Follow Us :              

Taj Yasin : Perangi Radikalisme Melalui Kemakmuran Masjid

  19 August 2021  |   16:00:00  |   dibaca : 681 
Kategori :
Bagikan :


Taj Yasin : Perangi Radikalisme Melalui Kemakmuran Masjid

19 August 2021 | 16:00:00 | dibaca : 681
Kategori :
Bagikan :

Foto : Rinto (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Rinto (Humas Jateng)

TEMANGGUNG - Keberadaan Masjid KH Maimoen Zubair di Kabupaten Temanggung, diharapkan tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga bisa membantu memerangi paham radikalisme dan terorisme lewat kegiatan agama. 

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen usai meresmikan Masjid KH Maimoen Zubair di Desa Mudal, Kecamatan Temamggung, Kabupaten Temanggung, Jumat (19/8/2021). 

Masjid yang menghabiskan dana kurang lebih Rp 1 miliar ini didirikan dari uang pribadi KH Solafuddin Arif Jauhani Teguh. 

Pendiri Masjid KH Maimoen Zubair, KH Solafuddin Arif Jauhani Teguh menjelaskan, niat mendirikan Masjid KH Maimoen Zubair muncul sejak tahun 2010. Tepatnya setelah ia bertemu KH Maimoen Zubair. Begitu terkesannya pada sosok ulama besar Rembang tersebut, hingga muncul gagasan membangun masjid dengan mengabadikan nama beliau. 

"Kemudian saya dan istri menabung hingga tahun 2019. Sekarang diresmikan, semoga bermanfaat dan membawa barokah," harapnya.  

Masjid di atas lahan 500 m2 yang mampu menampung 60 jemaah ini dikerjakan selama 1,5 tahun. Peresmiannya ditandai  dengan penandatanganan prasasti yang dihadiri sejumlah ulama dengan menerapkan protokol kesehatan. 

Sebagai salah satu putra KH Maimoen Zubair, Taj Yasin sangat mengenal pribadi ayahnya. Sebagai ulama, ia selalu menerapkan ilmu agama yang dipelajari dalam kehidupan sehari-hari, termasuk bagaimana ia mengajarkan anak-anak dan santri-santrinya untuk mencintai negeri ini. 

"Mbah Maimoen tidak hanya sebagai tokoh agama tetapi juga tokoh nasionalisme. 

Ia bahagia, semua karakter itu mampu disimbolkan pada bangunan maupun ornamen mesjid KH Maimoen Zubair dengan baik. 

"Saya berharap di masjid ini apa yang disenangi Mbah Maimoen diterapkan di sini, yaitu memberikan pelajaran dan pengajian kitab. Diharapkan setiap waktu atau paling tidak sehari sekali ada pengajian kitab yang diteruskan murid-murid beliau di masjid ini," harapnya. 


Bagikan :

TEMANGGUNG - Keberadaan Masjid KH Maimoen Zubair di Kabupaten Temanggung, diharapkan tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga bisa membantu memerangi paham radikalisme dan terorisme lewat kegiatan agama. 

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen usai meresmikan Masjid KH Maimoen Zubair di Desa Mudal, Kecamatan Temamggung, Kabupaten Temanggung, Jumat (19/8/2021). 

Masjid yang menghabiskan dana kurang lebih Rp 1 miliar ini didirikan dari uang pribadi KH Solafuddin Arif Jauhani Teguh. 

Pendiri Masjid KH Maimoen Zubair, KH Solafuddin Arif Jauhani Teguh menjelaskan, niat mendirikan Masjid KH Maimoen Zubair muncul sejak tahun 2010. Tepatnya setelah ia bertemu KH Maimoen Zubair. Begitu terkesannya pada sosok ulama besar Rembang tersebut, hingga muncul gagasan membangun masjid dengan mengabadikan nama beliau. 

"Kemudian saya dan istri menabung hingga tahun 2019. Sekarang diresmikan, semoga bermanfaat dan membawa barokah," harapnya.  

Masjid di atas lahan 500 m2 yang mampu menampung 60 jemaah ini dikerjakan selama 1,5 tahun. Peresmiannya ditandai  dengan penandatanganan prasasti yang dihadiri sejumlah ulama dengan menerapkan protokol kesehatan. 

Sebagai salah satu putra KH Maimoen Zubair, Taj Yasin sangat mengenal pribadi ayahnya. Sebagai ulama, ia selalu menerapkan ilmu agama yang dipelajari dalam kehidupan sehari-hari, termasuk bagaimana ia mengajarkan anak-anak dan santri-santrinya untuk mencintai negeri ini. 

"Mbah Maimoen tidak hanya sebagai tokoh agama tetapi juga tokoh nasionalisme. 

Ia bahagia, semua karakter itu mampu disimbolkan pada bangunan maupun ornamen mesjid KH Maimoen Zubair dengan baik. 

"Saya berharap di masjid ini apa yang disenangi Mbah Maimoen diterapkan di sini, yaitu memberikan pelajaran dan pengajian kitab. Diharapkan setiap waktu atau paling tidak sehari sekali ada pengajian kitab yang diteruskan murid-murid beliau di masjid ini," harapnya. 


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu