Follow Us :              

Beri Sambutan Penyerahan Remisi Tingkat Nasional, Ganjar Kisahkan Mantan Teroris Jack Harun

  17 August 2021  |   13:00:00  |   dibaca : 741 
Kategori :
Bagikan :


Beri Sambutan Penyerahan Remisi Tingkat Nasional, Ganjar Kisahkan Mantan Teroris Jack Harun

17 August 2021 | 13:00:00 | dibaca : 741
Kategori :
Bagikan :

Foto : Slam (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Slam (Humas Jateng)

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, ditunjuk memberi sambutan mewakili para kepala daerah seluruh Indonesia pada acara "Penyerahan Remisi Umum Bagi Narapidana dan Anak dalam Rangka Hari Kemerdekaan Republik Indonesia" yang digelar serentak di seluruh Indonesia secara virtual, Selasa (17/8/2021). 

Di hadapan seluruh kepala daerah dan Menkumham Yasonna Laoly serta seluruh perwakilan napi yang mendapat remisi, Ganjar berkisah tentang perjalanan hidup mantan napiter bernama Joko Tri Hermanto, yang lebih dikenal Jack Harun. 

"Beliau adalah eksnapiter. Kalau dulu biasa merakit bom, lima tahun terakhir ini beliau milih meracik soto. Saya tanya, kok bisa meracik soto, beliau jawab awalnya belajar dari meracik bom," kenangnya. 

Menurut Ganjar, yang menarik dari mantan anak buah gembong teroris Noordin M Top, Dr Azhari dan Dolmaten ini adalah kebiasaanya untuk berbagi. Meski usahanya tidak begitu besar, setiap Jumat di Minggu pertama, ia menggratiskan semua pengunjung warungnya. Kemurahan hatinya inilah yang mengundang simpati masyarakat. 

Ganjar menekankan, berkontribusi positif pada masyarakat dalam bentuknya apapun, adalah kunci untuk bisa bergaul di masyarakat. 

"Pesan saya, setiap orang punya masa lalu. Tapi sekelam apapun masa lalumu, jangan pernah sampai menjadi penentu masa depanmu. Diri kita saat ini lah yang harus berperan, karena apa yang kita tanam sekarang menjadi buah yang akan kita petik kelak kemudian," ucapnya. 

Pada seluruh napi dan anak berhadapan dengan hukum yang menerima remisi, Ganjar memberi selamat. 

"Untuk saudaraku yang mendapat pengurangan masa tahanan, semoga remisi ini menjadi jeda untuk menyiapkan diri sebelum pulang di tengah-tengah keluarga.
Untuk yang sudah bisa pulang rumah, bersyukurlah. Karena sudah ada orang yang tidak sabar memeluk panjenengan ( anda). Cintai mereka. Jangan biarkan mereka memperjuangkan keluarga tanpa kehadiran Anda," pungkasnya.


Bagikan :

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, ditunjuk memberi sambutan mewakili para kepala daerah seluruh Indonesia pada acara "Penyerahan Remisi Umum Bagi Narapidana dan Anak dalam Rangka Hari Kemerdekaan Republik Indonesia" yang digelar serentak di seluruh Indonesia secara virtual, Selasa (17/8/2021). 

Di hadapan seluruh kepala daerah dan Menkumham Yasonna Laoly serta seluruh perwakilan napi yang mendapat remisi, Ganjar berkisah tentang perjalanan hidup mantan napiter bernama Joko Tri Hermanto, yang lebih dikenal Jack Harun. 

"Beliau adalah eksnapiter. Kalau dulu biasa merakit bom, lima tahun terakhir ini beliau milih meracik soto. Saya tanya, kok bisa meracik soto, beliau jawab awalnya belajar dari meracik bom," kenangnya. 

Menurut Ganjar, yang menarik dari mantan anak buah gembong teroris Noordin M Top, Dr Azhari dan Dolmaten ini adalah kebiasaanya untuk berbagi. Meski usahanya tidak begitu besar, setiap Jumat di Minggu pertama, ia menggratiskan semua pengunjung warungnya. Kemurahan hatinya inilah yang mengundang simpati masyarakat. 

Ganjar menekankan, berkontribusi positif pada masyarakat dalam bentuknya apapun, adalah kunci untuk bisa bergaul di masyarakat. 

"Pesan saya, setiap orang punya masa lalu. Tapi sekelam apapun masa lalumu, jangan pernah sampai menjadi penentu masa depanmu. Diri kita saat ini lah yang harus berperan, karena apa yang kita tanam sekarang menjadi buah yang akan kita petik kelak kemudian," ucapnya. 

Pada seluruh napi dan anak berhadapan dengan hukum yang menerima remisi, Ganjar memberi selamat. 

"Untuk saudaraku yang mendapat pengurangan masa tahanan, semoga remisi ini menjadi jeda untuk menyiapkan diri sebelum pulang di tengah-tengah keluarga.
Untuk yang sudah bisa pulang rumah, bersyukurlah. Karena sudah ada orang yang tidak sabar memeluk panjenengan ( anda). Cintai mereka. Jangan biarkan mereka memperjuangkan keluarga tanpa kehadiran Anda," pungkasnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu