Follow Us :              

Kunjungan Balik ke Tobelo, Ganjar Diangkat Sebagai Kesatria

  16 October 2021  |   10:00:00  |   dibaca : 163 
Kategori :
Bagikan :


Kunjungan Balik ke Tobelo, Ganjar Diangkat Sebagai Kesatria

16 October 2021 | 10:00:00 | dibaca : 163
Kategori :
Bagikan :

Foto : Adi (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Adi (Humas Jateng)

TOBELO -  Sebagai kunjungan balasan kedatangan utusan Suku Tobelo beberapa waktu lalu ke kantornya di Semarang, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo balik mengunjungi masyarakat Tobelo di Halmahera, Sabtu (16/10/2021). Setelah tiga jam perjalana dari Safifi, di Tobelo dia sambut meriah warga. Mengenakan baju daerah yang dulu mereka berikan, Ganjar dan istri, Atikoh, dengan seksama mengikuti upacara You Yaihoro. 

Upacara You Yaihoro adalah ritual istimewa bagi suku Tobelo. You Yaihoro hanya diberikan pada orang-orang terpilih yang mereka nilai layak dijadikan bagian dari keluarga Tobelo. Ganjar tidak menyangka dia dan Atikoh mendapatkan kehormatan tersebut.  

Upacara You Yaihoro dimulai pembacaan doa-doa oleh Jesayas Banari, salah satu tetua adat Tobelo. Sambil berdiri menelangkupkan kedua tangan, ketika dia mulai memejamkan mata, dua perempuan membawa bejana berjalan lalu duduk bersimpuh di hadapan Ganjar  beserta istrinya. Mereka membasuh kaki keduanya. 

"Gunung dan tanjung-tanjung jadi saksi bagaimana mimpi kami tuntas. Laut dan selat bukan hambatan bahwa Bapak (Ganjar) adalah keluarga kami. Siapapun yang sudah masuk ke Hibualamo tidak disediakan pintu keluar. Dan mulai saat ini Bapak sudah ada di dalamnya," kata Jesayas. 

Hibualamo merupakan rumah besar bagi Suku Tobelo. Ada 10 sub suku yang di dalamnya. Mereka bernaung di bawah sebuah lembaga adat yang sama. Dan Jesayas Banari jadi salah satu tetua suku Tobelo. 

Selain Jesayas, 10 tetua sub suku Tobelo juga hadir langsung menyaksikan prosesi You Yaihoro tersebut. Bahkan ibu-ibu dan para pemuda Tobelo juga tidak mau ketinggalan memberikan penyambutan. Mereka yang menyambut Ganjar dan Atikoh dari gapura hingga duduk di beranda Hibualamo. 

"Ini adalah ungkapan hati kami. You Yaihoro atau upacara pencucian kaki ini adalah curahan hati kami. Jangan dulu berbalik arah Bapak, jika cakrawala tidak berarak pulang," kata Jadeyas. 

Tidak saja dijadikan bagian dari keluarga Suku Tobelo, Ganjar juga diberi Parang dan Salawaku senjata perang khas suku Tobelo sebagai lambang pengangkatan Ganjar sebagai kesatria Tobelo. 

"Saya bersama istri merasa bangga bisa hadir di tengah panjenengan (Anda).  Inilah cara Tuhan mempertemukan kita. Dan inilah cara kita merawat Indonesia," kata Ganjar. 

Begitu prosesi ritual selesai, diputarlah alunan musik pengiring Tari Meyasa. Para tetua pun langsung turun untuk menari. Ganjar beserta istri turut bergabung menari bersama mereka. 

Satu jam bersama masyarakat Tobelo Ganjar berpamitan kembali ke Safifi di Maluku Utara untuk mendampingi para kafilah Jawa Tengah pada pembukaan Seleksi Tilawatil Qur'an Nasional XXVI. 

"Terimakasih Bapak Ganjar, kami yakin  Bapak akan kembali ke sini suatu hari nanti," ucap Jesayas melepas Ganjar.


Bagikan :

TOBELO -  Sebagai kunjungan balasan kedatangan utusan Suku Tobelo beberapa waktu lalu ke kantornya di Semarang, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo balik mengunjungi masyarakat Tobelo di Halmahera, Sabtu (16/10/2021). Setelah tiga jam perjalana dari Safifi, di Tobelo dia sambut meriah warga. Mengenakan baju daerah yang dulu mereka berikan, Ganjar dan istri, Atikoh, dengan seksama mengikuti upacara You Yaihoro. 

Upacara You Yaihoro adalah ritual istimewa bagi suku Tobelo. You Yaihoro hanya diberikan pada orang-orang terpilih yang mereka nilai layak dijadikan bagian dari keluarga Tobelo. Ganjar tidak menyangka dia dan Atikoh mendapatkan kehormatan tersebut.  

Upacara You Yaihoro dimulai pembacaan doa-doa oleh Jesayas Banari, salah satu tetua adat Tobelo. Sambil berdiri menelangkupkan kedua tangan, ketika dia mulai memejamkan mata, dua perempuan membawa bejana berjalan lalu duduk bersimpuh di hadapan Ganjar  beserta istrinya. Mereka membasuh kaki keduanya. 

"Gunung dan tanjung-tanjung jadi saksi bagaimana mimpi kami tuntas. Laut dan selat bukan hambatan bahwa Bapak (Ganjar) adalah keluarga kami. Siapapun yang sudah masuk ke Hibualamo tidak disediakan pintu keluar. Dan mulai saat ini Bapak sudah ada di dalamnya," kata Jesayas. 

Hibualamo merupakan rumah besar bagi Suku Tobelo. Ada 10 sub suku yang di dalamnya. Mereka bernaung di bawah sebuah lembaga adat yang sama. Dan Jesayas Banari jadi salah satu tetua suku Tobelo. 

Selain Jesayas, 10 tetua sub suku Tobelo juga hadir langsung menyaksikan prosesi You Yaihoro tersebut. Bahkan ibu-ibu dan para pemuda Tobelo juga tidak mau ketinggalan memberikan penyambutan. Mereka yang menyambut Ganjar dan Atikoh dari gapura hingga duduk di beranda Hibualamo. 

"Ini adalah ungkapan hati kami. You Yaihoro atau upacara pencucian kaki ini adalah curahan hati kami. Jangan dulu berbalik arah Bapak, jika cakrawala tidak berarak pulang," kata Jadeyas. 

Tidak saja dijadikan bagian dari keluarga Suku Tobelo, Ganjar juga diberi Parang dan Salawaku senjata perang khas suku Tobelo sebagai lambang pengangkatan Ganjar sebagai kesatria Tobelo. 

"Saya bersama istri merasa bangga bisa hadir di tengah panjenengan (Anda).  Inilah cara Tuhan mempertemukan kita. Dan inilah cara kita merawat Indonesia," kata Ganjar. 

Begitu prosesi ritual selesai, diputarlah alunan musik pengiring Tari Meyasa. Para tetua pun langsung turun untuk menari. Ganjar beserta istri turut bergabung menari bersama mereka. 

Satu jam bersama masyarakat Tobelo Ganjar berpamitan kembali ke Safifi di Maluku Utara untuk mendampingi para kafilah Jawa Tengah pada pembukaan Seleksi Tilawatil Qur'an Nasional XXVI. 

"Terimakasih Bapak Ganjar, kami yakin  Bapak akan kembali ke sini suatu hari nanti," ucap Jesayas melepas Ganjar.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu