Follow Us :              

Ekonomi Jateng Tumbuh 5.66 Persen, Ganjar Ucap Terimakasih Atas Respon Gerakan Belanja di Masyarakat

  09 August 2021  |   11:00:00  |   dibaca : 426 
Kategori :
Bagikan :


Ekonomi Jateng Tumbuh 5.66 Persen, Ganjar Ucap Terimakasih Atas Respon Gerakan Belanja di Masyarakat

09 August 2021 | 11:00:00 | dibaca : 426
Kategori :
Bagikan :

Foto : Slam (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Slam (Humas Jateng)

SEMARANG - Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah merilis pertumbuhan ekonomi Jateng triwulan II 2021 tumbuh positif di angka 5,66 persen. Kabar gembira ini disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo usai memimpin rapat penanganan Covid-19 di kantornya, Senin (9/8/2021). 

"Alhamdulillah sudah positif. Kita sudah positif di angka 5,66 persen. Nasional kan 7 persen. Artinya kita melihat sudah bagus," kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar 

Ada berbagai sektor yang melatar belakangi pertumbuhan ekonomi yang mulai berangsur membaik di masa pandemi ini. Dari sisi produksi, pertumbuhan ekonomi Jateng didorong oleh hampir semua lapangan usaha, dengan pertumbuhan tertinggi dari transportasi dan pergudangan yang tumbuh sebesar 85,43 persen. 

Sementara dari sisi pengeluaran, komponen yang mengalami kenaikan paling tinggi terjadi pada komponen ekspor sebesar 34,43 persen. 

Selain itu, lapangan usaha administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib mencatat pertumbuhan tertinggi yakni 13,13 persen. 

Di sisi pengeluaran, seluruh komponen tumbuh positif dimana komponen pengeluaran konsumsi pemerintah mengalami pertumbuhan paling tinggi yakni 31,45 persen. 

Lapangan Usaha Industri Pengolahan mendominasi struktur ekonomi Jawa Tengah pada Triwulan II-2021 dengan kontribusi sebesar 34,47 persen. Sedangkan dari sisi pengeluaran didominasi oleh Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga dengan kontribusi sebesar 60,83 persen. 

Ganjar menjelaskan pertumbuhan ekonomi saat ini banyak didorong dari sisi konsumsi. Belanja pemerintah yang dikebut sesuai arahan Presiden Joko Widodo ternyata hasilnya sudah mulai terlihat. 

"Tapi angka-angka ini memang mesti kita siapkan betul, bahwa masih banyak juga yang kena PHK, serapan tenaga kerjanya belum terlalu signifikan. Tapi alhamdulillah,posisi itu sudah mulai membaik," jelasnya. 

Ekonomi di masyarakat juga sudah mulai menggeliat. Selain itu, semua kabupaten/kota, BUMN, BUMD dan dinas-dinas semuanya juga beraksi dengan gerakan belanja di masyarakat. 

"Saya senang dikirimi gambar, mereka OPD di kabupaten/kota juga sudah banyak yang jajan. Beli punya masyarakat, jadi ekonomi masyarakat bergulir. Saya terimakasih, karena sekecil apapun kawan-kawan telah berkontribusi pada hal ini," ucapnya mengapresiasi.


Bagikan :

SEMARANG - Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah merilis pertumbuhan ekonomi Jateng triwulan II 2021 tumbuh positif di angka 5,66 persen. Kabar gembira ini disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo usai memimpin rapat penanganan Covid-19 di kantornya, Senin (9/8/2021). 

"Alhamdulillah sudah positif. Kita sudah positif di angka 5,66 persen. Nasional kan 7 persen. Artinya kita melihat sudah bagus," kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar 

Ada berbagai sektor yang melatar belakangi pertumbuhan ekonomi yang mulai berangsur membaik di masa pandemi ini. Dari sisi produksi, pertumbuhan ekonomi Jateng didorong oleh hampir semua lapangan usaha, dengan pertumbuhan tertinggi dari transportasi dan pergudangan yang tumbuh sebesar 85,43 persen. 

Sementara dari sisi pengeluaran, komponen yang mengalami kenaikan paling tinggi terjadi pada komponen ekspor sebesar 34,43 persen. 

Selain itu, lapangan usaha administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib mencatat pertumbuhan tertinggi yakni 13,13 persen. 

Di sisi pengeluaran, seluruh komponen tumbuh positif dimana komponen pengeluaran konsumsi pemerintah mengalami pertumbuhan paling tinggi yakni 31,45 persen. 

Lapangan Usaha Industri Pengolahan mendominasi struktur ekonomi Jawa Tengah pada Triwulan II-2021 dengan kontribusi sebesar 34,47 persen. Sedangkan dari sisi pengeluaran didominasi oleh Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga dengan kontribusi sebesar 60,83 persen. 

Ganjar menjelaskan pertumbuhan ekonomi saat ini banyak didorong dari sisi konsumsi. Belanja pemerintah yang dikebut sesuai arahan Presiden Joko Widodo ternyata hasilnya sudah mulai terlihat. 

"Tapi angka-angka ini memang mesti kita siapkan betul, bahwa masih banyak juga yang kena PHK, serapan tenaga kerjanya belum terlalu signifikan. Tapi alhamdulillah,posisi itu sudah mulai membaik," jelasnya. 

Ekonomi di masyarakat juga sudah mulai menggeliat. Selain itu, semua kabupaten/kota, BUMN, BUMD dan dinas-dinas semuanya juga beraksi dengan gerakan belanja di masyarakat. 

"Saya senang dikirimi gambar, mereka OPD di kabupaten/kota juga sudah banyak yang jajan. Beli punya masyarakat, jadi ekonomi masyarakat bergulir. Saya terimakasih, karena sekecil apapun kawan-kawan telah berkontribusi pada hal ini," ucapnya mengapresiasi.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu