengan berbelanja di warung bukan hanya akan membantu para pedagang kecil, tetapi juga bisa menekan penyebaran Covid-19 jika dilakukan sesuai protokol kesehatan. 

“Jadi ayo kita belilah di warung tetangga. Belilah di mereka (pedagang kecil) yang jualan (agar) mereka bisa hidup ekonominya," katanya. 

Gerakan bantu pedagang kecil dengan belanja online ini, juga dipastikan akan ikut meningkatkan pendapatan para jasa ojek. 

“Ojek itu juga akan laku. Tidak hanya ojek yang dari perusahaan formal tetapi tetangga kiri-kanan disuruh (mengantar) juga bisa," jelas Ganjar. 

"Tetapi protokol kesehatan tetap dijaga," tambahnya. 

Gerakan belanja di warung tetangga dan kuliner secara online ini diharapkan bisa membantu menurunkan angka mobilitas warga.  

"Kalau tidak nongkrong kan tidak apa-apa. Belinya melalui online. (Jadi) Ojol (ojek online) juga bisa bekerja," katanya. 

Ganjar yang saat itu baru usai memantau lalu-lintas perbatasan Kota Semarang-Kabupaten Kendal menilai, tingkat mobilitas masyarakat Jawa Tengah masih perlu ditekan lagi. Meski sempat menurun sejak diterapkan PPKM Darurat, namun dalam dua hari terakhir masih terjadi peningkatan mobilitas lagi. 

"Kita sudah agak turun, mestinya progresnya turun tetapi justru kemarin meningkat (mobilitasnya). Makanya sekarang diperketat dengan bantuan dari Kepolisian dan TNI," ujarnya. 

Ganjar tak lelah meminta masyarakat untuk membangun kesadaran menahan diri di rumah saja agar kasus Covid-19 di Jawa Tengah tidak semakin parah. 

“Mohon betul kesadaran masyarakat untuk semua bisa menahan diri. Ini berat, ini sulit, saya tahu, tapi ayo kita mesti bersama-sama menjaga diri. Yang bekerja dan yang jualan, ayo tetap semangat bekerja dan semangat jualan tetapi prokesnya harus tetap ditaati" pungkasnya.


Bagikan :

SEMARANG -Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat membuat pendapatan para pedagang menurun. Sebagai bentuk solidaritas, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengajak para Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat yang lebih baik tingkat ekonominya untuk membantu mereka. 

Bantuan bisa diwujudkan dengan membeli produk mereka, khususnya pelaku usaha kecil. Terdapat beragam produk mulai dari makanan hingga kebutuhan sehari. Semua bisa dibeli secara online maupun take away agar lebih aman di saat pandemi. 

“(Pada) Situasi (saat) ini para pedagang menjadi sulit, maka ayo saya ajak yang punya rezeki (mampu), yang punya gaji tetap apalagi kawan ASN, yuk kita banyak jajan. Kalau perlu enggak usah masak," ujar Ganjar di kantornya, Jumat (9/7/2021). 

Ganjar mengatakan, dengan berbelanja di warung bukan hanya akan membantu para pedagang kecil, tetapi juga bisa menekan penyebaran Covid-19 jika dilakukan sesuai protokol kesehatan. 

“Jadi ayo kita belilah di warung tetangga. Belilah di mereka (pedagang kecil) yang jualan (agar) mereka bisa hidup ekonominya," katanya. 

Gerakan bantu pedagang kecil dengan belanja online ini, juga dipastikan akan ikut meningkatkan pendapatan para jasa ojek. 

“Ojek itu juga akan laku. Tidak hanya ojek yang dari perusahaan formal tetapi tetangga kiri-kanan disuruh (mengantar) juga bisa," jelas Ganjar. 

"Tetapi protokol kesehatan tetap dijaga," tambahnya. 

Gerakan belanja di warung tetangga dan kuliner secara online ini diharapkan bisa membantu menurunkan angka mobilitas warga.  

"Kalau tidak nongkrong kan tidak apa-apa. Belinya melalui online. (Jadi) Ojol (ojek online) juga bisa bekerja," katanya. 

Ganjar yang saat itu baru usai memantau lalu-lintas perbatasan Kota Semarang-Kabupaten Kendal menilai, tingkat mobilitas masyarakat Jawa Tengah masih perlu ditekan lagi. Meski sempat menurun sejak diterapkan PPKM Darurat, namun dalam dua hari terakhir masih terjadi peningkatan mobilitas lagi. 

"Kita sudah agak turun, mestinya progresnya turun tetapi justru kemarin meningkat (mobilitasnya). Makanya sekarang diperketat dengan bantuan dari Kepolisian dan TNI," ujarnya. 

Ganjar tak lelah meminta masyarakat untuk membangun kesadaran menahan diri di rumah saja agar kasus Covid-19 di Jawa Tengah tidak semakin parah. 

“Mohon betul kesadaran masyarakat untuk semua bisa menahan diri. Ini berat, ini sulit, saya tahu, tapi ayo kita mesti bersama-sama menjaga diri. Yang bekerja dan yang jualan, ayo tetap semangat bekerja dan semangat jualan tetapi prokesnya harus tetap ditaati" pungkasnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu